Ngupadi Kasampurnaning Hurip

Juli11, 2009

Ohhh Ibuuu

Diarsipkan di bawah: Wawasan Nusantara — Ngabehi @ 8:06 am

Kulihat ibu pertiwi

Sedang bersusah hati

Air Matanya berlinang

Mas intannya terkenang

Hutan gunung sawah lautan

Simpanan kekayaan

Kini ibu sedang lara

Merintih dan berdoa

Wong ngemis

Wong ngemis


Hari ini udara begitu panas..

Terik sinar matahari membakar bumi

Kutarik kekang kuda besiku mendadak

Seketika berhenti di perempatan lampu merah cipondoh

Air mataku tiba tiba meleleh

Nun disebrang sana

Kulihat orang tua buntung itu

Ngesot di aspal yang membakar

Sementara berdiri ditrotoar

Ibu pengemis menggendong sigenduk kecil tiga tahunan

Kulit imutnya hitam legam

Terbakar sinar matahari yang garang

Seketika ku ingat putri kecilku di rumah

Sungguh kamu masih sangat beruntung nak…

Oh ibu….

Bukan salah dikau mengandung..

Telah engkau berikan segalanya tuk anak-anakmu

Segala yang ada pada dirimu

Telah habis dicabik cabik

Oleh keserakahan anak-anakmu yang nakal

Oh Ibu…

Kini wajahmu muram

Kau tampak tua, kusut dan lusuh

Tubuhmu dipreteli satu persatu

Di jual jauh ke tanah sabrang

Wahai ibu..

Lihatlah anak anakmu yang senantiasa mencintaimu

Mereka bertebaran dikolong jembatan

Diprapatan jalan yang bising

Di tumpukan sampah yang bau..

Lihatlah…lihatlah wahai para keparat!!!!

Si genduk kecil yang kulitnya gosong

Si kakek buntung yang terseok seok

Dan si nenek renta yang mengais sampah

Apakah semua  itu karma???????????

Jawablah wahai para penguasa lalim!!!

Wahai Ibu..

Janganlah engkau murka

Telah cukup mereka menderita

Doakan dan maafkanlah anak anakmu

Supaya mereka tak lagi menyakitimu

Jakarta, 11 Juli 2009 (Genduk berkulit gosong di perempatan)



& Komentar »

  1. Yang pertama-xxxxx………
    Sejauh apapun kita memandang mereka dan memandang penguasa yang tak juga bisa mengentaskan kemiskinan dan melayakkan hidup pengemis yang berleleran di jalan, rasanya semua jadi kebali pada sunatullah.
    Bahkan di Eropa yang maju juga banyak pengemis meskipun mereka juga mendapat santunan hidup.
    Ada kaya ada miskin….dan ada2 yg lainnya, hehe…..
    Tapi bukan berarti kita harus mengabaikannya, tapi memperlakukan mereka secara wajar, secara manusiawi. Itu yg saya pikirkan.
    Sejahtera selalu Kang…………….
    =====================================================
    Betul kang, mungkin itu bagian dari sunatullah, tapi ya sudah kebangetan, katanya negeri yang kaya raya kok penduduk miskinnya mencapai 70%, udah pada miskin masih sering dipermainkan lagi.

    Komentar oleh mas8nur — Juli12, 2009 @ 5:27 am

  2. keduaaaaaxxxxzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
    Salam Sayang

    Komentar oleh KangBoed — Juli12, 2009 @ 7:43 am

  3. ketigaaaaaaxxxxxxxxxzzzzzzzzz
    NEGERI KAYA TAPI MISKIN
    NEGERI SPIRITUALIS TAPI TANPA SPIRITUALISME
    OOO.. NEGERI YANG MENYEDIHKAN
    AKANKAH DATANG HUKUMAN TUHAN
    JIKA HATI NURANI TELAH JAUH TERTINGGAL
    SALAM SAYANG

    Komentar oleh KangBoed — Juli12, 2009 @ 7:45 am

  4. Keempaxxxxxxxzzzzzzzzzzzz..
    KEMBALIKANLAH JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    JADILAH MANUSIA MANUSIA SEUTUHNYA..
    MANUSIA YANG MELIPUTI LAHIR DAN BATHIN
    KEMBALIKAN HATI NURANI AGAR KEMBALI TEGAK BERDIRI
    JADIKAN LAH HATI NURANI SEBAGAI RAJA DI DALAM DIRI
    DAN AKAL PIKIRAN SEBAGAI PERDANA MENTERINYA
    SALAM SAYANG
    SALAM RINDUUUUUU
    =============================================
    Komentar 3 & 4 setuju sekali, sebetulnya siapa ya yang pandai mengklaim?Kita atau bangsa lain, hmmm jangan jangan kita sendiri. ;) )

    Komentar oleh KangBoed — Juli12, 2009 @ 7:48 am

  5. keliiimmmmaaaaaaaxxxxxxxxxxzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.. kabuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    Komentar oleh KangBoed — Juli12, 2009 @ 7:49 am

  6. nglirik keatas ^^
    bagi2 tempat dunk kang ….
    kasih tuhan sepanjang masa, kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang tangga

    nuwun

    Komentar oleh m4stono — Juli12, 2009 @ 5:47 pm

    • kasih si kasih kumaha mas TONO masih ingat engga eeeeuy
      Salam Sayang

      Komentar oleh KangBoed — Juli13, 2009 @ 9:36 am

  7. Ibuku,kembalilah kepada masa mudamu yang tak bercela…..
    karena seluruh sesaji kurban kebahagiaan masa muda yang harusnya kumiliki dan kunikmati hanyalah untukmu dan hanya karenamu……….
    ===========================================
    Mudah mudahan kita tidak dikutuk jadi batu :cry:

    Komentar oleh Rodeo-Red — Juli12, 2009 @ 6:31 pm

  8. Mulailah belajar menuturi diri kita sendiri,bergantung kepada diri kita sendiri,karena kita sungguh sendiri di jaman gila ini,ga ada seorangpun yang sungguh peduli dengan nasib kita semua,ga ada seorang satriya piningit dan ratu adil darimanapun yang bisa menolong kita kecuali perilaku hidup kita sendiri!.
    ===============================================
    Setidaknya kita harus menunjukkan reaksi kepada para penguasa yang rata2 mementingkan perut mereka sendiri, trims atas kunjunganya.

    Komentar oleh 3 tahun tanpa seorang nakhoda-Red — Juli12, 2009 @ 6:47 pm

  9. ndherek kintun puisi saking sami-sami putrane IBU

    …panggrantesku sundul ngawiyat…
    tangising ati saya ora kuwat ngglawat

    andeleng bocah sekolah nganggo sragam pramuka
    kanthi asesuka ngibarake gendera
    kumlebet amerbawa Sang Saka Merah Putih
    den aras angin ing tangan-tangan ringkih
    sujudku di telapak kakimu Ibu
    pendurhaka memohon Surgamu
    bila selama ini kututup mataku
    liarkan getar nafsu
    hati kelam membatu

    sujudku di telapak kakimu Ibu
    sesal marah membakar jiwaku
    telah kubiarkan durjana dursila
    memperkosa menjarah bumi sucimu
    sedang kami anak-anakmu
    pecandu peluru berbalut madu

    sujudku di telapak kakimu Ibu

    sayup kudengar kembali kidung merdumu
    yang dikala kecilku dulu
    membawaku lelap dalam embanan kasihmu

    tak lelo lelo ledung
    cup menenga Ngger sun emban sun kekidung
    pun Bapa arsa anetepi dharma
    paring sesuluh myang kang nandhang rubeda

    tak lelo lelo ledung
    rep sireping wayah ratri
    anakku Ngger tansah sun pepuji
    dibisa dadi tepa palupi
    dadya jalma utami

    http://tomyarjunanto.wordpress.com/2007/11/10/ibu/

    Komentar oleh tomy — Juli13, 2009 @ 3:43 am

  10. Rahayu kang mas ngabehi…
    membaca puisi puisi di atas jadi ikutan nangis…
    rasanya juga ingin marah tapi marah sama siapa???
    wis tak marah pada diriku ae wis…
    biar gak ikut ikutan jadi keparattttt…..

    salam cinta, kasih dan persahabatan…

    Komentar oleh Seno' — Juli13, 2009 @ 11:35 pm

    • Teguh, tangguh tumanggon pinangka ngadepi wolak waliking jaman.Tetep eling lan waspadha.
      maturnuwun

      Komentar oleh Ngabehi — Juli15, 2009 @ 6:15 am

  11. Mboten saged komentar malih ki, tapi badhe Ikutan nangis, air mata sudah kering. Yang ada tinggal semangat untuk berperang. Memerangi diri sbg sebab sebelum memerangi akibat terjadinya kemiskinan sosial.

    Salam dari titik paling hening di lubuk hati….

    Rahayu.

    Komentar oleh wong alus — Juli14, 2009 @ 6:52 pm

  12. Leres Ki, tansah anggladhi weninging ati sahingga thukul weninging pamikir, tansah mulat sarira saha sumeleh ing Ngarsanipun Gusti.
    Salam hening ugi.
    Rahayu ingkang sami pinanggih.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli15, 2009 @ 6:19 am

  13. pamuji rahayu..

    akankah harus kami lakukan lagi ruwatan dan suguh lan cepak sesaji…? padahal hampir setiap hari kami bersesaji.. kepadamu Ibu Pertiwi., nanging..? sinten tho ingkang lepat..? napa ingsun pribadi ingkang lepat ngruwat lan cepak saji ..? napa saking kesupen ngangge uba rampenipun..? dalah kepripun kedah saged hanetepi amrih santosaning bangsa lan para kawula… sarta negeri..? kita sejatinya sudah memulai dan hampir selesai .. namun akankah tak berfungsi..? sebuah Tiwikrama kami lantunkan bersama .. para kadhang yang sudi padamu Ibu Pertiwi.., nanging..? setiap hari masih kami saksikan yang membuat perih hati…,
    nuwun gunging pangaksami Ki Ngabehi .. rehne sampun dangu tansah mboten nyambangi gubug panjenengan .. kula suwun sedyanipun tansah rahayu karahrjan nggih Ki…, maklum taksih wonten ingkeng kula sambangi wonten ing lereng Ciremai.. Ki…, salam buat para kadhang kang kinasih wonten pedepokan mriki…,
    matur sembah nuwun..
    rahayu..,

    Komentar oleh hadi wirojati — Juli15, 2009 @ 12:07 pm

    • Ngaturaken sugeng rawuh dumateng Kangmas Hadi Wiro Jati ingkang tuhu kawula trisnani. Trimakasih sekali, masih selalu menyempatkan diri mampir ke gubuk yang usang ini.Mari selalu merenung, berdoa dan ikut andil menjaga, memelihara dan membangun negeri ini sesuai kapasitas dan profesi masing masing.
      Salam sih katresnan.
      Rahayu.

      Komentar oleh Ngabehi — Juli16, 2009 @ 1:25 am

  14. ::apa yang harus kulakukan untukmu Pertiwiku,
    kalau kukatakan sial benar nasibmu
    aku malah jadi ngenyek penciptamu
    kukatakan engga ada yang becus mengurusimu
    aku malah ngataken gustimu gak ngurusimu…
    lah-lah mungkin harus demikian yang mesti kamu nikmati
    yoo terima sajalah…, nyamukpun gak pernah protes
    meski asal nempel ditepuk, kamar ditutup kasa, disemprot dengan anti nyamuk..
    karena mungkin, hanya yang rela yang kembali ketuhannya
    kalau kau senang, opo iyo ada bahasa “rela” nya…

    Komentar oleh zal — Juli16, 2009 @ 11:23 am

    • Selamat datan Pak Zal, wah lama ga mampir, kemana saja ya?

      Komentar oleh Ngabehi — Juli17, 2009 @ 1:26 am

  15. [...] sejatiku.. Mas Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]

    Ping balik oleh Hilangnya Jati Diri Manusia « kangBoed… — Juli16, 2009 @ 5:35 pm

  16. Sudah selesai liburan to Kang, atau masih mengharu biru. kikikik………Maaf ya kalau koment pertamaku seolah menyepelekan masalah kemiskinan negeri ini. Saya berangkat dr kondisi yg hampir sama. Semoga anak cucu negeri ini punya keyakinan kuat untuk mengentaskan dirinya sendiri dan nasib bangsa dr belenggu kemiskinan. Salam rahayu mugi tansah pinaringan kasarasan.

    Komentar oleh mas8nur — Juli17, 2009 @ 6:19 pm

  17. SELAMATKAN GENERASI BANGSA

    Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
    Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
    Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.

    Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
    Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.

    MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di gubuk sederhana ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
    Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.

    Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.

    PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.

    salam hormat,
    salam karaharjan,
    salam asah asih asuh,
    salam sih katresnan
    selamatkan generasi bangsa
    Jayalah NKRI

    Komentar oleh SABDå — Juli19, 2009 @ 1:36 am

  18. SURO-DIRO JOYO NING RAT LEBUR DENING
    PANGASTUTI

    Komentar oleh itempoeti — Juli19, 2009 @ 5:12 am

  19. Kita yang dibawah sini harus tetap berpegangan tangan dan berjalan seiring,biarkan kuasa Tuhan yang menjadi panuntun serta gembala kita,

    dan harap diketahui olehmu wahai kamu2 yg di atas sana,kunci kebangkitan negeri ini sesungguhnya ada di tangan kita yang dibawah sini,yg kerapkali kamu tumbalkan demi seonggok sampah yg tidak pernah ada artinya di mata kami,TAHTA KEKUASAAN!!!!!!.

    Komentar oleh Tegalrejo — Juli20, 2009 @ 8:07 pm

  20. Salam Kasih untuk semuanya……
    Salam Damai untuk semuanya……
    Salam Sejahtera untuk semuanya……
    Salam Berkah dalam Liputan Cinta Kasih Sayang Allah menyertai para Pendamba ke Jayaan Ibu Pertiwi
    Maju…dalam Iman
    Berjuang dengan Cinta Kasih
    Menebarkan Rahmat kepada siapa saja
    Berbudi Pekerti Luhur sebagai Sembah bakti pada Nusa Bangsa Negara yang kita cintai “INDONESIA RAYA”.

    Komentar oleh pengembarajiwa — Juli21, 2009 @ 6:04 pm

  21. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku

    Komentar oleh KangBoed — Juli22, 2009 @ 11:33 am

  22. @ Ki Sabda, Mas PJ, KangBoed, Mas Noer dll
    Mari selalu bergandeng tangan, mengesampingkan perbedaan dan tetap satu visi misi untuk bangsa ini, yaitu mendukung pancasila sebagai dasar negara dan tetap menjaga warisan leluhur yang tak ternilai harganya, yaitu:”BHINEKA TUNGGAL IKA TAN HANNA DHARMA MANGRWA”.
    Jayalah Titah yang Mandireng Pribadi
    Jayalah NKRI

    Komentar oleh Ngabehi — Juli23, 2009 @ 1:22 am

  23. Yth. Ki dimas Ngabehi…

    Salam Kenal…. Ki…
    Kepareng nderek ngangsu kawruh ing mriki…

    Salam TRIWIKRAMA… TIGA BERAKUMULASI…

    Kesadaran SANGKAN PARANING DUMADI…
    Kesadaran JATI DIRI SEJATI…
    Kesadaran HYANG MURBENG DUMADI…

    Rahayu Karaharjan kagem Panjenengan tuwin sadaya Kadang Sihkatresnan NKRI…

    Komentar oleh dBo — Juli23, 2009 @ 3:08 am

    • Mangga Kangmas dBO, katuran leyeh leyeh wonten mriki sak betahipun, maklum menika namung sesegahanipun tiyang gunung, tentu kathah ingkang tebih saking pamrayogi, matur sembah nuwun.

      Komentar oleh Ngabehi — Juli23, 2009 @ 4:08 am

  24. Kang Ngabehi,

    Barangkali inilah KESEIMBANGAN hingga Kehidupan dan Penghidupan ini bisa terus berlangsung. Mengajarkan kepada kita untuk lebih AJEG untuk WEWEH lan PANDUM marang sedulur kang mbutuhake uluran tangan. Ada tangan-tangan yang TENGADAH, ada pula tangan-tangan yang TENGKUREP sebagai manifestasi ajaran WELAS~ASIH.

    Rahayu

    Komentar oleh Santri Gundhul — Juli23, 2009 @ 3:55 am

    • Betul kang Gundul, tapi celakanya di negeri ini, yang seharusnya “TENGKUREP”, justru menganga terus siap mencaplok apa saja yang lewat di atasnya, kata”CUKUP LAN KECUKUPAN” tak dikenal dalam kamus hidupnya, weleh2 lha le arep seimbang seko ngendi kang?
      nuwun sewu kang , nyonge ra tau sowan. sekarang saya banyak ngendon di rumah saja, sithik sithik ajar ndedonga.
      salam kangen

      Komentar oleh Ngabehi — Juli23, 2009 @ 4:14 am

  25. Ikut-ikutan….
    Salam sayang dan kasih dalam Berkah dan RahmatNYA
    Salam Sejati dalam Kesejatian…
    salam kenal…….eee..sudah kenal belum yaa????

    Jayalah Ibu Pertiwi….
    MERDEKA….!!!!!!!!!!!! .dalam arti yang sebenar-benarnya Merdeka

    Komentar oleh lor Muria — Juli24, 2009 @ 12:18 pm

    • Jam nya kok 12:18 pm…….. masih siang Yaaa/ tengah malam???
      Jam saya 7:19 PM
      Ki Ngabehi diluar Negeri Ya???

      Komentar oleh lor Muria — Juli24, 2009 @ 12:21 pm

      • Ya..ya..ya…..:x

        Komentar oleh lor Muria — Juli24, 2009 @ 12:22 pm

  26. Sugeng rawuh Mas Lor Muria, selamat datang digubuk saya.Salam sejati dan salam kenal juga.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli26, 2009 @ 1:17 am

  27. Waaaaaaddooooh nama saya di pecat sama ki Nagabehi.. waaaaakaakakakak..
    kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrr

    SALAM SAYANG

    Komentar oleh KangBoed — Juli28, 2009 @ 2:16 am

  28. Pecat apanya kangBoed?atau ada yang salah tanggapan saya, wealah bingung aku. Saya memang dah ga pernah kemana mana kang, njenguggruk di rumah menjadi hoby baru saya.

    Komentar oleh Ngabehi — Juli28, 2009 @ 3:10 am

  29. pamuji rahayu.
    nyuwun gunging pangaksami kadhangku mudha Ki Ngabehi…, nembe sowan panjenengan…, njih sumonggo dipun sekecakaken anggenipun njenggugruk.. mugya tansah manggih ingkang dipun gayuh.. kanthi gangsar gampang lan karaharjan sedayanipun.., panjenengan rak bagas waras tho Ki..?injih meniko ingkang kedah dipun jagi.. , monggo kitho urun rembug kaliyan para kadhang sedaya supados anggenipun nguri nguri lan njejegake NKRI kados dek uni uni.. tansah ginanjar kawilujengan.., menjadi negara yang berdaulat berfalsafah dan berbangsa Pancasila.., jaya kawijayan bakuh kukuh jiwa raga para kawula., resik apik lahir lan bathin.., matur sembah nuwun..
    salam sihkatresnan
    rahayu..,

    Komentar oleh hadi wirojati — Juli29, 2009 @ 1:36 pm

  30. Tetap semangat Mas Hadi, maju tak gentar membela yang benar.Memang akhir akhir ini saya lebih suka di rumah, bukan berarti ga mau urun rembug lagi, tapi ini memang perintah dari hati.Yang penting saya tetap mendukung apa yang menjadi cita cita para kadang sekalian. Maturnuwun selalu mampir di gubug ini.
    salam sihkatresnan

    Komentar oleh Ngabehi — Juli30, 2009 @ 2:17 am

  31. ini theme blog nya ganti, dan lebih enteng dimata pak lik dibanding yang hitam dingin itu :)

    Komentar oleh jarwadi — Agustus2, 2009 @ 8:02 am

  32. weleh2 , kelihatan kalu kamu jarang mengunjungi paklik. Dulu theme nya hitam, terus ganti coklat, terus ijo dn sekarang putih…., jadi ini warna yang ke 4

    Komentar oleh Ngabehi — Agustus3, 2009 @ 2:07 am

  33. ini blog nya pak lik saya rss feed jadi yang masuk ke reader itu isinya saja, theme nya ngga ikut masuk

    Komentar oleh jarwadi — Agustus3, 2009 @ 4:04 am

    • woooo, gitu to, mbok main main kedusunku barangkali ada dokumen bersih dusun

      Komentar oleh Ngabehi — Agustus3, 2009 @ 5:57 am

  34. [...] sejatiku.. Mas Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]

    Ping balik oleh kangBoed » Hilangnya Jati Diri Manusia — Agustus30, 2009 @ 10:13 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.