Ngupadi Kasampurnaning Hurip

Februari18, 2009

Mistery Ponari dan Batu Ajaib (diskusi)

Diarsipkan di bawah: Campursari — Ngabehi @ 9:13 am

Benarkah Ponari bisa mengobati orang sakit, benarkah batu yang dimilikinya itu adalah batu bertuah, ada apa dibalik ini semua? Bagaimana fenomena ini kalu dilihat dari sisi spritual?Membaca komentar dari salah satu tamu di rumahnya Ki Sabda, saya sangat tertarik sekali untuk membawa berita yang menghebohkan ini ke ranah diskusi yang pasti sangat menarik. Silahkan para sahabat memberikan pendapatnya untuk peristiwa yang satu ini, sumangga!!!

& Komentar »

  1. diskudi sungguh media yang bagus untuk saling berbagi diantara kita Kangmas
    seperti yang saya posting kali ini dalam sebuah guritan sumangga katuran lenggah wonten gubuk kula sinambi nyruput wedang serbat :D
    Tuhan berkarya dalam diri manusia, manusialah tangan dan kakiNya
    Setiap pribadi telah dianugrahi talenta bukan untuk digenggam erat namun untuk saling berbagi
    Tiada yang paling hebat namun kebersamaan membuat kuat
    Dengan tulus menerima dan merayakan talenta yang ada pada orang-orang disekitar kita & dengan rendah hati mempersembahkan (melepas) talenta kita hidup semakin dipenuhi dan digenapi
    Karena kita seumpama untaian bunga, untaian batang-batang lilin yang menyala
    Malampun benderang berpendar cahaya
    Atmosfer dipenuhi harum wangi bunga

    pesannya Kangmas belum bisa saya penuhi karena pangrasa dereng kaconggah, nyuwun gunging pangaksami

    Komentar oleh tomyarjunanto — Februari19, 2009 @ 2:07 am

  2. Selamat datang mas tomy, wah penjenengan iki makin puitis saja, jangan jangan masih muridnya chairil anwar, o iya pesenan saya belum jadi ya?Mas terus bagaimana pendapatn anda tentang Ponari?

    Komentar oleh Ngabehi — Februari19, 2009 @ 2:17 am

  3. Sakmenika kathah manuk sami pados kurungan amargi kraton2 kang njenggereng sampun mboten saged kangge paugeran, ugi kathah tiyang sami kalimputan peteng. mila tugas panjenengan, kula lan para taruna sedaya ingkang dados penerusing laku kedah amersudi tyas rahayu dados kurungan ponang wahyu menika *manuk2 kang pada mabur* ugi sami berjuang paring pepadang dateng sasameng tumuwuh

    Komentar oleh tomy — Februari19, 2009 @ 7:42 am

  4. rahayu..
    Mas Ngabehi,, kemana saja anda kok baru kelihatan ??????
    saya kalah sama Ponari.. jadi enggak bisa komentar banyak-banyak
    menurut cerita ponari itu tidak hanya bisa nyembuhkan orang dengan batunya , tapi juga seorang wanita lokalisasi yang cari pelarisan di sana di siram air oleh ponari dia tahu segala yang sembunyi, juga kalau air itu dari tawar menawar di pedagang ponari dengan sindirannya juga tahu, ada banyak saksi hidup dari “setrup” bisa lari tiba tiba, emang ajaib, … tapi saya sendiri tidak tahu sendiri.. harap maklum
    wass wb

    Komentar oleh hidayat — Februari19, 2009 @ 10:00 am

  5. kalau menurutku, MUI sudah kalah populer dengan ponari,sehingga dia kebakaran sarung :D
    kalau memang demi kebaikan / kesembuhan …. sebenarnya ya tidak perlu dilarang / difatwa …. justru kalau dia (MUI) ingin menyadarkan masyarakat … yah ikut pasang iklan (disekitar lokasi) bahwa semua itu atas ijin dan kehendakNya.
    kan sudah ada …. bahwa semua yang terjadi di dunia ini semata2 karena atas ijin dan kehendaknya, karena hanya Dialah yang menguasai alam semesta ini …. tiada kuasa lain yang bisa menandinginya ???

    Kalau kita mengakui Dia Yang Maha Kuasa …. kenapa harus takut dengan manusia ?
    apalagi kalau manusia tersebut (jika)ternyata adalah kehendakNYa juga … maka masyarakat perlu dibina untuk tidak larut dalam pemberhalaan … yah semacam sinergi antara MUI dan Ponari :P
    supaya customer kita tidak lari …. :D

    ojo gumunan …
    ojo kagetan …
    ojo merian …
    ojo ke pede an (yang ini khusus untuk ku sendiri)

    salam,

    Komentar oleh wira jaka — Februari20, 2009 @ 1:52 am

  6. @Hidayat
    saya tidak kemana mana mas, cuma rasanya lagi emoh ngomong akeh akeh, ga tau deh.Ponari itu sangat fenomenal, yang misterius itu bukan hanya ponarinya tetapi masyarakat di sanapun kaya,nya penuh mistery juga, ah embuh lah ga ngerti aku.Makanya saya angkat issue ini supaya saya bisa meembaca pendapat teman teman yang lain.

    @Mas WiraJaka
    Wah kalu masalah MUI aku emoh komentar ah, entar komentar saya takut difatwa haram, he he

    Komentar oleh Ngabehi — Februari20, 2009 @ 3:42 am

  7. Nuwun Mas Ngabehi,

    Ada kemungkinan roh mbah buyutnya Ponari yang ndilalah pingin ber-reinkarnasi ke bumi, masuk ke tubuh Ponari. Mungkin ada jalur ke Ki Ageng Selo. Sebagai imbalannya, roh dan jasad Ponari diberi batu bertuah. Sang mbah buyut ini mungkin ingin menyampaikan wejangan-wejangannya, dan itu jelas memerlukan medium. Sayang perjalanannya agak nyasar, mungkin lagi mendung, jadinya masuk ke anak kecil. Coba masuk ke SBY atau Yusuf Kalla atau Agung Laksono, kan malah bagus. Presiden Indonesia bisa menyembuhkan penyakit secara misterius. Wuah, pasti wartawan asing berbondong-bondong ke Indoseia, devisa menumpuk, dan Indonesia bisa menjadi makmur. Halah, koq gampang banget untuk jadi makmur.
    Untuk sementara, karena sudah terlanjur salah masuk, ada bagusnya kalau Ponari dan mbah buyutnya diajari ngeblog dan Googling, supaya ajarannya bisa lebih meluas ke seluruh Indonesia. Kalau perlu diajari Bahasa Inggris, biar lebih mendunia. :lol:

    Salam.

    Komentar oleh Lambang — Februari20, 2009 @ 4:43 pm

  8. kesembuhan itu kan katanya hanya datang dari Tuhan. dokter pun sebetulnya tidak bisa memastikan apakah obatnya bisa menyembuhkan, walaupun hasil penelitian empiris. obat kimia adalah sarana, sedangkan ponari dan batunya mungkin sarana juga. saya rasa di tengah krisis alat tukar seperti sekarang ini, kemunculan ponari mungkin bisa dibilang jawaban alternatip dari Tuhan… perlu diperhatikan apakah ada unsur eksploitasi di dalamnya. hajar aswat kan juga batu, tapi kalo hanya dilihat batunya tanpa mengerti makna simbolisnya, saya kira tidak tepat juga. *saya juga sedang mbisu* :D

    Komentar oleh sitijenang — Februari20, 2009 @ 7:54 pm

  9. @Lambang
    Saya setuju banget usulan sampeyan yang point terakhir, sepertinya Ponari memang perlu diajari googling dan ngeblog, he he

    @sitijenang
    aku kangen banget mbek kowe kang, kok lama ga nulis di istananya kang jenang?Masalah batu saya lebih memandang ke sisi filosofisnya. Ini tidak kebetulan, Po…Nar…i, Batu, Petir. Kang jenang coba buka al hijr 20 s/d 27.

    Komentar oleh Ngabehi — Februari21, 2009 @ 4:32 am

  10. kata mbah2 saya dulu bledek itu ada 2 jenis bledeg paju & bledeg wedang yang dibedakan dari bekas sambarannya kalau paju bila menyambar pohon seperti bekas dikapak langsung rusak kalau bledeg wedang yang kena sambarannya akan mati pelahan-lahan
    dan bila ada sambaran bledeg orang yang cermat akan menemukan ada menghasilkan bekas batu atau rumput yang menggelinting itulah yang digunakan untuk menyembuhkan orang2 sekitar yang ‘kesamber gelap’ ,tidak berlaku buat yang kesambar terus mati :mrgreen:
    bagi saya fenomena ponari adalah hasil dari para-para agamawan, seperti ndudul bathuk :he kaya ngono kuwi lho oleh-olehanmu nyinau lan nyinaoni agama.
    & lebih jauh lagi kalau orang2 pada ikut mengenyangkan bangsa lain dengan nyembah watu ireng ternyata di nusantara ini sebenarnya tidak kalah banyak watu yang kalau dikelola dengan benar bisa mengenyangkan bangsanya sendiri *paling orang mberkahi wong sakkampune ponari*

    Komentar oleh tomy — Februari21, 2009 @ 8:06 am

  11. Kula nuwun, wah gayeng saestu para kadhang anggenipun sami sarasehan (Ki Ngabehi, Mas Wirajaka, Mas Hidayat, Mas Lambang, mas Siti Jenang dan Mas Tommy). Mugi sedaya tansah pinaringan berkah lan anugrah saking ngarsaning Gusti kang Mohowisesa. Saya tergelitik oleh komentar mas Tommy di atas. Semoga membuka mata banyak orang, jika seonggok batu kecilpun dan dimanapun ldaerahnya tetap saja bisa bertuah. Tuah tdk harus selalu di daerah yg dianggap suci. Krn pada dasarnya di seluruh bumi yg kita pijak ini merupakan tempat yg suci. Jika ada yg kotor, hanyalah ulah manusianya yg mengotori. Kalau kita sudah terbiasa menyaksikan mujizat tuhan, maka segala sesuatu yg menyimpan misteri kekuatan menjadi tdk nggumunake lagi. Mungkin memang hukum alam gaib itu di luar jangkauan akal budi manusia. Maka dalam hal ini kita menggunakan pisau analisa melalui batin kita. Pasti akan terjawab. Sebagaimana peran para leluhur yg mencapai kamulyan sejati, akan sangat menakjubkan bilamana kita dapat menyaksikan kedahsyatannya. para leluhur itu dapat melakukan di luar batas kemampuan manusia hidup di dunia. semua tetap dalam rumus kodrat tuhan di alam gaib yg sedikit sekali yg bisa kita tangkap. Itulah keleluasaan para leluhur di alam kamulyan sejati, luas dan lepas. Maka doa org Jawa kepada arwah adalah “lepaso parane jembaro kubure” yg memiliki makna sangat mendalam.
    salam sejati
    rahayu

    Komentar oleh sabdalangit — Februari21, 2009 @ 10:48 am

  12. Kalau menurut saya batu yang berada ditangan ponari merupakan batu petir ( mustika petir ) dan memang keistimewaan batu itu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang mempermasalahkan pengobatan sistem irasional dgn menjadikannya diskusi diruang publik padahal mereka lupa semakin dibahas maka orang2x akan semakin penasaran untuk datang ke ponari. Kalau menurut saya yang beginian nggak perlu MUI , IDI kebakaran jenggot solusinya hanya satu yaitu bagaimana caranya agar pengobatan medis bisa gratis nggak kayak sekarang mahal..mahal..mahal..saya jamin pengobatan sistem ponari lambat laun akan hilang dgn sendirinya..kecuali kalau sakitnya kena santet atau kesambet ya..mau gak mau kudu ke orang pinter he..he..he…

    Komentar oleh Siliwangi — Februari22, 2009 @ 2:14 am

  13. Sugeng pepanggihan maleh Kadang Sepuh Ngabehi,

    Geger Genjik PONARI dengan BATU Tuahnya, merupakan bagian dari pada FENOMENA alam semesta dengan sifat-sifat dasarnya yang SEJATI, BAIK dan SABAR ( Zhen-Shan-Ren ) menurut Budha. Dengan sama-sama saling memahami bahwa Manusia adalah Alam Semesta itu sendiri ( termasuk si PONARI ) merujuk ngendikaning poro Leluhur ingkang Waskito dalam GUMELARING JAGAD DUMADI. ” Tidak akan AKU ciptakan Bumi dan segala Isinya, jika bukan karena Engkau Muhammad ( Nur Cahyo )”. Nur Cahyo kang madhangi Jagad sak Isen-isene kabeh mengejahwantah dengan LAKONNYA si PONARI yg memberikan Cahyo Pepadhang ( membantu kesulitan, kesusahan sapodho-padhane makhluk ) menurut HUKUM KEJATEN yah Hukum Alam..yah Sunnahtullah…yah KODRAD saking Gusti ingkang Moho Suci yang Ghoib, seperti yg tersampaikan oleh Kang mas Sabdolangit di atas.

    DAMAI DI HATI…DAMAI DI BUMI….

    Salam
    http://kariyan.wordpress.com/2009/02/22/memahami-elmu-kamanungsan/

    Komentar oleh Santri Gundhul — Februari22, 2009 @ 4:29 pm

  14. Ngaturaken sugeng rawuh,
    Dumateng Mas Sabda, Kang siliwangi lan mas Santri Gundhul, semoga selalui diberkahi oleh Gusti Ingkang Akaryo Jagad
    Wassalam

    Komentar oleh Ngabehi — Februari23, 2009 @ 1:54 am

  15. Nuwun sewu, ngengingi bab Ponari, memang benar kata Kang Siliwangi, batu itu memang batu petir yg mengandung energi listrik DC (bukan AC) yg memiliki daya tinggi. Sehingga akan selaras dan sinergis dengan energi telekinetik di dalam “tenaga dalam” setiap orang. Namun karena model Ponari org bilang sebagai “dukun tiban” biasanya kedahsyatan kekuatannya hanya sementara. Krn bukan melalui “laku” yg panjang dan berat. Mungkin kekuatan itu akan bertahan berkisar antara 5 bulan hingga 7 bulan saja, dan setelah itu seolah2 energinya sdh habis. Seumpama instan akses. Atau makanan yg instan dan siap saji akan segera habis setelah kita makan. Lain halnya dgn makanan yg dihasilkan dari apa yg kita tanam di “ladang amal”. Dan mungkin memang begitulah “rumus” atau kodrat secara gaib yg berlaku. Lain halnya bila kekuatan di dapat sebagai buah dari “tanaman pohon kebaikan” yg kita tanam sejak dini. Maka kekuatannya akan langgeng.
    salam sejati
    rahayu

    Komentar oleh sabdalangit — Februari23, 2009 @ 5:42 am

  16. @Mas Sabda
    ada seorang Profesor yang kabarnya memiliki daya linuwih berpendapat bahwa tenaga dalam yang berada di tubuh Ponari adalah tenaga dalam yang bersifat negatif, dan suatu saat unsur negatif itu bisa saja mengendalikan Ponari di kemudian hari.Di mata saya kejadian Ponari adalah berbicara tentang Api, saya berpendapat bahwa ini semacem pengeling2 bagi kita semua.

    Komentar oleh Ngabehi K.M — Februari23, 2009 @ 6:40 am

  17. mas Ngabehi ….
    ternyata di Jombang yang jadi “dukun tiban” bukan cuma Ponari, tetapi sudah 3 orang, yaitu Ponari … Slamet … dan Nurrohmah.
    konon batu milik Nurrohmah di klaim bisa berbicara ….

    mungkinkah ini pertanda adanya sesuatu di Jombang ???

    Komentar oleh wira jaka — Februari23, 2009 @ 9:03 am

  18. nurut gue sih bukan dari batunya yang bikin sembuh, tapi keinginan dari pasien untuk sembuh sampe rela antri itu menunjukkan kekuatan untuk ingin sembuh, sedang ponari itu hanya obyek (pancingan) yang menarik minat para subyek terutama yang tak mampu berobat secara medis.

    dilihat dari antrian pasiennya, yang sembuh sebagian kecil.. itu juga yang langsung datang di tempatnya dan percaya sepenuhnya apapun yang dilakukan ponari, itu sebenarnya memnunjukkan kekuatan lebih/tersimpan dari si pasien yang muncul sehingga mendorong untuk cepat membaik.

    seandainya orang-orang sakit bisa berpikir sehat tentu lebih bisa dengarkan dan lakukan nasehat/saran dari orang sehat dan ahli, tentunya lebih cepat sembuh. seandainya seorang ponari sukses dengan keberuntungannya bukannya kontra produktif dengan usaha kebanyakan orang untuk susah payah sekolah. coba kalo lapindo bener bisa direkayasa ma ponari bukannya yang profesorpun pada tengsin berat tuh! gimana hayooo… ntar para sarjana pada suka bertapa ma piara jenggot gimana tuh?

    Komentar oleh bocah tua nakal — Februari23, 2009 @ 10:22 am

  19. seperti pada waktu maen sepakbola.. nampak kekuatan untuk menahan rasa sakit walaupun setelah selesai maen terasa banget capek dan sakitnya, juga pada olah raga bela diri… sakit secara fisik cepat sembuh karena metabolisme tubuh sangat baik dengan rutin olah raga.

    fenomena ponari itu termasuk penyembuhan secara ruh dan iman tanpa metode tetek bengek, yang penting percaya penuh dengan dibarengi usaha untuk sembuh. selebihnya adalah kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa, selebihnya lagi adalah berfikir sendiri saja kalo sakitnya kagak kunjung sembuh..
    kan sesuatu yang kebetulan itu ada unsur jodohnya dan tidak untuk semua orang, terserah itu berjodoh dengan medis, alternatif, kyai, sufi atau dengan sendirinya. kalo sakit itu datangnya dari Tuhan/karma sendiri yah siapa yang bisa sembuhkan selain selain musti dijalani dengan segala konsekuensinya yah!

    Komentar oleh bocah tua nakal — Februari23, 2009 @ 10:38 am

  20. Saibå bêciké samangså wóng kang lagi kasinungan kabêgjan lan nampå kabungahan iku tansah élíng gêdhé ngucap syukúr marang Kang Pêparíng. Awít élinga yèn tumindak kåyå mangkono mau kêjåbå biså ngilangi watak jubriyå uga mlêtikaké råså rumångså yèn wóng dilairaké marang sapådhå-padhané titah, mbêngkas kasangsaran, munggahé ngrêkså hayuníng jagad.

    Komentar oleh tomy — Februari25, 2009 @ 10:54 am

  21. rahayu…
    ya memang benar… akhirnya banyak orang-orang cari-cari batu… siapa tahu kayak ponari.. prihatin boss :D
    wass wb

    Komentar oleh hidayat — Februari25, 2009 @ 12:51 pm

  22. Jombang memang fenomenal, akhir2 ini lagi dirundung berita heboh, mulai dari Ryan si jagal maut, kemudian heboh ponari dan lainnya. Setelah ini semua berlalu apa kira-kira yg akan terjadi Ki ?
    Tapi paling tdk membuka mata pengelola negeri ini, bahwa banyak masyarakat yg menderita, tak mampu berobat ke dokter krn beaya medis dan obat2an relatif mahal. Daripada para kyai dan paranormal debat soal musrik sirik tak ada solusi akhir, lebih baik mengadakan pengobatan secara (gratis) ala Ponari, dijamin lebih berbondong2 lagi. Masyarakat tdk butuh lagi cermah-ceramah kharam atau bid’ah, mereka butuh obat gratis, paling tdk murah harganya, tetapi cukup berkualitas, tdk seperti di Puskesmas (murah dan tak manjur).
    Mas Hidayat kalau sempat bisa di “lihat” misteri Jombang ini, krn lenggahe di Kediri relatif tdk jauh dari Jombang ya. Sy punya paklik tinggal di Pare dan jalan Jayabaya Kediri. Dulu waktu remaja sering berkunjung ke Kediri. Mdh2an ada nanti waktu untuk berkunjung ke kediri sekalian bisa pinarak ke panjenengan.

    rahayu

    Komentar oleh sabdalangit — Februari26, 2009 @ 8:56 am

  23. rahayu…
    terima kasih Pak Sabda langit.. saya akan coba kesana untuk “melihat” silahkan mampir Pak Sabda, nanti bisa menghubungi saya sewaktu-waktu kalau anda ke kediri…..
    wass wb

    Komentar oleh hidayat — Februari26, 2009 @ 10:36 am

  24. @Bocah Tua nakal,
    Mungkin memang sugesti yang main mas, tapi pelajaran yang bisa kita ambil dari fenomena ponari memang banyak sekali, baik dari segi positif maupun negatif.
    Pamuji rahayu

    @Jakatan
    Kaya’nya profesi sebagai paranormal masa depannya cerah lho mas, he he

    @Tommy
    Mas aku yen maca syairmu kadang mikir sue banget lagi ngerti, jangan jangan sampeyan ini mbah Rangga kemasan baru. Teruske mas, keahlian langka ini

    @Hidayat
    Aku sekarang bisnis batu akik mas Hidayat, siapa mau pesen kontak email saja
    *guyon ben ojo tegang*

    @KiSabda Langit
    Jombang masih dalam isvestigasi Mas Hidayat Ki, saya tidak mau mendahului beliau takut kualat.he he
    Yang jelas setiap peristiwa itu ada korelasinya, baik dari tempat, waktu, kondisi dan manusia yang berada di dalamnya. Suwun

    Komentar oleh Ngabehi K.M — Februari27, 2009 @ 4:34 am

  25. rahayu…
    @semua teman diskusi…
    hasil investigasi sementara :
    1. asal muasal batu itu adalah sbb : sudah pernah saya tulis diblog ini tanggal 27 Agustus 2008 pada topik menitis dan reinkarnasi sy masih ingat apa yang saya tulis saya cari digoogle dan ketemu sbb:

    “……iluman atau tega seperti hewan, nanti setelah mati kita akan kesulitan bertumimbal lahir, kita akan tinggal di batu-batu an, di pohon, dilaut , di sungai, karena gagal bertumimbal lahir, juga bisa terlahir sebagai hewan…
    kalau tidak percaya silahkan memuja di gunung kawi………”

    jelasnya klik disini: http://ngajitauhid.wordpress.com/2008/08/24/menitis-dan-reinkarnasi/

    2. masyarakat sekitar sangat merasa beruntung seperti bisnis yang tidak jelas
    3. masyarakat yang membutuhkan tidak mengetahui apa-apa yang mereka inginkan “penting sembuh”
    ….
    wass wb

    Komentar oleh hidayat — Februari28, 2009 @ 9:30 am

  26. nb: mungkin ada yang bertanya jika yang masuk kedalam batu itu dulu orang yang mengumbar nafsu /siluman , tapi mengapa sekarang bisa demikian hebat kesaktiannya misalnya menyembuhkan orang, jawabannya adalah : dulu banyak tokoh sakti “kelas dunia” yang telah terbawa hawa nafsunya dan menempuh jalan yang tidak tepat. kenapa demikian, ini bisa dilihat diblog saya ditopik keghoiban para sufi- yang penting amal solehnya boss… orang “sakti” belum tentu berbudi luhur dan jelas baik ajaran maupun kelakuannya maka harus hati-hati dalam berguru kesaktian….jelasnya klik disini: http://budayajawa.wordpress.com/2008/12/16/keghoiban-para-sufi/

    Komentar oleh hidayat — Februari28, 2009 @ 10:09 am

  27. Masalah ponari,sebenarnya memang ada pesan2 tersirat,sindiran yg sangat tajem bagi kita semua, dan emang baiknya ga dihakimi secara sepihak saja.

    Bagi kita2 yg sehat dan banyak uangnya mungkin masih bisa menggunakan logika untuk berpikir ketika ada penyakit datang,tetapi belum tentu ketika kita atau ornag yg kita sayangi menderita penyakit dan kebetulan kita lagi kekurangan uang, kita bisa tetap dalam keadaan kondisi batin yg stabil dan berlaku sebijaksana biasanya.Karenanya bia dibilang “masalah” itu sahabat kita,karena dengan adanya “masalah”,kita setaip kali diperkenalkan kembali dengandiri kita yg sebenarnya.

    Tapi yah malesnya itu juga jika setiap kali di tanya oleh temen2 yg kebetulan “kurang faham” dengan penderitaan orang2 kecil dan memang kebetulan juga didalam rasa hatinya itu sudah kadung “sentimen” sama suku jawa,mereka bilang itu intinya bahwa di jawa sini itu sumbernya kemusyirikan……
    ====================================================
    Mas Ndek: saya kok jadi inget debat antara kiyai vs paranormal.
    Rame abiss…
    Trimakasih udah sudi mampir mas

    Komentar oleh Ndek — Februari28, 2009 @ 8:28 pm

  28. setuju sama mas hidayat,
    Kadang ada juga memang ruh2 yg saking terikatnya sama daya kebendaan itu ketika meninggalnya yah manjing ke sebuah batu,dan jika kebetulan ada “dharma hidup”yg belum tuntas yah minta dituntaskan lewat anak keturunannya yg kebetulan juga sewatak dan sesifat…umpamanya dahulu seorang tabib atau apa…..
    biasanya ketika sudah tuntas,batu itu murco atau bisa juga hilang kekuatannya.

    Yang pasti salah satu pesen dari kejadian ini adalah semua orang2 kecil itu pada susah dan menderita hidupnya,orang kalo susah dan menderita itu sukar untuk bisa disuruh berpikir logis atau ditakut2ti sama kitab,mestinya yang jadi pejabat sama kaum ulama diatas sana pada tanggap dong….
    jangan sampai nanti keburu di tagih pertanggung jawabannya selaku pejabat dan rokhaniwan oleh Hukum Alam.

    Komentar oleh Ndek — Februari28, 2009 @ 8:37 pm

  29. Sedikit info yah,siapa tau bisa dipakai oleh kita bersama buat bermawas diri :)

    Btw,Bledeg itu jikalau dalam pararaton disebut GUNTUR,yang arti tersiratnya adalah suatu kejadian yg menggemparkan dan mengguncangkan hatinurani kita bersama,jadi bukan gunung meletus sebagaimana yg diyakini oleh sejarahwan2 masa skrg ini.
    lalu kata bledeg dipakai oleh babad tanah jawi dengan carita kiasaan : Ki ageng Selo Menangkap Bledeg” itu.

    Watu Bledeg “anak kecil” Ponari????.

    Komentar oleh Ndek — Februari28, 2009 @ 8:42 pm

  30. Sakti itu kan sayekti atau sesungguhnya, jauh dari tipuan dan kepalsuan.
    Bledheg itu sendiri suatu fenomena energi fusi dingin yang belum bisa dipecahkan misterinya, hanya sebagai efek kejut atas kebodohan dan kotornya batin manusia.
    Kalo soal mengenal Tuhan ‘kebenaran’ jangan anggap remeh lugunya anak kecil, dajjal sekalipun tak sanggup menaklukkan apalagi orang awam dengan titel hebat sekalipun semacam ustad/ulama/dogmator.
    Bahasa alam jauh lebih luas dari yang pernah ditulis dan dihapal, jadi jahiliyah itu kegelapan batiniyah manusia yang menjadikan manusia jadi bodoh sampe tak mengenal Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan Semesta Alam/Dimensi dan semua agama dan kepercayaan yang ada di bumi manusia.
    ====================================================
    Selamat datang mas Abu Sogok, sampeyan sama tidak dengan mas Abu Gosok?:D

    Komentar oleh Abu Sogok — Februari28, 2009 @ 10:01 pm

  31. sungguh tajem…….tanggap ing sasmita,karenanya hati2 sama yg dianggep “kecil” dan kurang ada artinya di bawah sana,jangan2 masa depan dunia berada didalam genggaman telapak tangannya.

    Komentar oleh Dian — Februari28, 2009 @ 10:10 pm

  32. Sedherek sedulur, Kadang sinorowedi

    Lihatlah….disana telah dilahirkan SATRIA SEMPURNA yang sangat fasih berbahasa, lembut tatapannya, besar JIWANYA, terang parasnya dan KUAT RASANTA….!! Tapi embuh…PONARI-kah???aku sendiri juga gak WERUH…Dialah yang di idam-idamkan dan di elu-elukan oleh banyak Malaikat-malaikat untuk menerima KHAIR KEBAJIKAN dari Tuhan-Nya. Dengan tangannya kelak Dia kan bahagiakan Bangsa dan Nuswantoro ini. Dengan kata-katanya Dia kan sempurnakan bahasa Dunia. Dengan PERILAKUNYA kelak Dia hindarkan manusia-manusia dari BAHAYA. Semua hal ihwalnya TERSEMBUNYI RAPAT dari khalayak ramai, meski banyak orang yang terus mencari tahu KEBERADAAN siapakah Dia. Sesungguhnya Allah telah menyembunyikan KHALIFAH-Nya dari kaum kebanyakan ( keramaian ) begitu kata sebuah hadist. Maha adil Gusti Kang Hakaryo Jagad menyembunyikan Dia dari TATAPAN IRI MALAIKAT dan RATAPAN BENCI sang DAJJAL..!!.

    Salam ~ Sindenan pas lagi Ngantuk
    ===================================================
    Sugeng rawuh mas Santri Gundul, mangga dipun rahapi camilan sakwontenipun :D

    Komentar oleh Santri Gundhul — Maret1, 2009 @ 2:44 pm

  33. Sebenernya yg parah itu bukannya orang2 kecil pada berobat ke Ponari,itu wajar masih bisa diterima nalar dan diterima rasa,tapi kalo yg ngakunya pejabat2,yg lagaknya intelek,tapi ketika sudah berjuang mau eker2ran memperebutkan kekuasaan dan kehormatan itu bukannya malah DUduk sing teKUN,maneges Karsa tapi malah ke dukun…………

    Komentar oleh Hos Cokroaminoto — Maret2, 2009 @ 7:19 pm

  34. Indonesia itu harus dipimpin oleh “TANGAN TUHAN”,seorang pemimpin yg sungguh2 direstui oleh langit dan bumi,serat didukung oleh seluruh anasir alam yang ada,lahir sebagai seorang pemimpin,berjiwa pemimpin,bukan pemimpin buatan rekayasa nafsu ambisi manusia sendiri,sehingga ga bisa ada pamrih apapun disana tetapi melakukan segala sesuatunya karena memang ya begitulah semestinya,sehingga mereka2 yg dianggap tidak ada artinya,serta tidak mengerti ada artinya hidup disini bisa menjadi sungguh ada artinya.
    Dan segala sesuatu yg disentuh oleh tangan yg penuh cinta,sekalipun pada awalnya dianggap sampah,bisa menjadi ada artinya.

    Harta Karun Nuswantara itu yah bumi ini dan kita2 ini yg muda2,serta seluruh warga masyarakat yang ada karena jika sungguh di olah,dituntun dan dikaryakan oleh “TANGAN TUHAN” mesti bisa menjadi bekal masa depan dunia sini dan membahagiakan hidup banyak orang.

    Siapa di jaman ini yg hidupnya masih diliputi oleh getaran hidup asal yaitu KASIH????.

    Ga ada kayanya…..karenanya ga akan juga dalam waktu dekat kita bangkit menjadi mercusuar dunia.Semua bergantung kepada kita2 sendiri!.

    Komentar oleh Madjalah Retno Dumilah 1908 — Maret2, 2009 @ 7:32 pm

  35. ndak usah punya prasangka tentang Ponari. ndak usah mikir negatif dulu, biarkan saja. semua bisa terjadi karena ijin dari Allah. soal minum air dari celupan batu Ponari lalu sembuh, bisa saja kalau Allah sudah berkehendak. Ponari adalah petugas dari Allah,sama seperti makhluk Allah yang lain, jika kita berpikiran negatif kepada Ponari, sama saja kita berpikiran negatif ke Allah.mungkin ini juga adalah sindiran Allah melalui Ponari kepada pemerintah yang selama ini kurang memikirkan rakyatnya. rakyat rindu dan butuh pengobatan yang murah,tidak perlu prosedur yang neko-neko alias jlimet. tidak seperti orang miskin yang ketika sakit di rumah sakit, ndak dilayani dengan baik karena miskinnya dan harus minta bukti ke kelurahan lalu minta acc dari camat.ntar keburu si sakit mati duluan sebelum diobati. atau Ponari juga sindiran buat MUI yang nota bene tidak ngurusi umat, malah ngurusi fatwa haram rokok. rokok kok haram, dasarnya apa? atau ponari juga sindiran bagi orang di seluruh indonesia yang lagi rame soal CALEG dan Pemilu. atau juga sindiran juga bagi para dokter yang selama ini hanya ngurusi praktek pribadinya dibandigkan praktek di puskesmas atau di rumah sakit yang cuma mak nyuk terus ngeloyor pergi. kalau dirumah kan meriksanya bisa lama karena ongkosnya mahal. Ponari juga sindiran bagi para pinisepuh yang diberi kelebihan ilmu oleh allah, tetapi tidak mau mengamalkan ilmunya, lebih senang menyendiri di rumah hanya untuk dirinya sendiri…mbok diamalkan ke orang yang membutuhkan biar manfaat. ponari juga sindiran bagi para kyai-kyai, mobok jangan asal jeplak ngomong itu syirik dsb…. syirik yang tahu itu cuma allah…ponari..ponari.. silahkan saja…ambil positifnya saja.

    Komentar oleh Much — Maret3, 2009 @ 5:51 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.