Kitab yang diprogram oleh Tuhan adalah sebuah peta yang sangat sempurna untuk digunakan oleh manusia, sebagai barometer di dalam hidup dan kehidupannya agar mengerti dan faham akan VISI dan MISI didalam menjalani hidup di atas bumi ini.

Kesadaran secara mutlak akan pentingnya kitab sebagai satu-satunya panduan hidup untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya (benar), perlu difikir secara dalam dan serius .Kenapa demikian?

Kehidupan ini ada karena ada yang membuat, Yaitu TUHAN sebagai pencipta, sedangkan Kitab adalah produk Tuhan, lebih penting manakah produk Tuhan dengan produk manusia?? dengan istilah ilmu pengetahuan.

Kitab dilahirkan melalui predikat Kerasulan, yang sampai hari ini diakui kualitasnya oleh bangsa-bangsa seluruh dunia tanpa terkecuali.Pentingnya Kitab sebagai prioritas utama, untuk panduan hidup dibandingkan ilmu pengetahuan perlu ditumbuh kembangkan dan ini menjadi tugas kita semua yang menyebut dirinya ciptaan Tuhan.Sejarah perjalanan Kitab melalui fase yang sangat panjang, berproses melalui Rasul-Rasulnya, Tuhan mewahyukan kalimat demi kalimat yang tidak tercampur oleh tangan-tangan manusia.

Diantara rasul-Nya yang diberikan Kitab adalah:

1. Nabi SIS AS

2. Nabi MUSA AS

3. Nabi IBRAHIM AS

4. Nabi DAUD AS

5. Nabi ISA AS

6. Nabi MUHAMMAD SAW

Seluruh pokok-pokok dari kitab terdahulu tersurat di dalam kitab Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebanyak 6666 ayat.Dasar tujuan /visi Al Quran terkandung dalam Surat AFatehah, disimpulkan dalam arti lapad Bismillah yang berasal dari titik yang bernafas Bismillah yaitu Noktah GOIB, , suatu titik hakekat Muhammad dan inti dari syahadat.

“SESUATU YANG BELUM ADA DAN TELAH ADA SELURUHNYA TERKANDUNG PADA MUHAMMAD”

Hakekat Muhammad adalah miniatur dari perwujudan alam semesta dan TUHAN itu sendiri di dalam bentukkesempurnaan dalam pengertian yang sesungguhnya.Tuhan dengan keMAHA-annya, menciptakan tiga obyek kajian sebagai sinkronisasi di dalam observasi penyesuaian untuk mencapai pengertian dan pemahaman, ketiga obyek tersebut adalah:

1. Alam semesta sebagai ayat yang nyata (tersirat)

2. Manusia sebagai ayat yang berjalan

3. Al Quran sebagai ayat yang tertulis (tertulis)

Dengan ketiga obyek tersebut adalah sebagai peta dalam rangka manusia mencapai tujuan hidupnya sesuai dengan visi, misi yang TUHAN kehendaki. Manusia sebagai salah satu makhluk,mau tidak mau dituntut untuk mengetahui akan kewajiban-kewajibannya untuk mencapai kesempurnaannya.

Sabda Rasulullah SAW:

“AWWLU WAJIBIN ALAL INSAN MA’RIFATULLAH ILAHI BISTIKONI”

(Kewajiban pertama atas manusia adalah mengenal TUHAN), Jalan untuk mengenal Tuhan adalah mengenal dirinya sendiri . Sifat-sifat yang wajib di dalam kajian, seluruhnya terkandung di dalam lapad Bismillah.

Sabda Rasulullah SAW:

“MAN AROFA NAFSAHU FAKOD AROFA ROBAHU WA MAN AROFA ROBBAHU FAKOD JAHILA NAFSAHU, MA WAN JAHILA NAFSAHU FAKOD JAHILA ROBBAH”

 

 

 

 

About these ads