Mengkaji Sifat 20

Setiap orang Islam pasti mengenal sifat 20 yaitu sifat Wajib bagi Allah SWT, Tapi dalam ajaran Manunggaling Kawulo Lan Gusti dari Syekh Siti Jenar ternyata sifat 20 juga bisa disandangkan oleh Tuhan kepada Hamba-hambanya yang Mukmin.Yaitu tentu saja orang-orang yang melakukan ibadah secara benar dan telah terbebas dari hawa nafsu negatip. Bagaimana penjabarannya??Pada lain waktu akan kami jabarkan di sini

& Komentar

  1. untk mencapai kemulyaan hdp bg org org islm tdk ada lain kecuali bpegang pd al-quran dan hadis. knp kt perlu mcari-cr sumbr ilmu agama islm yg lain, yg blm pasti kbenaranya, wlpn itu sah2 sj mnurut akal manusia. ajarn yg d bw nabi muhamad saw sdh d sempunakn oleh alloh, sbgmn yg tcantum,tsirat pd al-quran yg ditrima nabi pd peristiwa haji wada’.
    Saudara Tyo, islam itu sangat luas tak terbatas, kalau anda berkata berdasarkan Quran dan hadis itu memang benar, tapi tafsir yang mana, kenapa rukun islam terakhir ditutup dengan haji, sudah tahukah anda apa itu haji, tolong direnungkan dulu supaya tak terjebak oleh nafsu.Red

  2. Ass. wr. wb

    Mohon maaf sebelumnya. mohoon petunjuk untuk saya.

    ” didalam Sifat Allah ada yang dibagi empat berdasarkan martabat dan bangsanya. yaitu Sifat Nafsiyah, Sifat Salbiyah, Sifat Ma’ani dan Sifat Ma’nawiyah.

    menurut keterangan yang ada pada Sifat Ma’nawiyah adalah kenyataan Zat yang dikarenakan sifat ma’ani.

    yang ingin saya tanyakan dan mohon petunjuk adalah, bagai mana dengan sifat ma’ani sendiri ???
    Mas wahyudi, mungkin lebih baik kita berusaha terus menerus mengimplementasikan sifat 20 ke dalam diri kita masing2 supaya hidup kita sempurna dan bisa kembali kepada Sang Maha Asal, Allah SWT, caranya dengan ibadah yang benar, baca artikel ibadah!
    rahayu-Red
    terima kasih

    wasalam

  3. mas mau nanya,
    seberapa maha kuasanya Allah kalau mas hanya bagi menjadi 20 sifat?
    ada penjelasan?
    thanks ya…

    • sifat 20 itu adalah sifat allah yang tergambarkan pada diri manusi coba anda renungi makna dan arti sifat 20 itu

  4. Mbak Andini yang baik,…
    Sebetulnya sifat maha kuasa Allah itu luas sekali, namun sudah terangkum dalam sifat 20 ini. Contoh 99 nama Allah yang mengandung sifat2 Ke-MahaaNya merupakan bagian salah satu dari sifat 20.Kalau Mbak pengen detail coba baca salah satunya buku SSJ 2 karya Achmad Chojim, M. Sholikin atau yang lainya. Demikian , semoga membantu

    • 1. siapa yang ngarang sifat 20 ???
      2. apa gak kebalik ? 99 dalam 20 ???
      “Contoh 99 nama Allah yang mengandung sifat2 Ke-MahaaNya merupakan bagian salah satu dari sifat 20″
      3. lupakan 20 pahamin aja yang 99 itu udah lebih dari cukup. gak usah nambah-nambahin.
      4. Sampe masuk dalam kurikulum agama lagi.
      yang 99 gak disenggol ???

  5. Sebetulnya sifat maha kuasa Allah itu luas sekali,
    kalimat ini sudah menjawab pertanyaan saya…
    jika manusia membagi ke dalam 20, ini tidaklah logis karena kita di ajak kepada pemikiran manusia yang terdistorsi oleh pengalaman dan lain2…sama halnya dengan 99 sifat…ini sangat ngawur…banyak yg di ulang karena mengukur sifat Allah SWT dengan ukuran manusia…
    mas sadar nggak?
    coba baca lagi sifat 20 dan 99..kalau tidak mengerti…baca lagi….

    • sifat 20 itu sudah termasuk dalam sifat nama allah 99 akan tetapi sifat mutlak manusia itu ada dalam sofat 20karena sifat 99 itu penjelasan secara luas

  6. mas satu lagi….
    mas bilang….dalam ajaran Manunggaling Kawulo Lan Gusti dari Syekh Siti Jenar…
    emang ajaran itu dari syekh siti jenar?
    itu sudah ada dari jaman leluhur jawa mas…
    Syekh siti jenar hanya meneruskan ajaran leluhur jawa…
    diralat ya mas…kalau nggak foto yang pake blankon nya di lepas aja…

    peace

    • Maaf ya saudara saudara,saya orang baru cuma mau numpang nimbrung,kebetulan saya yang meneruskan ajaran kanjeng syeh siti,
      MKLG itu asli nya ajaran dari parsi,yang disebar luaskan oleh kanjeng al halak,20 sifat allah itu sebagai jalan untuk lebih mengenal allah,nanti deh kalau saya ada waktu say jelaskan semua,salam kenal

  7. Mbak Andini, trimakasih atas kritiknya….
    Saya tidak mengatakan kalau MKLG itu Kanjeng SSJ yang pertama kali membawa ajaran tsb, tapi saya mengatakan dari, mungkin bisa diartikan (Versi) kali ya, Mengenai blangkon, apa hubunganya ya. Bagi saya, orang jawa ga harus pakai surjan dan blangkon, juga islam ga harus pakai jubah dan surban, bagi saya semua itu hanya budaya bukan merk, itu bukan kesejatian, mungkin sampeyan lebih ngerti. Mengenai Sifat 20, mungkin sampeyan bisa cari ahlinya yang sampeyan anggap cocok dengan pemahaman anda.

    Rahayu

  8. Insyalloh..
    Nanti kalo sudah lunas hutang ku

    sam

  9. penyatuan dari kepada 4JJI bukan secara fisik, melainkan secara hati. sedangkan hati berada di dalam qolbu dan 4JJI lebih dekat dari urat nadi leher kita. Kalau 4JJI adalah satu-satunya wujud tiada banding, jadi ciptaanya tidak wujud. Jadi kita hakekatnya tidak ada, yang ada hanya 4JJI . Ibarat suatu angka terbatas dibagi dengan suatu tak terbatas akan menghasilkan 0 (nol). Ciptaan 4JJI dibandingkan dengan 4JJI sama dengan tidak ada. Kita (ciptaan 4JJI ) seakan-akan ada hanya karena nur dari 4JJI . Ibarat gambar film di atas layar bioskop yang kalau cahaya dimatikan niscaya tidak ada kejadian (film di atas layar) karena 4JJI Al Hayyu Al Qoyyum. Dia hidup dan terus-menerus (mengurus ciptaannya). Di diri kita ada 4 unsur, 3 bisa hancur tapi ada 1 yang tidak akan hancur. Yang 1 itu yang bermanunggal dengan 4JJI . Saya tidak bisa dan tidak boleh menjelaskan. 4 unsur itu harus diketahui secara tareqot (perjalanan hati, akal dan rasa). Insya4JJI.
    Wal4JJI a’lam bishawab

  10. sesungguhnya manusia adalah pelupa.
    saya lupa bahwa Al-Haq hanya pada 4JJI. Kita tidak bisa menjadi benar (Al-Haq). Kita hanya bisa mendekati Haq tapi tidak akan pernah Al-Haq yang mana nilainya sama dengan 0 (nol) bila dibandingkan dengan Al-Haq.
    Wal4JJI a’lam bishawab

  11. EAALAH

  12. Salam Sejati, Kang Mas Ngabehi …
    GImana kabarnya ?
    Mudah-mudahan selalu sehat dan tetap semangat …
    Numpang ikut memberikan pendapat, bahwa memang Allah memiliki sifat yang sangat luas dan bahkan otak kita sendiri tidak mampu menjabarkannya dalam bahasa ragawi manusia. Ke-20 sifat yang disampaikan oleh pak moderator merupakan rangkuman atau orientasi terdekat otak kita kepada ke-MAHA LUAS-an sifat Allah dan wajib kita pahami.

    Demikian halnya dengan 99 nama Allah (asmaul Husnah), adalah sedikit dari nama Allah yang bisa dijabarkan dalam bahasa ragawi manusia. Dan nama Allah ini tidak memiliki arti yang berulang-ulang jika kita meluangkan waktu sedikit untuk mendalami arti nama tsb. Apalagi jika kita tidak menggunakan hawa nafsu (negative thinking) dalam mengartikan arti nama tersebut, Insya Allah akan terlihat bedanya ….

    Semoga Kedamaian selalu meliputi langit dan bumi.

    Salam Sejati
    Sujiatmoko

  13. Maturnuwun Mas Moko, sampun kersa pinarak lan paring sumbang sih dateng kula.Kabar saya sehat selalu, bagaimana dengan penjenengan sudah tamat belum belajarnya diGantharwa?Kalu Mau berbagi pengalaman silahkan kirim ke email saya: kalamwadi@plasa.com nanti akan saya posting di sini. Saya yakin penjenengan banyak mempunyai pengalaman ghaib seperti halnya Mas Sabda Langit, Mas Ratana, Mas Hidayat dll.

  14. Insya Allah,
    Saya akan berbagi pengalaman dengan penjenengan, mas Ngabehi. Tapi tidak sebagus pengalaman mas Sabdo Langit dan mas Ratana. Beliau mungkin sudah hampir mencapai maqom Bashiroh akhir, sedangkan saya masih bersiap-siap mau ‘berangkat’.

    Pelajaran di Gantharwa masih di level 5, masih harus lewati beberapa level lagi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, sudah bisa pegang license.
    Setelah itu, ngaji ke mas Ngabehi, mas Sabdo langit, mas Siliwangi dan mas Ratana. tapi kalo itu juga diterima sebagai murid ….he..he…

    Monggo dilanjut sarasehannya …

    Salam Sejati
    Sujiatmoko

  15. Salam Mas Ngabehi
    Alam sifat wah jaraknya sudah dekat ya mas, he he he

  16. @Andini,
    Sabar mbak dan rilex saja …!!

  17. salam kenal buat smuanya…kususnya km ngabehi “n”km ratnakuara.klo boleh saya minta emailnya…ha…..ha……ha…….klo boleh …….
    ======================================================
    Ini email saya kalamwadi@plasa.com

  18. Jangan suka melampoi batas yah,Allah melarang hal itu.

    • maaf ya mas yang saya tau allah tidak melarang orang yang melampoi batas,asal orang itu mampu,coba buka kembali al quran,di sana ter tulis jelas yang bunyi nya kira kira begini,hai bangsa jin dan manusia kalau kamu sanggup menumbus langit lapis tujuh atau bumi lapis tujuh tembus lah.pasti kalian tidak akan sanggup kecuali dengan izin ku,ayat ini menunjukan,bahwa kita boleh……….

  19. Mas Ngabehi…,
    Dulu waktu saya buka blog anda pertama kali, penjabaran MENGKAJI SIFAT 20 kan sudah anda posting to ? Kenapa sekarang tidak ditampilkan lagi ?

  20. @Ratana
    Sebetulnya bahannya sudah siap mas, tapi untuk nulis kok males banget, soalnya saya nulis disela sela waktu kerja aja, tidak punya komputer pribadi.

  21. Oo…, berarti dulu salah liat aku ya… ;)

    Yah, kalau terlalu banyak ya pelan2 to mas Ngabehi…, hehehe… .

  22. Kangmas Herjuno, menawi saking pemanggih kula sipat 20 menika secara kultur wonten ing angga lan rasa kita pribadi. ngantos wonten dumukan 20 ingkang perlu kita lampahi saben dintenipun.
    Mbok mangga katuran pinarak wonten rompok kula ingkang sampun salin warna dados Rujakbeling Kolakrawe, menawi badhe icip-icip lho Kangmas

  23. mugi GUSTI tansah paring kawilujengan dateng kita sami,keparengo kula badhe nderek tetepangan wonten ing soroh asihan punika,matur nuwun saderengipun..
    =====================================================
    sugeng tepang ugi mas, sumonggo kula aturi icip icip sakwontenipun. :D
    rahayu

  24. sorry ya mas, saya ikut nimbrung, kalau dulu di kampung saya ngaji sifat 20 itu ya hatus di dudukkan dengan guru pembimbing bahasannya panjang bisa berbulan bulan bahkan ada yang tahunan juga masih mengaji sifat 20, tapi kalau saya lihat disini kog bahas sifat 20 kayaknya secara gamblang aja, ga salah sih ya mungkin yang diterangin kepada yg bertanya tentu sebatas yg mereka pahami secara sederhana saja, sorry mas kalau salah naggapin, saya ga tau jg,apa mas ngaji sifat 20 kayak saya jg dulu ngaji sfat 20 dkampung jg ga tau lah ya…
    ok thank’s

    • Mas Iing silahkan baca artikel rahasia manusia dan alam semesta 1 dan rahasia manusia dan alam semesta 2, di situ kita bahas secara ringkas.
      suwun

    • ya jelas tho mas disini khan cuma bahas kulit luar nya,kalu bahas hakekat nya ya pasti ber bulan bulan.

  25. Mbak Andini Dan Mas Iing,
    untuk anda berdua saya ingin komentar.,

    Mbak Andini, kalau saya lihat dari comment2 anda, anda belum mengerti apa apa mengenai ajaran islam. Jadi saran saya tidak usah banyak komentar dulu

    Mas Iing, mempelajari sifat 20 tidak ada waktu yang standard, mungkin mas berbulan2 atau bahkan tahunan baru menguasai. Tapi tidak mustahil bagi orang lain untuk menguasainya dalam satu minggu.

    Saya hanya menyarankan, kalau kita ingin mempelajar dan mengusai sifat 20 :
    1.Kita harus memahami ilmu syariat agar kita punya filter untuk menerima semua input yang diberikan.
    2. pernah mengaji masalah Nur Muhammad
    3. Menguasai ilmu pengajian diri
    4. Paham benar makna dari manunggaling kaula gusti. Ingat, Gusti yang dimaksudkan disini kalau kita ingin memberikan contoh terhadap api dan panas. Kalau anda udah tau gusti yang dimaksudkan adalah simbol dari api atau simbol dari panas, Barulah anda bisa secara mudah memahami sifat 20 itu.

    Wassalam

  26. boleh juga tanya jawabnya kayanya seru tuh

  27. sifat 20 tersimpan dalam diri anda sekalian (rahasia )
    klo anda sudah kenal sifat 20 maka anda sekalian
    akan merasa hina dan tidak merasa hebat merasa orang yang paling lemah/hina di dunia.

  28. nuwun sewu, maaf,… kalo pengen tahu bahasan tentang mengkaji sifat 20 ini dimana tho tulisannya ?
    mohon petunjuknya.
    *******

    mengenai mengkaji sifat rong puluh ini,..atopun kajian laennya yang boleh dikatakan mengenai hakekat makrifat ato apapun sebutannya.
    memang ada 2 pandangan :
    1. bahwa kajian seperti ini harusnya face to face
    2. bahwa era saat ini dimana teknologi sudah berkembang,..maka tidak harus face to face agar kajian yang diberikan dapat di baca, diserap oleh banyak orang dan tidak harus ke Pondok2.

    apapun pendapat yang ada,….keduanya layak untuk dilakukan.
    karna,..kalo kita menggunakan metode yang ke 2,… pastilah juga memiliki batasan batasan sejauh mana selayaknya yang perlu di share dan mana yang harus face to face.

    maturnuwun

    • Silahkan baca artikel dengan judul “Rahasia Alam Semesta I dan Rahasia Alam Semesta II, disana tertulis secara ringkas dan sederhana.
      Trimakasih

  29. Mas mas para sesepuh sekalian ayo dong di bahas hakekat nya 20 sifat allah,masak cuma kulit doang

  30. Mengkaji 20 sifat Allah SWT sungguh sangat amat penting bagi kita semua manusia terutama yg memeluk Islam … ini hal Tauhid/Keimanan dg syarat dianggap sudah memahami ilmu Syariat.
    Jujurlah, bagi yg belum memahami ilmu Syariat disarankan tidak mengomentari agar tidak berdosa krn sirik atau bid’ah (meniru kata ustadz). Pengkajian 20 sifat tsb satu per satu berurutan dari sifat yg pertama s/d sifat ke-20. Jadi pencetus penkajian 20 sifat Allah SWT ini seharusnya mengkaji satu per satu sifat, katakanlah memulai dari sifat WUJUD artinya … tafsirnya yg tersirat dan tersurat dlm Al-Quran dan Hadist dsb . . .
    Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT
    A m i e n

    • salam…
      keren juga yah tanggapan dan komennya…sampe aku gag tau musti ikutan koment dengan bahasa yang bagai mana. heuh…(padahal gag tau juga artikelnya gimana)

      klo kata orang bilang yang dia juga kata orang lain dn orang lain itu mendapatkan dari orang lain lagi….dst lah, biasanya saat kita mau belajar dan memahami sifat 20 itu berangkat dari diri kita sendiri, mulai dari mengenali bagian bagiannya sampai pada hal hal bagaimana merasakan serta membuktikannya.
      oleh karenanya biasanya hal yang pertama yang dilakukan mulai dari memahami akan hal “percaya” yang kemudian kita yakini (dalam mengisi yakin kita harus tau bagaimana merasakan dan membuktikan bahwa yang kita yakini benar adanya) hal ini di perlukan untuk menopang keimanan kepada Nya.
      untuk masalah 99 dan 20 pada dasarnya akan menuju ke yang satu ialah Allah, sayangnya proses pembelajaran nggak cuman sampai situ, karena ada beberapa pendapat lain yang mencoba mengkaji dengan landasan “Allah itu Nama sementara setiap nama pasti ada yang diberikan nama” klo di ibaratkan 99 itu proses menuju ke yang satu sebab saat kita mengetahui akan yang satu dan kita bersamanya maka yang 99 itu dah menjadi bagiannya. namun tidak sampai pada tahap itu saja sebab dari yang satu itu kemudian kita menuju ke yang tunggal (“Dzat”).
      demikian juga dalam sifat 20, sifat tersebut pada dasarnya meruju ke yang satu kemudian diteruskan ke yang tunggal (“Dzat”) hal itu bisa kita lihat bagai mana bahasan akan sifat yang pertama yakni “wujud” wujud itu secara arti berarti Ada. adanya sang wujud salah satunya ada karena pernyataan (lafal), setiaf wujud belum berati dia akan memiliki perwujudan juga belum tentu memiliki bentuk.
      nah yang ada kemudian baik itu yang 99 ato yang sifat 20 hanya merupakan refresentasi akan ke ber ada an nya yang ada.
      truss….ngopi dulu ah, upzz sory lancang dan gag sopan, hikkz
      padahal aku bingung ini ngebahas sifat 20 melalui faham Syariat, torekat, hakekat padahalkan di dalam syariat ada torekat hakikat, di dalam torekat juga ada syariat dan hakekat begitu juga di dalam hakekat. ato mungkin pake marifat yang di dalamnya juga ada unsur yang lain… padahal dari masing masing hal punya cara pandang sendiri sendiri dalam mengkaji hal tersebut.hmmm membingungkan.

      wasallam…

  31. no coment

  32. ma’ap bgt pak,bu,orang2 pinter semanya. kalo ingin mengtahui tuhan hendak nya kita mengkaji diri terlebih dahulu…… aku hanya takut tidak kalo terlalu jauh malah kelur jalur. tp so pasti aq senang bgt ketika ketemu kajian ini…. umar lambar..

  33. tidak 1 pun mnsia bs menyamainya ,,, apalgi sifat nya ,, dia muhallafatu lilhawadis,, dari tapai_tapen@yahoo.com

  34. takkan bs bebas dari hawa napsu yg namanya mnsia ,, namun hanya bs d kendalikan yaitu mutmainnah harus di didpn ,,
    napsu dan akal hanya penghantar saja namun ada wasilah dri yang jauh akan mmbwa kita pd kslmtan,,
    jika mngkji sift NYa otomtis kt mngkji dat NYA , krn tidk ada sift yng berpisah dangn wjud NYA , dan tidak ada wujd /dat yang berpisah dengan sifat NYA ,,

    syriat >>>>
    tariqoh >>>> qoblulmukminin baitullhah
    hakikat >>>> lawmawujudun ILLallah
    ma’rifah >>>>
    di tas addlh pgngan biar gak slah jln
    untuk yang syriat dan m’rifah cr sndri dlu insya anda akn dpt .
    smg smpai pd tuj ttiggi,,, wasslam

    walau bgmnpun dunia ini dan yg trjd pd ummat tetaplah ALLH MAH BJKSNA

  35. memang benar bahwa sifat 20 ini adalah ajaran yang
    disampaikan/dipelopori oleh Abu Musa Al Asy’ari tetapi bukan saat beliau masih
    berfaham Mu’tazilah melainkan setelah beliau keluar dari Mu’tazilah karena
    perdebatan yang terjadi antara beliau dengan orang tua (tiri/angkat) yang juga
    pendiri Mu’tazilah.

    Faham tersebut yang kemudian dikenal dengan Faham Al Asy’ariyah yang sampai saat
    ini masih sangat2 banyak difahamani dan dijalankan. Kalau tidak salah faham ini
    banyak diamalkan oleh Al Wasliyah.

    Abu Musa sendiri sebenarnya juga udah bertaubat dan kembali ke faham
    salafushalih dan sudah sempat merevisi/meralat semua buku beliau tetapi banyak
    yang tidak tau. Lain halnya dengan Imam Ghazali juga sudah bertaubat tetapi
    tidak sempat merevisi/meralat kitabnya (Ihya Ullumuddin).

    Untuk lebih jelasnya silahkan baca kitab Al-Ibanah, buku ini menerangkan tentang
    taubatnya imam Al-Asy’ari dari paham mu’tazilah kembali ruju ke manhaj
    salafussholeh. Sudah diterjemahkan oleh penerbit At-tibyan, solo.

    Demikian, semoga bermanfaat. Mudah2an yang lain bisa meluruskan apabila terdapat
    kesalahan dan kekeliruan sekalian melengkapinya.

  36. Maka inilah Kitab Sifat 20 (Dua Puluh) Jalan Iktikad Ahli Sunahh Waljamaah untuk mengenal keadaan Allah SWT dan Rasul yang mudah dipaham dan dihafal oleh orang mubtady yakni orang baru belajar ilmu tauhid. Sabda Nabi Muhammad SAW “ Bermula Permulaan Agama itu yaitu Mengenal Allah SWT dari karena jikalau tiada sah pengenalan seseorang kepada Allah SWT niscaya tidak sah juga segala amal ibadahnya.
    Maka adapun syarat mengenal Allah SWT yaitu adalah 3 (tiga) perkara :
    1. Dengan Yakin yaitu jangan ada Syak (50%), Dhan (75%), dan Waham (25%).
    2. Muafakad dengan yang hak yakni bersetuju dengan hukum yang benar.
    3. Dengan Dalil Nakli atau Akal yaitu keterangan-keterangan yang sah dibuat dalil jangan taklid (tuturutan) menurut perkataan orang-orang dengan tidak jadi pengetahuan dan keyakinan sendiri.
    Maka apabila terhimpun yang 3 (tiga) perkara ini barulah orang itu dikatakan Mak’rifad kepada Allah SWT yang adalah jadi melepaskan kekal seseorang dalam neraka.
    Syahadan maka tidak sempurna makrifat (mengenal Allah SWT) sebelum terlebih dahulu mengetahui seseorang akan hukum akal yang 3 (tiga) perkara ini dan demikian pula wajib mengetahui akan hukum Syarak yang 5 (lima) perkara dan Hukum Adat yang 4 (empat) perkara seperti tersebut dibawah ini dan kemudian Adat yang 4 (empat) perkara seperti tersebut dibawah ini :
    1. Hukum Akal 3 (tiga) perkara :
    a. Wajib : Barang tidak boleh pada akal oleh tiadanya seperti adanya Allah SWT tuhan kita Jalla Waajja.
    b. Mustahil : Barang yang tidak boleh pada akal oleh adanya seperti ketiadaan ada Allah SWT atau berserikat Allah SWT dengan lainnya.
    c. Harus : Barang yang sah pada akal oleh adanya dan tiadanya seperti berbuat Allah SWT bagi sekalian mungkin atau meninggalkan dia.
    2. Hukum Syarak 5 (lima ) perkara :
    a. Wajib : Barang yang diberi pahala jika mengerjakannya dan disiksa jika meninggalkannya seperti sembahyang lima waktu.
    b. Sunnah : Barang yang diberi pahala jika mengerjakannya dan tiada disiksa jika meninggalkannya seperti bersedekah.
    c. Haram : Barang yang diberi pahala jika meninggalkannya dan disiksa jika mengerjakannya seperti main judi dan mencuri.
    d. Makruh : Barang yang diberi pahala jika meninggalkannya dan tiada disiksa jika mengerjakannya seperti makan bawang mentah dan hisap rokok.
    e. Mubah : Harus yaitu Barang yang tiada diberi pahala jika mengerjakannya dan tiada disiksa jika meninggalkannya seperti makan dan minum.
    3. Hukum Adat 4 (empat) perkara :
    a. Mengikat ada dengan ada seperti keadaan adanya kenyang dengan adanya makan.
    b. Mengikat ada dengan tiada seperti keadaan adanya dingin dengan ketiadaan selimut.
    c. Mengikat tiada dengan ada seperti keadaan tiada hangus dengan adanya air.
    d. Mengikat tiada dengan tiada seperti ketiadaan kenyang dengan ketiadaan makan.

    Bermula setengah sifat yang wajib bagi Allah SWT yaitu 20 (dua puluh) Sifat :

    1. Wujud
    Artinya Ada Allah SWT lawannya Adam artinya tiada mustahil Allah SWT tiada. Wajib Allah SWT ada. Dalilnya “ Allah taala jua yang telah menjadikan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi dan barang yang antara keduanya “.
    2. Kidam
    Artinya Sedia Allah SWT lawannya Hudus artinya Baharu. Mustahil Allah SWT Baharu. Wajib Allah SWT Sedia. Dalilnya “ Ia jua tuhan yang awal tiada bepermulaan dan Ia jua Tuhan yang akhir tiada berkesudahan “.
    3. Baqa
    Artinya Kekal Allah SWT lawannya Fhana artinya Binasa. Mustahil Allah SWT Binasa. Wajib Allah SWT Kekal. Dalilnya “ Kekal zat Tuhan engkau ya Muhammad yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan “.
    4. Muhalafatuhu Taala Lilhawadis
    Artinya Bersalahan Allah SWT bagi segala yang baharu lawannya Mumasyalatuhutaalalilhawadisyi artinya Menyamai Allah SWT bagi segala yang baharu. Wajib Allah SWT bersalahan bagi segala yang baharu.. Dalilnya “ Tiada seumpamanya Allah SWT oleh sesuatu “.
    5. Kiyamuhu Taala Binafsih
    Artinya Berdiri Allah SWT dengan sendirinya lawannya Anlayakunaqaimambinafsih artinya bahwa tiada berdiri Ia dengan sendirinya mustahil Ia tiada berdiri dengan sendirinya. Wajib Allah SWT berdiri dengan sendirinya. Dalilnya “ Bahwasanya Allah SWT sesungguhnya kaya daripada sekalian alam “.
    6. Wahdahniyah
    Artinya Esa Allah SWT lawannya Taadud artinya berbilang-bilang Allah SWT mustahil Allah SWT berbilang-bilang wajib Allah SWT Esa. Dalilnya “ Kata oleh mu ya Muhammad bermula Allah SWT yaitu Esa Zatnya dan Sifatnya dan Afallnya.
    7. Kudderah
    Artinya Kuasa Allah SWT lawannya Azaz artinya lemah mustahil Allah SWT lemah. Wajib Allah SWT Kuasa. Dalilnya “ Bahwasanya Allah SWT yaitu kuasa atas tiap – tiap sesuatu.
    8. Iradah
    Artinya Berkehendak Allah SWT lawannya Karamah artinya tidak berkehendak mustahil Allah SWT tidak berkehendak. Dalilnya “ Allah taala jua yang sangat berbuat bagi sesuatu yang dikehendakinya.

    9. Ilmu
    Artinya tahu Allah SWT lawannya Zahil artinya bodoh mustahil Allah SWT bodoh. Wajib Allah SWT tahu. Dalilnya “ Bermula Allah SWT jua yang mengetahui dengan tiap-tiap sesuatu.
    10. Hayah
    Artinya hidup Allah SWT lawannya Mautu artinya mati mustahil Allah SWT mati. Wajib Allah SWT hidup. Dalilnya “ Berpegang olehmu ya Muhammad atas Tuhan yang hidup yang tiada Mati “.
    11. Samak
    Artinya Mendengar Allah SWT lawannya Samam artinya Tuli mustahil Allah SWT tuli. Wajib Allah SWT mendengar. Dalilnya “ Sesungguhnya telah mendengar oleh Allah SWT.
    12. Basar
    Artinya Melihat Allah SWT lawannya Ama artinya Buta mustahil Allah SWT but. Wajib Allah SWT melihat. Dalilnya “ Bermula Allah SWT jua yang amat melihat dengan apa-apa yang kamu perbuat.
    13. Kalam
    Artinya Berkata-kata Allah SWT lawannya Bakam artinya Bisu mustahil Allah SWT bisu. Wajib Allah SWT Berkata-kata. Dalilnya “ Telah Berkata-kata Allah SWT akan Nabi Musa akan sempurna kata “.
    14. Kadirun
    Artinya Yang Kuasa Allah SWT lawannya Azizun artinya yang lemah mustahil Allah SWT yang lemah. Wajib Allah SWT yang Kuasa. Dalilnya seperti Dalil Kudrah.
    15. Muridun
    Artinya yang Berkehendak Allah SWT lawannya Karihun artinya yang tidak berkehendak mustahil Allah SWT yang tidak berkehendak. Dalilnya “ Allah taala jua yang sangat berbuat bagi sesuatu yang dikehendakinya.
    16. Alimun
    Artinya yang mengetahui Allah SWT lawannya Zahilun artinya yang bodoh mustahil Allah SWT yang bodoh. Wajib Allah SWT tahu. Dalilnya “ Bermula Allah SWT jua yang mengetahui dengan tiap-tiap sesuatu.
    17. Hayyun
    Artinya yang hidup Allah SWT lawannya Maitun artinya yang mati mustahil Allah SWT yang mati. Wajib Allah SWT yang hidup. Dalilnya “ Berpegang olehmu ya Muhammad atas Tuhan yang hidup yang tiada Mati “.
    18. Samiun
    Artinya Yang Mendengar Allah SWT lawannya Asamun artinya Yang Tuli mustahil Allah SWT yang tuli. Wajib Allah SWT yang mendengar. Dalilnya “ Sesungguhnya telah mendengar oleh Allah SWT.

    19. Basirun
    Artinya Yang Melihat Allah SWT lawannya Akma artinya Yang Buta mustahil Allah SWT yang buta. Wajib Allah SWT yang melihat. Dalilnya “ Bermula Allah SWT jua yang amat melihat dengan apa-apa yang kamu perbuat.
    20. Mutakalimun
    Artinya Yang Berkata-kata Allah SWT lawannya Abkamun artinya yang Bisu mustahil Allah SWT yang bisu. Wajib Allah SWT yang Berkata-kata. Dalilnya “ Telah Berkata-kata Allah SWT akan Nabi Musa akan sempurna kata “.

  37. Berikut saya forward artikel koreksi terhadap penetapan sifat wajib 20 bagi Allaah. Semoga bermanfaat meluruskan pemahaman kita semua.
    Alhamdulillaah, Imam Abul Hasan Asy’ari yang ajaran awal beliau menjadi cikal bakal susunan sifat 20, beliau sendiri diakhir hayat menyadari kekeliruannya dan kembali ke pemahaman salafus shalih sebagaimana yang diajarkan Nabi kepada para sahabat, yaitu kita harus mensifati ALLAAH sebagaimana ALLAAH mensifati DiriNYA.
    Kembalinya beliau (Abul Hasan Asy’ari) kepada pemahaman salaf bisa dibaca di kitab beliau Al-Ibanah. (Terjemahan Melayunya sudah diterbitkan oleh beberapa penerbit).

    KOREKSI TERHADAP PENETAPAN SIFAT 20 BAGI ALLAAH
    oleh: Abu Nu’aim Al Atsari

    Golongan Asy’irah yaitu sekelompok orang yang mengaku mengikuti aqidah Imam
    Abul Hasan Ali bin Isma’il Al Asy’ari dalam masalah aqidah khususnya sifat-
    sifat Allah, menetapkan sifat Allah hanya duapuluh. Padahal beliau hanya
    menetapkan tujuh sifat (sebelum kembali ke manhaj salaf, ahlussunnah wal
    jama’ah). Yang tiga belas itu sebenarnya tambahan dari kelompok Maturidiyyah,
    pengikut Abul Manshur Muhammad bin Muhammad Al Maturidi As Samarqandi (wafat
    333 H)

    Adappun sifat duapuluh itu adalah Wujud, Qidam, Baqa’, Mukholafatuhu Ta’ala lil
    Hawaditsi, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniyah, Qudrat, Iradah, Ilmu, Hayat, Sama’,
    Bashar, Kalam, Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu
    Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiran, Kaunuhu Mutakalliman. Inilah yang
    dinamakan sifat wajib duapuluh bagi Allah yang wajib diyakini menurut
    Asya’irah.

    Dalam menetapkan sifat tujuh (ditambah menjadi dua puluh oleh Maturidiyyah)
    mereka (Asya’irah) hanya berdasarkan akal. Kata mereka: “Adanya makhluk ini
    menunjukkan adanya qudrah, lalu adanya sifat khusus bagi masing-masing akhluk
    menunjukkan adanya irodah, teraturnya alam ini tanda adanya ‘ilmu. Ketiga sifat
    ini tanda adanya sifat Hayyu(hidup) karena ketiga sifat itu tidak akan terwujud
    tanpan Al Hayyu. Dan sifat hayyu harus memiliki sifat berbicara, mendengar dan
    melihat. Ini adalah sifat sempurna. Atau tersifati dengan bisu, tuli atau buta,
    namun karena ini sifat tercela maka tidak mungkin Allah tersifati dengannya”.

    Bantahan Ahlussunnah (salaf) : Berbicara dalam masalah ini hanya
    berdasarkan akal mengandung konsekwensi sebagai berikut :

    1. Menyelisihi metode yang diterapkan oleh salaful ummah, generasi awal, dari
    kalangan shahabat, tabi’in, atba’uttabi’in dan para ulama setelah mereka.
    Mereka mengembalikan masalah ini kepada Al Qur’an dan Sunnah. Mereka menetapkan
    semua nama-nama dan sifat sebagaimana Allah tetapkan dalam Al Qur’an atau
    melalui sunnah Nabi-Nya tanpa diserupakan dan dita’thil. Imam Ahmad
    berkata: “Kita mensifati Allah sesuai yang telah Allah tentukan, tidak boleh
    melampaui Al Qur’an dan Hadits”.

    2. Juga menyelisihi akal itu sendiri. Karena masalah ini termasuk urusan
    ghoib. Sehingga akal tidak bisa campur tangan. Yang bisa dilakukan hanyalah
    menerima.

    3. Akan menyebabkan perselisihan dan kontradiksi yang tiada henti. Karena
    setiap orang mempunyai akal. Lalu akal mana yang dipakai? Si Fulan akan
    menetapkan sesuatu yang dinafikan oleh Fulan yang lain, begitu seterusnya. Maka
    tidak ada mizan (timbangan) yang kongkrit sebagai pijakan baku. Syaikhul Islam
    Ibnu Taimiyyah mengatakan : “Aduhai, dengan akal siapa Kitab dan Sunnah akan
    ditimbang? Semoga Allah meridhoi Imam Malik bin Anas dimana beliau
    berkata: ‘Atau apakah setiap kali ada seseorang yang lebih lihai berdebat
    mendatangi kita, lalu kita akan campakkan apa yang disampaikan Jibril kepada
    Muhammad y hanya karena mengikuti pendapatnya? Padahal sudah dimaklumi bahwa
    kontradiktifnya perkataan merupakan bukti kebatilannya”.

    4. Jika mereka(Asya’irah dan ahlikalam) mengatakan bahwa makna tangan Allah
    adalah kekuatan karena takut dikhawatirkan menyerupai tangan makhluk, maka
    mereka juga harus menta’wilkan makna kekuatan supaya tidak terjadi penyerupaan
    karena makhluk juga punya kekuatan. Jika mereka berkelit (dgn mengatakan)
    kekuatan Allah tidak sama dengan kekuatan makhluk. Kita jawab: Demikian pula
    tangan Allah tidak sama dengan tangan makhluk. Jadi tidak ada jalan untuk
    menta’wil.(Majmu’ Fatawa, bagian Taqrib At Tadamuriyah, Sayikh Ibnu Utsaimin,
    4/123-124). Allahu A’lam bish showab.

    Uraian berikut akan mencoba mengulas kesalahan madzhab mereka yang sudah
    mengakar di masyarakat. Semoga Allah masih membuka jalan bagi mereka untuk
    kembali ke manhaj ahsunnah yang hakiki.

    Nama dan sifat Allah tidak terbatas karena tidak ada dalil yang membatasi.
    Bahkan ketidak terbatasan asma’ dan sifat Allah disabdakan oleh Rasulullah y
    sendiri:

    “Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh asma-Mu yang telah Engkau namakan untuk
    diri-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah
    seorang dari hamba-Mu, atau masih dalam rahasia ghoib pada-Mu yang Engkau
    sendiri mengetahuinya”

    [Hadits shahih riwayat Ahmad dalam Musnad, Ibnu Hibban dalam Mawaridu Dhom'an,
    Al-Hakim dalam Mustadrok. Dishohihkan oleh Ibnul Qayyim dalam Sifa'ul 'Alil,
    Ahmad Syakir, Al-Albani dalam Shahihah, dan Al-Arnauth dalam takhrij Zadul
    Ma'ad]

    Sesuatu yang masih berada dalam ilmu ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali
    hanya Allah, sehingga tidak mungkin bagi seseorang untuk mengetahuinya, apalagi
    menghitungnya. Jelas sekali bahwa nama Allah itu tidak terbatas.

    Lalu bagaimana dengan hadits:

    “Sesungguhnya bagi Allah sembilan puluh sembilan nama, barang siapa
    menghitungnya/menghapalnya akan masuk jannah.”
    [Riwayat Bukhari:6410, Muslim:2677]

    Jawabnya: Hadits ini tidak menunjukkan pembatasan nama Allah hanya sembilan
    puluh sembilan saja. Bila demikian maka susunan kalimatnya adalah:

    “Sesungguhnya nama-nama Allah ada sembilan puluh sembilan, barang siapa
    menghitungnya/menghapalnya akan masuk jannah”

    Dengan demikian, maka makna hadits ini adalah nama-nama Allah yang sembilan
    puluh sembilan yang siapa saja dapat menghapalnya akan masuk jannah. Berarti
    masih ada nama-nama lain yang tidak diperintahkan untuk menghapalnya. Selain
    itu kalimat “.barang siapa menghitungnya/menghapalnya akan masuk jannah” bukan
    merupakan kalimat tersendiritetapi kalimat pelengkap dari sebelumnya. Kalimat
    yang semisal dengannya, seperti ucapan: “Saya mempunyai seratus ribu rupiah
    yang saya persiapkan untuk shodaqoh”. Berarti anda masih mempunyai uang yang
    lain yang dipersiapkan untuk keperluan lainnya. [Al-Qawa'idul Mutsla Fi
    Sifatillahi Wa Asma'ihi Al-Husna, Ibnu Utsaimin, hal.17. dan Al-Qawa'idul
    Muhimmat Fil Asma'I was Sifat, Ibnul Qayyim, hal.32]

    Imam Nawawi berkata: “Ulama telah bersepakat bahwa hadits ini bukan pembatasan
    nama-nama Allah. Namun bukan berarti Allah tidak memiliki nama-nama yang lain.
    Tetapi maksud dari hadits ini yaitu sembilan puluh sembilan nama ini, bagi yang
    menghapalnya akan masuk jannah. Tujuannya sekedar informasi akan masuk jannah
    bagi yang mampu menghapal 99 nama tersebut, bukan pembatasan nama. Oleh
    karenanya tersebut dalam lafadz lain: Aku memohon kepada-Mu dengan seluruh asma-
    Mu yang telah Engkau namakan untuk Diri-Mu.atau masih dalam rahasia ghoib pada-
    Mu yang Engkau sendiri mengetahuinya” [Syarah Muslim, 6/177]

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Inilah pendapat jumhur ulama’ “[lihat
    Dar'u Ta'arudhil 'Aqli Wa Naqli, juz 3 hal.323]

    Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Tentang penyebutan 99 nama ini para ulama
    berselisih, apakah nama Allah sebatas itu atau lebih, namun disebutkannya
    sejumlah nama itu merupakan kekhususan sebab bagi yang
    menghapalnya/menghitungnya akan masuk jannah. Jumhur ulama memilih pendapat
    kedua (nama Allah lebih dari 99 nama). Dan An-Nawawi menukil adanya kesepakatan
    ulama’ tentang masalah ini (seperti yg disebutkan diatas). Al-Khothobi
    berkata: “Dalam hadits ini terdapat penetapan sejumlah 99 nama, namun bukan
    merupakan halangan adanya tambahan nama yang lain. Pengkhususan ini dikarenakan
    nama-nama ini sering muncul dan maknanya paling jelas”. Al-Qurthubi berpendapat
    sama dalam kitabnya Al Mufhim. Ibnu bathal menukil pendapat Al-Qadhi Abu Bakar
    bin Thayyib, katanya: “Dalam hadits ini tidak ada bukti pembatasan nama Allah
    hanya 99. Namun makna hadits ini adalah siapa yang menghapalnya/menghitungnya
    akan masuk jannah, dan yang menunjukkan tiadanya pembatasan adalah kebanyakan
    dari nama-nama itu berupa sifat, sedangkan sifat Allah tidak terbatas”.[Fathul

    Kesimpulannya bahwa nama Allah tidak terbatas. Demikian pula sifat-Nya. Karena
    setiap nama pasti mengandung sifat, berarti sifat Allah juga tidak terbatas.
    Ibnul Qayyim berkata: "Allah mempunyai nama-nama dan sifat yang disimpan pada
    ilmu ghaib di sisi-Nya. Tidak ada yang mengetahuinya, baik itu malaikat yang
    dekat dengan Allah atau nabi yang diutus, seperti disebutkan dalam hadits
    shohih: Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh asma-Mu yang telah Engkau namakan
    untuk diri-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada
    salah seorang dari hamba-Mu, atau masih dalam rahasia ghaib pada-Mu yang Engkau
    sendiri mengetahuinya".[Al Qowa'idul Muhimmat fil Asma' Was Sifat, hal.32]


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar