Ngupadi Kasampurnaning Hurip

Juli3, 2008

SEJARAH GUNUNGKIDUL

Diarsipkan di bawah: My Profile — Ngabehi @ 7:00 am

Inilah cuplikan sejarah tentang daerahku!!

Adanya sebagian pelarian dari Majapahit yang kemudian menetap di Gunungkidul, diawali dari Pongangan Nglipar dan Karangmojo, maka perkembangan penduduk di Kabupaten Gunungkidul pada waktu itu cepat di dengar oleh Raja Mataram Sunan Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartosuro. Pada saat itu Sang Raja langsung mengutus Senopati Ki Tumenggung Prawiropekso agar membuktikan kebenaran berita tersebut. Setelah datang ke Gunungkidul, ternyata benar bahwa di Gunungkidul telah banyak dihuni orang-orang pelarian dari Majapahit, antara lain Ki Suromejo. Tumenggung Prawiropekso kemudian menasehati pada Ki Suromejo untuk meminta ijin dulu dengan Raja Mataram di Kartosura,karena daerah ini termasuk wilayah kekuasaan Raja Mataram. Namun tidak digubris, sehingga menimbulkan perselisihan. Perselisihan itu menyebabkan Ki Suromejo dan keluarganya,yaitu Ki Mintowijoyo,Ki Poncobenawi,Ki Poncosedewa (anak menantu) terbunuh, dan Ki Poncodirjo akhirnya menyerahkan diri. Oleh Pangeran Sambernyowo, Ki Poncodirjo diangkat menjadi Bupati Gunungkidul I, namun tidak lama menjabat. Dikarenakan adanya penentuan batas daerah Gunungkidul antara Sultan dan Mangkunegaran II pada tanggal 13 Mei 1831,maka Gunungkidul yang dikurangi Ngawen sebagai enclave Mangkunegaran telah menjadi daerah kabupaten. Menurut buku “PEPRENTAHAN PROJO KEJAWEN” karangan Mr.Raden Mas Suryadiningrat,berdirinya Kabupaten Gunungkidul yang telah memiliki sistem pemerintahan itu, ternyata bersamaan dengan tahun berdirinya daerah-daerah lain di wilayah Yogyakarta, yaitu setahun setelah selesainya perang Diponegoro. Perbedaan yang ada hanyalah untuk pemberian sebutan kepada para pengageng atau penguasa, seperti untuk daerah Denggung yang sekarang Sleman, kemudian daerah Kalasan serta daerah Bantul dengan sebutan Wedono Distrik,sedang untuk wilayah Sentolo dan Gunungkidul dengan sebutan Riyo. Untuk Kabupaten Gunungkidul,setelah melalui berbagai upaya yang dilakukan oelh panitia untuk melacak Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang dibentuk pada tahun 1984,baik yang terungkap melalui fakta sejarah,penelitian dan pengumpulan data dari tokoh masyarakat berhasil menyimpulkan bahwa hari lahir Kabupaten Gunungkidul adalah Hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau Tahun Jawa 15 Besar Tahun Je 1758. BUPATI YANG PERNAH MEMIMPIN KABUPATEN GUNUNGKIDUL

1. Mas Tumenggung Pontjodirjo

2. Raden Tumenggung Prawirosetiko

3. Raden Tumenggung Suryokusumo

4. Raden Tumenggung Tjokrokusumo

5. Raden Tumenggung Padmonegoro

6. Raden Tumenggung Danuhadiningrat

7. Raden Tumenggung Mertodiningrat

8. KRT.Yudodiningrat

9. KRT.Pringgodiningrat

10.KRT.Djojodiningrat

11.KRT.Mertodiningrat

12.KRT.Dirjodiningrat

13.KRT.Tirtodiningrat

14.KRT.Suryaningrat

15.KRT.Labaningrat

16.KRT.Brataningrat

17.KRT.Wiraningrat

18.Prawirosuwignyo

19.KRT.Djojodiningrat,BA

20.Ir.Raden Darmakun Darmokusumo

21.Drs.KRT.Sosrodiningrat

22.Ir.Soebekti Soenarto

23.KRT.Harsodingrat,BA

24.Drs.KRT.Hardjohadinegoro (Drs.Yoetikno)

25.Suharto,SH (Bupati saat ini)

Situs Sejarah:

Pertapan Kembang Lampir (tempat turunnya wahyu kerajaan Mataram Islam)

Pesarehan Ki Ageng Giring IV

Pesarehan R. Bondan Kejawan

Prasasti Ngobaran

dll

Sumber:Pustaka Babad Gunungkidul

& Komentar »

  1. rahayu

    nas punya silsilah RM Suro Yudho dari solo?
    dan pernah dengar cerita Tumenggung Prawiroseno?

    wass wb

    Komentar oleh hidayat — Juli5, 2008 @ 6:30 am

  2. Maaf mas Hidayat sampai saat ini saya belum pernah menemukan naskah2 yang berhubungan dengan beliau, mungkin nanti kalu saya telah menemukan akan saya posting di sini. maturnuwun

    Komentar oleh (Ngabehi K.M) — Juli6, 2008 @ 3:28 am

  3. Maaf mas Hidayat sampai saat ini saya belum pernah menemukan naskah2 yang berhubungan dengan beliau, mungkin nanti kalu saya telah menemukan akan saya posting di sini. maturnuwun…

    Komentar oleh (Ngabehi K.M) — Juli6, 2008 @ 3:29 am

  4. waduh…
    lha kok jenenge simbahku ora ana babar blass iki :)

    Komentar oleh atmo glendem — Juli9, 2008 @ 1:57 pm

  5. waduh…
    lha kok jenenge simbahku ora ana babar blass iki
    ————————————————————————-
    Anu…nuwun sewu asmanipun simbah sinten mas Atmo, yen wonten mangkeh kula serate ing mriki, he he

    Komentar oleh Ngabehi K.M — Juli10, 2008 @ 1:27 am

  6. rahayu….

    mas kalamwadi….
    kira-kira perbedaan gelar-gelar keturunan raja/kraton itu apa dan bagaimana susunannya…
    apa benar kalau keturunan jalur laki-laki dari ayah, kakek, buyut laki-laki dst keatas itu bisa masih bergelar raden…
    lantas perbedaan gelar GPH, GPA, KRT,RM, GRAy. RAy. mungikin bisa juga dijelaskan / ditampilkan disini…
    terima kasih

    wasalam wb

    Komentar oleh hidayat — Juli10, 2008 @ 6:24 am

  7. Wah mas Hidayat, kalu masalah Gelar2 darah biru saya sendiri sangat awam, mudah2an nanti saya dapat sumber yang valid dan akurat.
    Sebetulnya bisa dikelompokin sih, misalnya gelar putra mahkota, gelar anak laki2 dari prameswari tapi bukan putra mahkota, gelar seorang garwa prameswari, garwa ampeyan, anak laki2 dari garwa ampeyan, anak perempuan dari prameswari dll, ada juga gelar paringan misalnya Raden Ngabei, gelar ini diberikan buat abdi dalem atau orang2 yang memiliki pengetahuan khusus atau mempunyai jasa bagi orang banyak dan negara. Lha kalu saya sendiri itu nama parapan, waktu saya masih dikampung kemana2 saya suka midih (pakai iket), kalu pas lagi sholat jamaah ketika orang2 pakai baju koko dan peci atau serban, saya malah suka pakai surjan dan blangkon, maka temen2 saya suka njulukin saya Si Jawi atau Den bei dul mesjid, karena rumah saya terletak disebelah selatan masjid, begitu mas ceritanya, lucu ya he he he.Tapi walau itu nama olok2 saya malah suka memakainya, mudah2han membawa berkah.Mas Hiadayat kenal mas santri gundul sama mas siti jenang nggak?

    Komentar oleh Ngabehi K.M — Juli10, 2008 @ 6:45 am

  8. rahayu
    maaf mas kalamwadi sy belum kenal sama mas st jenang dan mas santri gundu…..
    kayaknya mereka pengetahuannya hebat juga, makasih penjelasannya….
    mas katanya liputan 6 gunung kidul sedang sulit air ya…. ya semoga tidak berkepanjangan dan pemerintah membantu dengan tepat sasaran….
    suwun wass wb

    Komentar oleh hidayat — Juli28, 2008 @ 3:00 am

  9. hidayat, di/pada Juli 28th, 2008 pada 3:00 am Dikatakan:

    mas katanya liputan 6 gunung kidul sedang sulit air ya…. ya semoga tidak berkepanjangan dan pemerintah membantu dengan tepat sasaran….
    suwun wass wb

    ================================================
    Betul mas hidayat itulah panandang saudara2 mas hidayat setiap tahun di sana, derita yang tak berkesudahan, pemerintah memang sering memberi bantuan tapi skupnya masil kecil sekali, Gunungkdul itu sangat luas mas, alamnya ganas dan panas, dan itu membawa sifat masyarakatnya. Rata2 mereka pekerja keras di tempat manapun tapi dilain sisi orangnya lembut dan ramah2 lho, kalu ga percaya coba aja sesekali main ke sana, he he.Mas saya kasih tau ya, sebetulnya gunungkidul itu daerah berlimpah air, banyak daerah2 tertentu yang ternyata di kedalaman bawah tanah terdapat danau yang luasnya hektaran. Taruhlah contoh goa bribin, di kedalaman 100 meter ditemukan danau bawah tanah yang luasnya sekitar3 hektar dan airnya tak pernah kering, sementara ini yang mengelolanya ,mahasiswa dari jerman, tapi ya belum optimal mas, baru bisa menyuplai beberapa kecamatan saja karena terkendala oleh dana. Lha inilah PR pemerintah bagaimana bisa mengelola kekayan alam secara aman dan ramah sehingga tak menimbulkan kerusakan lingkungan.

    Salam

    Komentar oleh Ngabehi K.M — Juli31, 2008 @ 3:33 am

  10. wong gunung ulet – ulet,tur tanggung jawab neng pegawean.

    Komentar oleh bagoes — Desember19, 2008 @ 11:15 am

  11. Salam kenal mas Ngabehi K.M
    Dulu saya punya sahabat di Bandung namanya Handoko asli gunung kidul saya sempat kesana masuk beberapa gua spt song hilap, song tembus, kencana wungu, dampar kencana, petit dan beberapa lagi terlihat keajaiban Allah sungguh ajaib dan indah sekali.

    Komentar oleh kangBoed — Januari25, 2009 @ 5:19 pm

  12. Salam kenal kembali kangBoed, memang di gunungkidul banyak sekali goa goa bawah tanah, di sebelah barat rumah saya ada goa yang sangat indah yaitu Goa Rancang, ke arah selatan ada Goa Tritis. Banyak juga petilasan2 bersejarah diantaranya pertapaan kembang lampir(tempat kiageng pemanahan menerima wahyu mataram), pesarehan Ki Ageng Giring, Bondan Surati dsb. Silahkan berkunjung lagi ke GK mas.

    Komentar oleh Ngabehi — Januari27, 2009 @ 1:41 am

  13. Salam Persahabatan Mas Ngabehi
    Kemarin lebaran saya ke Yogya, mo ke GK temen saya dah gak ada, jalannya dah lupa konon kata temanku gua song tembus itu tempat para wali berkumpul mendapat pengajaran dari Sunan Lawu, wah mas hebat dah ada lambang negara terukir di celah dalam gua, ranjang pengantin dari stalaktit, pohon beringin dari batu, patung gajah dari stalaktit belum yg dilubang yang cuma bisa diintip, pitaka hanoman, wah hueebat tenan yo mas, tenang rasanya di sana mas, disana ada kuncennya masih saudara teman saya, begitu indah tapi sampai sekarang gak dibuka untuk umum kenapa ya mas ??

    Komentar oleh kangBoed — Januari27, 2009 @ 2:43 am

  14. kenalan… saya orang kerjo, kec. ponjong dimana makam Tumenggung Pontjodirjo berada

    Komentar oleh dimarjawa — April24, 2009 @ 7:38 am

  15. dear dimarjawa
    sugeng rawuh lan sugeng pitepangan mas,
    rahayu

    Komentar oleh Ngabehi — April24, 2009 @ 8:20 am

  16. Slm knal mas behi..kula asli ponjong,GK.sakmenika nembe wonten ing sulawesi tengah..nuwun

    Komentar oleh yudha ponjong — Juli9, 2009 @ 1:06 pm

  17. Sugeng rawuh Mas Yudha, wah wong Gunungkidul cen teng pundi pundi wonten. Mangga mas kula aturi leyeh leyeh sakwetawis, kula asli sampar paliyan.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli10, 2009 @ 1:25 am

  18. Pamuji Rahayu, Mas Ngabehi.. ,

    Ijin OOT ini mas,

    Saya sekedar mau titip pesen untuk mas Sujiatmoko disini ( soalnya Beliau kan juga sering mengunjungi blog ini khan… :) )

    Ini saya ada jawaban atas komentar Mas Sujiatmoko di blog saya :

    http://ratnakumara.wordpress.com/2009/06/22/tuhan-yang-maha-dimata-seorang-buddha/#comment-1190

    Semoga Mas Sujiatmoko lewat dan mampir blog ini, terus pirsa kalau dapat “message” dari saya, he he … :) ( Atau mungkin Mas Behi sendiri yang mampir2 ke blog saya via klik tautan tersebut :) )

    Oke, Maturnuwun atas waktu dan kesempatannya Mas Behi…,

    Mugi Rahayu ingkang Sami Pinanggih… ,
    Satuhu.

    ===============================================
    Rahayu mas Ratana
    itu kemarin saya berkunjung kerumah penjenangan dan corat coret di tembok :P

    Komentar oleh ratanakumaro — Juli12, 2009 @ 9:28 am

  19. Salam GunungKidul Handayani:-)
    ============================
    Salam Thiwul kang :D

    Komentar oleh sapto — Juli12, 2009 @ 12:27 pm

  20. yen bukune wonten menopo boten mas…

    Komentar oleh sarino — Agustus5, 2009 @ 3:02 am

  21. hmm, nenek gw asli gunung kidul.. beliau dari semin.. tp gw sekeluarga tinggal di jakarta.. :D
    mau nanya niih, (eh tp gpp kan ga pake bahasa jawa?? hehe soalnya kalo nulis’a ga bisa, tp klo ad org nulis atw ngmg ngertii) ^^

    waktu kecil, gw diceritain nenek gw klo gunung kidul itu tadi’a adalah gunung yg pnuh sama hutan rimba yg bnyk pohon gede n bnyk roh2 penunggu’a. sampe2 ga ada orang yang berani deketin gunung kidul..
    suatu hari sultan ngadain sayembara. siapa yang bisa motong pohon yg paling gede itu, dia bs dapet apa aja yg dia minta..
    semua org kata’a udh nyoba, tp yg ada malah sakit.. trus ada seorang kyai (lupa dr mna, yg pasti luar jogja) mencoba. eh ternyata dia bs.. akhir’a sultan ngabulin semua permintaan’a. tp yg dy mnta cm 6 langkah atau jengkal tanah…
    guess what? tanah yg cm 6 langkah atau jengkal itu lama2 berubah jadi desa sendiri…

    menurut buku cerita rakyat yg gw beli dulu jg gitu kog sejarah’a.. kog beda banget yaaa??

    Komentar oleh cieta — September11, 2009 @ 9:53 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.