Ngupadi Kasampurnaning Hurip

Juni11, 2009

Othak Athik Gathuk

Diarsipkan di bawah: Wawasan Nusantara — Ngabehi @ 7:57 am

Akhir akhir ini saya lebih suka intens berselancar ke padepokan saudara-saudaraku di dunia maya ini daripada menulis di blog sendiri. Misalnya ke rumah Ki Sabda, kangBoed, Mas Ratana, mas Lambang , mas Tomy, kang Gundhul, kang Jenang dan lain-lain. Saya sungguh gembira dan bahagia sekali, dari saudara sadaraku yang winasis dan waskita ini, beliau beliau sedang gencar gencarnya berjuang membangunkan rakyat indonesia yang sedang tertidur pulas, melalui jalan spiritual.

Nah supaya agak beda, saya akan mencoba menjadi pengamat politik amatiran saja he he. Tentu saja dalam pengamatan ini, saya tidak akan menggunakan ilmu politik, karena saya memang bukan sarjana sospol, metode  yang akan saya pakai adalah metode othak athik gathuk ala gunungkidul, dan ini adalah imu warisan dari pak dhe saya :D

Emmmm begini ceritanya, semalam saya menonton deklarasi pemilu damai yang dipancarkan oleh salah satu stasiun tv swasta, acara ini dihadiri oleh ketiga pasangan capres dan cawapres. Nah ketika sampai acara penandatanganan pernyataan kesepakatan bersama,belum sampai  sang MC selesai berbicara, tiba tiba ada kejadian lucu. Pak JK dan Pak Wiranto tiba tiba nyelonong meninggalkan gelanggang (panggung), disusul Pak Budiono yang sebelumnya sempat agak kebingungan,namun akhirnya menyusul juga.Tinggalah Pak Prabowo dan mbak Mega yang tetap tenang, sementara pak SBY agak tersipu sipu memandang Pak Budi.

Dari kejadian spontan ini, melalui othak athik gathuk saya memprediksikan hal hal yang akan datang, menyangkut nasib ketiga pasangan capres dan cawapres ini.

1.Pasangan Megawati -Prabowo

Berpeluang lolos terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, mereka akan seiring sejalan dalam mengendalikan roda pemerintahan. Walaupun di lapangan mungkin Mas Prabowo akan lebih mendominasi dari pada Mbak Mega, terbukti  saat mengangkat tangan bersama, mbak Mega hanya mengangkat tangan satunya :P

2. Pasangan SBY dan Budiono

Kemungkinan lolos terpilih menjadi Presiden dan wakil presiden, tapi di tengah perjalanan sang wakil akan mengalami kebingungan yang mungkin berasal dari faktor luar pemerintahan, dan yang lebih fatal kemungkinan sang wakil akan mengundurkan diri sebelum purna tugas.

3. Pasangan JK dan Wiranto

Waduh… menurut tanda tanda semalam, pasangan ini akan tereleminasi pada putaran pertama saja. Sepertinya suara yang diharapkan, jauh sekali dari yang diharapkan.

Yach.. inilah tanda tanda yang saya baca dari peristiwa yang terjadi tadi malam, bagaimanapun juga Gusti Allah lah yang lebih tau, sesungguhnya manusia hanya menyangka-nyangka saja :mrgreen: . Dan andaipun apa yang saya sampaikan ini menjadi kenyataan, janganlah semua ini diyakini sebagai kebenaran, namun anggap saja hanyalah kebetulan atau sebuah banyolan yang menjadi kenyataan. Walau fakta membuktikan, “TIADA YANG KEBETULAN APAPUN YANG TERJADI DI ALAM INI.”

Wallahualam

& Komentar »

  1. Hehehe……senyum ngengir saya membaca postingan Njenengan Mas………coba kalo pendukung JK-Win baca bisa kebakaran jenggot nih……Tapi memang segala tindak-tanduk, kejadian spontan, bisa sangat mungiin merupakan cermin atau firasat.

    Komentar oleh mas8nur — Juni11, 2009 @ 4:20 pm

  2. pamuji rahayu…

    hehehehe.. bener mas8nur.., nyengir.., memang kalao JK-WIN kayaknya ndak bakalan dapet apa2.., hehehe.. biar tambah kebakaran jenggot…, hehehe…, kangmas ngabehi beralih profesi…, nanti kalo dipanggil ke Stasiun TV untuk komentar Politik harus datang lho Ki….,

    salam sihkatresnan

    rahayu,

    Komentar oleh hadi wirojati — Juni11, 2009 @ 6:20 pm

  3. @masNur & Mas Hadi ingkang dahat luhuring budi,.
    Sesuatu yang kita lakukan dengan spontan tanpa tercampur oleh fikir dan sebagainya merupakan dorongan dari alam bawah sadar kita. Bentuk rumah, pakaian, kendaraan dan lain lain merupakan cerminan dari kepribadian seseorang, karena hal hal tersebut terlahir dari kedalaman jiwa, menurut saya begitu,

    Komentar oleh Ngabehi — Juni12, 2009 @ 1:18 am

  4. Tiap masuk ke gubuk ijo meniko saya merasa damai….

    Terima kasih ki, meski guyon tapi kalau panjenengan ingkang waskita njangka kejadian yang akan datang ya lain perkara karena semua akan jelas dan gamblang di mata hati yang bening dan sejuk atas ijin Gusti Kang Murbeng Jagad. Siapapun presidennya semoga akan membawa negeri ini pada kesejahteraan batin dan lahir..lak mekaten to ki??

    Rahayu.
    ===============================================
    Wah menika namung guyonan mawon Ki Wong Alus, Mugi2 sakmangkeh, sinten ingkang kepilih saget membawa perubahan.Maturnuwun sampun kersa nyambangi gubuk kula.

    Komentar oleh wong alus — Juni12, 2009 @ 12:21 pm

  5. hehehe.. mas Ngabehi AYA AYA WAEnya.. pokoke TOP markotop yaaa…
    Salam Sayang
    =====================================
    Dari pada ga nulis kang boed, lebih baik ya bikin coret2an :mrgreen:
    Ini adalah salah satu cara mengubah dunia dengan tulisan :D

    Komentar oleh KangBoed — Juni12, 2009 @ 5:11 pm

  6. Saya dalam mensikapi pilpres saat ini tidak bisa memprediksi karena rasa sudah tidak murni lagi, ada kepentingan & keberpihakan.
    Namun semoga siapapun yang menjadi pemimpin bangsa ini sanggup membawa Indonesia kepada kejayaan sesuai cita2 para pendiri bangsa.
    Sudah saatnya para muda penerus bangsa ini seperti kita bangkit berjuang, demi bangsa & Negara sesuai kemampuan & kapasitas kita masing-masing.
    Seperti saya & panjenengan Kangmas Herjuno :D yang mungkin sekarang baru bisa menyumbang lewat tulisan *menulis adalah pekerjaan keabadiaan—gajah mati meninggalkan gading blogger mati meninggalkan tulisan*
    Tapi jangan mati dulu :mrgreen:

    Soal mati hak Hyang Widhi
    Namun hidup selalu ada harapan & harus selalu diperjuangkan

    Mari kita menjadi bagian dari solusi bagi negeri ini, karena bila tidak boleh jadi kita malah jadi bagian dari masalah negeri ini :wink:

    Indonesia Jaya !!!
    ================================================
    Leres Mas Tomy, blogger yang baik adalah yang mampu menyumbangkan tulisan2 yang bermanfaat dan mencerahkan untuk manusia lain. Rahayu

    Komentar oleh tomy — Juni15, 2009 @ 7:51 am

  7. Wah ..menarik sekali membahas para capres cawapres. Tapi hasil othak athik gathuk Ki Ngabehi cukup logis kok. Namun jika kalkulasi secara politis, memang JK-Wir akan tersisih di putaran pertama. Selanjutnya pertarungan sebenarnya baru akan terjadi setelah putaran ke dua. Dan mungkin saking ketatnya akan terjadi 3 putaran. Jika SBY-Budi menangpun hanya tipis selisihnya. Demikian pula pasangan Mega-Pro.
    Terlepas dari siapa calon pemenangnya, yg jelas presiden-wapres yad akan melewati masa-masa sangat berat, setidaknya dimulai 2012, di mana bener2 terjadi kiamat (nyileme prahu gabus). Terutama kiamat ekonomi dunia, kiamat politik, bahkan mungkin kiamat spiritual. Artinya, baju-baju agama, simbol kesalehan, lambang kesucian, hanyalah sekedar tampak luarnya saja, sementara isinya yakni pencapaian spiritual, justru mengalami kebangkrutan yg sangat akut. Hanya yang eling dan waspada saja yg akan tetap eksis dalam pencapaian spiritual, dan menemukan kemuliaan sejati, kemerdekaan lahir dan batinnya. Ngapunten Ki, bilih wonten lepatipun.

    salam asah asih asuh
    ===================================================
    Trimakasih Ki atas komentarnya, mungkin seperti fenomena jaman Dinosaurus, yang mampu bertahan akan terus berevolusi, yang tersisih ya tertelan bumi.Evolusi terus berjalan……

    Komentar oleh sabdalangit — Juni15, 2009 @ 1:04 pm

  8. sugeng rahayu.

    kulo nuwun,
    kangmas ngabehi.. pripun kabar panjenengan… tansah bagas waras saking berkahing Gusti ingkang Akarya Jagad mugya…, nembe menapa kangmas.. sampun ngantu ngantu menika napa sampun wonten wangsit ingkang badhe dipun wedhar ing mriki…, monggo kangmas…, paseban panjenengan amrih katon langkung edhum.. nyuwun pangapunten mbok bilih kirang prayogi…, matur sembah nuwun..

    salam rahayu karaharjan..

    pareeeng..,

    Komentar oleh hadi wirojati — Juni17, 2009 @ 12:53 pm

    • Puji syukur dumateng ngarsanipun Gusti Ingkang maha Agung awit kula tansah ginanjar bagas waras mboten kekirangan setunggal punapa, mugi penjenengan Mas Hadi Mekaten ugi. Waduh mas, kepeksa dereng saget caos sesegahan ingkang ngresepaken, amargi dereng wonten wekdal ingkang mirunggan , kathah sanget jejibahan ingkang nembe kawula ayahi, sahingga dereng saget konsen damel coret coretan maleh.
      salam sih katresnan
      mugi tansah pinayungan dening Gusti, tebih ing bebendu lan rahayu ingkang sami pinanggih.
      Sopo temen bakal tinemu.
      maturnuwun

      Komentar oleh Ngabehi — Juni18, 2009 @ 4:44 am

  9. Dear mas Ngabehi,

    Kalau disini pasti pekat dengan bahasa Jawa mlithit ya ;)

    Ngikutinya enak juga, kayak nonton kethoprak tu lho mas, heheh.. .

    Eh, tapi saya ada koreksi untuk mas hadi wirojati.

    Mas, sebenernya, kosakata “PRIPUN” itu kurang tepat lho mas (atau lebih tepatnya, itu “krama-ndesa” ) yang lebih tepat “KADOS PUNDI”. Sepertinya begitu.

    Ini saya tahu dari seorang kerabat saya yang mengasuh paguyuban seni dan budaya Jawa, termasuk hal2 pedhalangan.

    Hanya sekedar usaha menambahkan saja. Saya sendiri tidak ahli bahasa Jawa, sudah 16-an tahun tidak menggunakan.

    Maturnuwun,
    Salam sih katresnan kagem para kadhang sedaya…

    Komentar oleh ratanakumaro — Juni18, 2009 @ 5:27 am

    • ya, betul mas Ratana, bahasa jawa memang betingkat tingkat. seperti contoh bahasa ngoko, ada ngoko kasar dan alus, krama madya ,kromo inggil dan lain lain, saya sendiri juga belum pernah belajar bahasa jawa secara khusus. O iya kenapa Mas Ratana sudah tidak mau memakai bahasa jawa lagi.

      Komentar oleh Ngabehi — Juni18, 2009 @ 6:22 am

      • Bukannya tidak mau pakai bahasa Jawa lagi, tapi sudah lama terputus dengan bahasa Jawa. Waktu kecil, hingga usia 12-13 tahunan, saya setiap hari memakai bahasa Krama-Inggil kepada bapak ibu saya, Pak Dhe, Pak Lik, dll.

        Tapi, kemudian mulai SMP, mulai “gaul” dengan anak2 lainnya, jadi meninggalkan kebiasaan itu sampai sekarang.

        Sekarang, kalau mau pakai lagi, sudah beda, sudah canggung, tidak biasa. Jadi takut salah.
        Karena itu, mending tidak usah pakai bahasa Jawa saja,hehe.. .

        Itu pertanyaan mas Behi saya jawab singkat di blog, tapi mas Behi pasti ya sudah tidak perlu diceritani banyak2 lah, kalau orang2 Kejawen itu ya pasti sudah akrab dengan kisah2 seperti itu, bahkan tak jarang juga sudah menemui sendiri.. .

        Peace & Love, mas Behi.. .

        Komentar oleh ratanakumaro — Juni18, 2009 @ 6:28 am

  10. Itu pertanyaan mas Behi saya jawab singkat di blog, tapi mas Behi pasti ya sudah tidak perlu diceritani banyak2 lah, kalau orang2 Kejawen itu ya pasti sudah akrab dengan kisah2 seperti itu, bahkan tak jarang juga sudah menemui sendiri.. .

    Peace & Love, mas Behi.. .
    ================================================
    Mas aku jadi senyum2 sendiri baca komentar ini, memangnya saya ini termasuk kejawen yo mas, saya ini masih aktif sholat lima waktu lho mas, sholat tahajud, ndarus dan lain lain, tapi trimakasih atas pujiannya.
    o iya kemarin saya sudah baca komentar balasan penjenengan, trimakasih sudah sudi mampir.

    Komentar oleh Ngabehi — Juni18, 2009 @ 7:39 am

  11. Kejawen itu kan banyak versi to mas.

    Ada Kejawen yang sangat kental dengan nuansa Islamnya.
    Ada Kejawen yang malah berbau Katholik/Kristen ( pemeluknya mayoritas Katholik/Kristen ; ini juga ada lho mas ).
    Ada bahkan Kejawen yang tidak campur sama apapun ( tidak campur Islam , tidak campur Katholik-Kristen ).

    Lha berarti kan mas Behi itu Kejawen yang kental dengan nuansa Islamnya to.. .

    Mas Hidayat itu sekarang sudah sangat jarang internetan ya. Mesti disrengeni bojone tu, diomeli, hehe..

    Peace & Love, mas Behi..

    Komentar oleh ratanakumaro — Juni18, 2009 @ 8:00 am

  12. ha ha, mas hidayat itu menurut penelusuran saya lagi rajin mesu budi, tapi biasanya kalu sudah di rasani terus muncul mak benduduk gitu he he, tapi akhir2 ini beliau jarang guyon mas, ga tau nich…

    Komentar oleh Ngabehi — Juni18, 2009 @ 8:44 am

  13. sugeng rahayu..

    terima kasih kangmas ratana atas koreksinya.. hehehe… betul kangmas… saya pakai krama madya ndesa… maklum dari kecil hingga SMA di desa.. jadi hehehe… kaku juga untuk berbahasa jawa.. apalagi saya sudah mnetap di Jawa barat.. jadi kalu pake bahasa jawa saya pikir dan buka buka memori dulu hehehe.. akan saya perbaiki kangmas.. supaya lebih baik dan enak didengar.. rasanya kalau pakai bahasa suku ( maaf ) lebih mak nyes.. dan artinyapun lebih dalam… hehehe… matur sembah nuwun

    salam sihkatresnan

    rahayu karaharjan.., punten Ki ngabehi nupang cocoretan .. manawi anjeun tiasa masihan hampura anu ageung nya… hehehe..,

    Komentar oleh hadi wirojati — Juni18, 2009 @ 2:53 pm

  14. Sugeng sonten Mas …. ijin maos mkoment sedulur2 sedaya.

    Komentar oleh mas8nur — Juni21, 2009 @ 6:45 am

  15. Wah…wah….
    Sudah dapet gambaran yah Kang?
    Klu melihat kombinasi Nama Capres dan Cawapres dan menurut hitungan per Abjad pasangan SBY. masih paling TOKCER…haaaaaa….
    Sedangkan pasangan yang paling bisa bekerjasama sedikit konflik kepentingan adalah JK-WIN.
    Untuk MEGAPRO…he…gak jamin bisa bekerjasama konflik Kepentingan dominan karena sama-sama memiliki kepentingan AMBISI KEKUASAAN..haaaaaaaaaaaaa…..

    Prediksi Hitungan Capres berdasarkan kombinasi pasangan nama/abjad :
    JK-WIN = 130 ( Hambangun Projo )
    SBY-BUDIONO = 140 ( Naik Tahta )
    MEGAPRO = 115 ( Tunggul di atas API )

    Salam – GOTHAK~GATHIK~GATHUK

    Komentar oleh Santri Gundhul — Juni22, 2009 @ 7:15 am

  16. Sebutkanlah siapa tokoh yang Anda kagumi di negeri ini? Kemudian teliti dengan penuh kejelian, apa yang telah mereka kerjakan untuk perubahan nasib masa depan bangsa dan negera kita? Malangnya, masih banyak rakyat kita yang selalu saja terkagum-kagum dengan bayang-bayang sang tokoh. Rakyat tetap berharap dan percaya kepada para tokoh.
    Padahal, sampai mati pun rakyat berharap, tidak mungkin tokoh-tokoh yang kita kagumi itu akan mampu menyelamatkan Republik ini dari kehancuran moral yang telah menggejala di semua sektor kehidupan. Sebab, para tokoh kita sejatinya adalah makhluk-makhluk egois yang hanya memperjuangkan nasib dirinya dan kelompoknya. Sesekali mereka tampil dihadapan publik seolah-olah seperti tokoh yang baik hati, lembut, dermawan dan perhatian. Semua itu hanyalah dalam rangka membangun politik citra (imajinasi) yang sebenarnya bohong belaka!!!!! Percayalah sekarang ini tokoh telah mati!!
    …….
    semoga tulisan ini hanya sekedar ceracauan tak berarti dari kami
    bukan yang sebenarnya terjadi
    …….
    http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/07/31/sang-tokoh-telah-mati/

    Komentar oleh tomy — Juni23, 2009 @ 12:26 am

    • Whaaaaaaaaaaaaaaks…
      Kang Tommy dadi serius banget gonoh…???. sampek NGOS~NGOSAN…

      Sodhorin KOPI TUBRUK GULA AREN….

      Komentar oleh Santri Gundhul — Juni23, 2009 @ 7:32 am

    • Tajam!.

      Komentar oleh ahmad — Juli1, 2009 @ 7:59 am

  17. SETUJU… mas TOMMY PANCEN OYEEEEE… yang ada hanyalah ZOMBIE dan MAYAT HIDUP… marilah kita berceloteh mengenai sebuah bangsa yang telah kehilangan jati dirinya… berjalan seorang diri meninggalkan saudara sejatinya… berjalan bertemankan angan angan yang melambung hingga hati nurani yang jauh tertinggal

    Komentar oleh KangBoed — Juni23, 2009 @ 5:08 am

  18. Selamat pagi mas Behi.

    Mas Behi, itu pertanyaan saya di blognya mas Tomy kok belum dijawab.
    Tentang, “Kira2 siapa Capres dan Cawapres yang mirip Soekarno?” seperti idolanya mas Behi itu.

    Tapi malah kayak kampanye saja ya mas, hehe..

    Mugi Rahayu ingkang sami pinanggih. ;)

    Komentar oleh ratanakumaro — Juni24, 2009 @ 1:57 am

    • Selamat pagi juga Mas Ratana..
      Soal capres yang mirip2 pak Karno sepertinya belum ada mas, tapi yang akan saya pilih nanti paling tidak ada mirip miripnya sedikit sama Pak Karno, entah itu cara ngomongnya, cara berpakaiannya, atau cara berfikirnya, he he. Yang jelas rahasia dong..
      Wassalam

      Komentar oleh Ngabehi — Juni24, 2009 @ 2:46 am

      • Dear Mas Behi,

        Apakah jagonya mas Behi seperti yang mas Behi gambarkan itu jadi menang mas ( menurut quick count sementara ini ) ?

        Kalau jago saya kalah mas.. .Kok yo cukup telak kalahnya, kena uppercut :)

        Yah, harus lilo-legowo.

        Lanjutkan !

        :) :) :)

        Komentar oleh ratanakumaro — Juli9, 2009 @ 6:25 am

  19. Wah,mas Behi, penjelasan anda itu mengarah pada seseorang yang saya tahu.
    Saya tahu sudah sejak lama ( setidaknya minimal sejak tahun 2007-an ) mas Behi kagum pada orang tersebut kan ? Dan berharap orang tersebut adalah “Satriya-Piningit”

    Ya gak, hayoo, heheh… .

    Tapi kayaknya saya juga akan pilih orang itu kok.. .

    Peace & Love,
    Semoga Anda Semuanya Selamat Sejahtera.

    Komentar oleh ratanakumaro — Juni24, 2009 @ 5:22 am

  20. he he, satrio piningit sih belum nggeh mas, tapi setidaknya pembuka jalan, saya ibaratkan “KORINING LANGIT BINUKO ING NETRO”, Yach sedikit berusaha untuk memprematurkan SP tidak apa apa to :D , saya sudah kirim surat sama beliau, bahwa kalu kepilih nanti tolonglah dengarkan nasehat2 para spiritualis khususnya Mas Ratana, :D
    Siap siap aja jadi konsultan spitualnya ya

    Peace & Love,
    Semoga Anda Semuanya Selamat Sejahtera.

    Komentar oleh Ngabehi — Juni24, 2009 @ 7:16 am

    • Kang Mas NGABEHI,

      Apa sinyal kehadiran ” SATIRO PAMBUKANING GAPURO ” sampun WUJIL toh??? Haaaaaaaaa….

      Celingak-celinguk ” MANTHENG~MENTHELENG ”

      Rahayu

      Komentar oleh Santri Gundhul — Juni25, 2009 @ 4:58 pm

      • Menika sedaya gumantung kersa penjenengan Kadang Mas Gundul, bade dipun “gege mangsa” menapa “nerimah pasrah”. Menawi kula kok sarujuk dipun “gege mangsa” mesaaken para kawula dasih ingkang tansah nandang papa cintraka, asring kula netesaken luh saben nyumerepi lare2 ing prapatan lampu merah sami ngemis kaliyan para pengendara ingkang mandeg nyrantos lampu ijo.

        suwun

        Komentar oleh Ngabehi — Juni26, 2009 @ 1:16 am

  21. Negara ini butuh dipimpin orang yang tegas, berani, disiplin, tapi ya yang jujur dan lain2 kualitas yang baik.

    Memprihatinkan, negara tetangga saja sampai berani “mengejek”, itu menurut saya sudah menurunkan kewibawaan bangsa dan negara.

    Semoga orang yang kita maksud itu nanti, kalau terpilih bisa mempunyai “taring”, biar negara ini berwibawa.

    Komentar oleh ratanakumaro — Juni24, 2009 @ 7:56 am

  22. Geeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrccccchhhhhhhh !!!
    Bangunkan macan Asia, indonesia harus bangkit sebagai macan asia tenggara!!!!

    Komentar oleh Ngabehi — Juni26, 2009 @ 1:18 am

    • AYA oge MAUNG BANDUNG… HIDUP MAUNG BANDUNG.. HIDUP PERSIB>> HIDUP PERSIB
      SALAM SAYANG

      Komentar oleh KangBoed — Juni26, 2009 @ 3:05 am

  23. Gayeng tenan sodara-sodara pada ngariung di sini rupanya.
    Nuwun sewu Ki, kula bade nglempengaken pamanggih bab kejawen, bilih kejawen punika sanes agami, ananging FALSAFAH GESANG saenggo sok sinten kemawon ingkang badhe nyinau lan menghayati Kejawen mboten kedah ninggalaken srengat ingkang rumiyin. Mratelakaken bilih Kejawen saget dipun hayati umat agami, budaya, kalebet suku bangsa menopo kemawon ingkang wonten ing ngalam dunya punika. Samangke, mratelakaken ugi bilih kanthi kawontenan punika Kejawen saget dados soko guru MERCU SUAR DUNIA. Kados mekaten glethek pethelipun. Nyuwun samudra sih pangapsami bilih kathah keladuk kirang duganipun.

    salam asah asih asuh

    Komentar oleh SABDALANGIT — Juli1, 2009 @ 8:30 am

    • Cocok!.
      =============
      Selamat datang kembali Mas!

      Komentar oleh Ahmad-Red — Juli2, 2009 @ 3:02 pm

  24. Pancen leres menika Ki, ananging pemahaman ingkang penjenengan wedharaken menika rak mboten saben tiyangipun ingkang mangertosi. Mbok bilih pengetahuan awam selalu menge-cap bahwa kejawen menika identik dengan miara keris, ngobong menyan, sugih ilmu kebtinan lsp. Mila saking menika kula nate nyerat artikel ingkang tujuan kula merubah cara pandang masyarakat tentang kejawen. Dalam tulisan itu saya gambarkan bahwa kejawen adalah orang yang mampu menjalankan ajaran keyakinan atau agamanya luar dalam atau lahir bathin.Sebetulnya maksud saya adalah mencari jalan yang ter-aman. Mekaten, nyuwun pangapunten menawi radi benten pemanggih njih Ki!

    Salam rahayu

    Komentar oleh Ngabehi K.M — Juli1, 2009 @ 9:06 am

  25. Bingah raos manah kulo mireng diskusi panjenengan kalian pada sanak kadang sedaya, ki. Pancen komunikasi ingkang pas kedah disampaikan sesuai dengan pemahaman masing-masing orang. Terkadang, saya juga tidak sadar telah ngelantur menggunakan bahasa yang susah dipahami yang akhirnya justeru akan menambah masalah dan beban baru.
    Sedikit demi sedikit, kita sampaikan sesuatu yang dinilai benar sesuai tingkat pengetahuan masyarakat. Seperti Sunan Kalijaga, yang menyampaikan ajaran agama dengan melebur dalam bahasa kesenian yang paling disukai oleh orang Jawa saat itu.
    Sebagaimana disampaikan oleh Ki Sabda, kejawen adalah wadah budaya yang bisa menjadi dasar berdirinya nilai-nilai agama apapun maka sesungguhnya budaya memiliki titik singgung dengan agama. Meskipun tidak selalu demikian. Budaya arahnya ke dunia, agama arahnya ke langit.
    Nuwun ki, ngapunten bila ada yang kurang berkenan.
    wass…

    Komentar oleh wong alus — Juli1, 2009 @ 3:52 pm

  26. Maturnuwun kagem kadang kula sepuh Ki Wong Alus ingkang sampun kersa rawuh wonten gubuk kula, Jujur kemawon ngantos dumugi sakmenika kawula taksih samar bab kejawen ingkang murni menika, sebab kejawen selalu mengikuti jaman, sedangkan berbagai faham keyakinan dan agama saling berdatangan dinegeri ini. Mbok menawi penjenengan saget maos bab kejawen ingkang judulipun kados ngandhap menika lan sakmangkeh saget paring sesuluh dumateng kita sedaya=
    “Orang Jawa Hilang Jawanya, Oleh Ngabehi pada Campursari. “
    Matur sembahnuwun.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli2, 2009 @ 1:43 am

  27. Dear Mas Behi,

    Apakah jagonya mas Behi seperti yang mas Behi gambarkan itu jadi menang mas ( menurut quick count sementara ini ) ?

    Kalau jago saya kalah mas.. .Kok yo cukup telak kalahnya, kena uppercut

    Yah, harus lilo-legowo.

    Lanjutkan !
    ========================================================
    Jago saya kan Pak Prabowo mas, ya jelas kalah to. Tapi tidak apa2, walaupun kalah yang jelas saya sudah menentukan pilihan dengan proses yang cukup panjang. Tapi jangan kawatir, kita tunggu saja babak selanjudnya.
    ya….harus legowo

    Komentar oleh Ngabehi — Juli9, 2009 @ 7:07 am

  28. Jago saya juga Prabowo ( tadi sekedar memastikan , dan setelah terucap dari mas Behi sendiri kalau sama dengan saya, kan lebih pas :) )

    Cukup telak kalahnya..

    :) :) :)

    Komentar oleh ratanakumaro — Juli9, 2009 @ 7:26 am

  29. Semoga ada babak selanjutnya mas,
    Jadi ada kesempatan untuk mengkonsentrasikan suara pemilih yang terpecah.

    Saya sebenarnya tidak suka politik,
    Hanya ini pas ada acara pilpres, kok rasa2nya ya harus ikut berpikir politik juga.
    Menentukan siapa yang pantes dipilih
    untuk bangsa negara ini.. :)

    Komentar oleh ratanakumaro — Juli9, 2009 @ 7:58 am

  30. jauh maupun dekat semoga pak Prabowo juga mendapatkan kesempatan untuk memimpin negeri ini.
    mungkin karmanya belum masak mas.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli9, 2009 @ 8:10 am

  31. Pilpres telah usai dan dapat dipastikan pemenangnya :cry:
    Namun ada satu catatan
    Masyarakat kita perlu banyak belajar untuk tidak menggantungkan sesuatu pada ukuran jangka pendek saja seperti gaji PNS yang dinaikkan, tetapi harus melihat jauh kedepan bagaimana bangsa ini tak lagi terpuruk menjadi sekedar pasar bagi bangsa2 lain
    Perlu revolusi mental & budaya & keberanian berjuang bekerja keras demi kedaulatan & kemerdekaan bangsa yang sejati.

    Dalam bahasa gaib, bila pemimpin bangsa ini masih berakhiran NO, negara tak akan tentram & sang pemimpin tak lagi sempat menikmati duduk di kursi

    Komentar oleh tomy — Juli10, 2009 @ 2:57 am

    • Eh, saya tertarik ini dengan pendapat mas Tomy

      Dalam bahasa gaib, bila pemimpin bangsa ini masih berakhiran NO, negara tak akan tentram & sang pemimpin tak lagi sempat menikmati duduk di kursi

      Berarti, terbuka kesempatan loh untuk mas :

      1. Tomy ArjunanTO
      2. HerjuNO SutarTO.

      Terus, siapa lagi yah ?

      Waduh2, ditunggu lagi deh pandangan ghaib-nya.

      By the way,

      Memang, rakyat kita itu malas berpikir jangka panjang.
      Beberapa berpikir, “Ya sudahlah, beri kesempatan lagi , toh kan jatahnya maximal memang dua kali. Dihabiskan sekalian saja. “

      Ya sudah, kita harus lila-legawa menerima semuanya, sambil terus..Lanjutkan.. :)

      He he he.. ,

      May Happiness Always b With U All..,
      Sadhu,Sadhu,Sadhu.

      Komentar oleh ratanakumaro — Juli10, 2009 @ 7:38 am

  32. Dipun tengga mawon Mas Tomy, tahun 2010 sakmangkeh, mugi2 para pemimpin lebih mengedepankan kawicaksanan.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli10, 2009 @ 4:07 am

  33. hehehe.. KETURUNAN MAJA PAHIT masih menang YOOO.. tinggal tunggu berikutnya mampu tidak memenuhi janjinya
    Salam Sayang
    ============================================
    Saya justru kasihan kang, kaya sulung mlebu geni.

    Komentar oleh KangBoed — Juli12, 2009 @ 7:51 am

    • hehehe.. memang beliau harus mengantarkan dua kali.. karena ada masa yang mundur..
      Salam Sayang

      Komentar oleh KangBoed — Juli13, 2009 @ 9:38 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.