Kanjeng Kyai Sengkelat

sengkelatKetika Kerajaan  Majapahit mulai surut, hiduplah seorang  empu keris yang sakti mandraguna. Dia bernama Jaka Supa putra dari  Bupati Empu yang bernama Ki Supadriya.  Jaka Supa adalah seorang  pemuda yang sederhana, namun sangat menyukai tapa brata istilah jawanya adalah “Gentur lelaku prihatin”. Kelak atas perjuangan tapa bratanya, beliau akan menurunkan pusaka pusaka yang hebat dan juga menurunkan empu-empu  pembuat keris yang luar biasa di tanah jawa. Konon pada suatu ketika, wilayah kerajaan Majapahit dilanda “pagebluk” yang sangat nggegirisi,hingga banyak para kawula (rakyat jelata) yang pagi sakit sore meninggal dan sore sakit paginya meninggal.Tidak hanya para rakyat jelata, banyak juga beberapa bangsawan, pandita dan sebagainya terserang penyakit  yang sangat misterius ini. Hingga akhirnya kekawatiran Sang Prabu atas nasib penghuni Kraton oleh sebab ganasnya pageblug tersebut terjadi juga, Dyah Ayu Sekar Kedaton  jatuh sakit.Sudah beberapa tabib pinunjul dari penjuru negeri dihadirkan untuk membatu kepulihan sang putri,  namun toh hasilnya selalu nihil. Bahkan kalau malam menjelang , penyakit sang putri kian menjadi jadi. Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, sang prabu menugaskan segenap abdi dalem untuk bergiliran menjaga sang putri, khususnya di malam hari.

Hingga suatu malam,  sampailah giliran jaga itu jatuh pada Tumenggung Supandriya dan Tumenggung Supagati. Akan tetapi,  karena mereka berdua  ternyata sakit, maka tugas itu diwakilkan kepada anak anak mereka. Jaka Supa putra dari Tumennggung Supandriya dan Majigjo adalah putra dari Tumenggung Supagati. Sore itu langit agak mendung, disebelah barat semburat sinar matahari tampak kemerahan menyaput mega. Hingga dari jauh terlihat menakutkan laksana banjir darah siap menerkam majapahit. Mereka (Jaka Supa dan Majigja ) berangkat bersama sama menuju Kraton, ditengah perjalanan tak henti hentinya Majigja menceritakan kerisnya yang indah berlapis emas hasil buatanya sendiri. Keris itu diberinya nama sabuk Inten, sebuah keris yang indah, anggun, berpamor eksotis  dan menyimpan enegi  gaib yang  luar biasa, bahkan sembari bercanda, kadang  Majigja setengah meledek keris buatan Jaka Supa yang diberi nama Kyai Sengkelat itu. Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding.

Empu Keris

Empu Keris

Sesampai di keputren, mereka berdua langsung mengambil tempat jaga masing masing. Jaka Supa di sebelah kanan regol, sedangkan Majigja disebelah kiri.Beberapa saat waktu berlalu ,tidak terjadi apa-apa. Namun menjelang tengah malam, tiba tiba angin berdesir agak kencang menebar aura mistis yang menggetarkan hati para prajurit yang ikut menjaga kediaman sang putri, angin itu makin melembut dan melembut, hingga akhirnya banyak prajurit yang kemudian bergelimpangan tak mampu menahan hawa kantuk yang luar biasa. Tiba-tiba dari arah Gedong pusaka muncul sinar merah kehitaman yang sangat terang benderang, sinar itu naik memanjat langit setinggi  lima pohon kelapa dewasa. Sinar tersebut berpendar pendar ke segala penjuru, menebarkan  hawa teluh atau wabah penyakit yang mengakibatkan pageblug tersebut. Jaka Supa dan Majigja tak bergeming, ternyata hanya mereka berdua yang masih tersisa dari serangan hawa kantuk tersebut,  mereka meningkatkan kewaspadaan  , setelah mereka cermati ternyata sinar yang menebar teluh tersebut adalah Keris Kyai Condong Campur. Sabuk Inten yang sedari tadi sudah okrak-okrok pengen keluar dari warangkanya tiba tiba melesat naik ke angkasa, pertempuran condong campur dan sabuk inten tak terelakan lagi, namun sabuk inten memang jauh dibawah condong campur, baru sekitar sepuluh menit sabuk inten dapat dikalahkan dan balik ke warangkanya. Bahkan lambung Sabuk Inten “grimpil” dibagian depan , akibat hantaman Condong Campur. Jaga Supa tanggap sasmita, Sengkelat segera dicabut dari warangkanya setelah mendapat restu, keris pusaka tersebut membumbung tinggi ke angkasa, pertempuran terjadi sangat sengit sekali, desak mendesak dan serang menyerang. Setelah hampir subuh condong campur mulai kewalahan hingga akhirnya Sengkelat berhasil mematahkan ujung condong campur satu luk, akhirnya condong campurpun ngibrit ketakutan dan masuk kembali ke gedong pusaka. Sejak saat itu condong campur tak pernah keluar lagi menebar pageblug,  semenjak saat itu pula Dyah Ayu sekar kedaton berangsur angsur sembuh, dan  atas jasa-jasanya Jaka Supa akhirnya diangkat menjadi Empu Kerajaan kesayangan sang Prabu. Kelak dari tangannya akan lahir pusaka pusaka hebat yang sampai saat ini dikejar kejar oleh para pecinta keris, dan dari beliau juga akan lahir empu empu hebat penerusnya, keturunan terakhir beliau menurut cerita adalah Empu Djeno Harum Braja dari Ngayugyokarto Hadiningrat.

Berhubungan dengan cerita di atas, simbah selalu berpesan;

Le…. tirunen si sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu“bathok bolu isi madu” paribasane. Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya. Menurut simbah Sengkelat menjadi ikon bagi para  kawula alit yang berilmu tinggi. Konon, kelak dinusantara ini akan muncul sosok pemuda yang sederhana, tapi ketinggian ilmu lahir batinnya luar biasa, dia berasal dari keluarga biasa, yang lebih aneh lagi pemuda tersebut mempunyai pusaka Kanjeng Kyai Sengkelat sebagai tanda bahwa ia adalah pengemban amanat leluhur. Pemuda tersebut akan berjuang membangun Nusantara menjadi negeri yang aman, adil dan makmur. Untuk kebenaran cerita tersebut saya tidak tahu, namanya juga cuma dongeng, tapi mudah mudahan dongeng ini ada manfaatnya.

& Komentar

  1. Kisah zaman dulu memang penuh dengan wewaler, pepeling, dan paugeran. Kandungan filsafat hidupnya begitu tinggi. Sayang sekali, generasi zaman modern sering menyepelekan hal itu. Jadilah generasi yg lupa diri, tidak mengenali jati diri, tidak eling dan tidak waspada. Pelecehan terhadap kearifan lokal semakin menjadi-jadi, bahkan mendiskreditkan sebagai biang kemusrikan dan kesesatan. Inilah akibatnya sekarang kita rasakan. Lahirlah generasi mudah bingung, gampang emosi, merasa soleh solihah, merasa paling benar dan kuat. RUMONGSO BISA, tur ORA BISA RUMONGSO. Implikasinya, negara dan bangsa kini semakin parah moralitasnya dan terjadi carut marut wabah, pagebluk, bencana, musibah. Matur nuwun Ki pemaparannya sangat ebrmanfaat menjadi pepeling utk kita semua.

    salam karaharjan

    • Sudah menjadi tugas bagi para titah yang masih eling lan waspada terhadap sangkaning ngaurip. Mengerti hakekat yang terkandung dalam wewaler, pepeling lan paugeran. Dongeng para leluhur biasanya berisi sebuah sejarah yang sinandi, yang tujuanya adalah mendidik anak turun menjadi titah yang waspadeng semu. Maturnuwun Ki, kersa paring pituturipun, saya selalu mendoakan perjalanan penjenengan dalam menebarkan benih2 kawruh.Mugi Gusti Allah tansah ngijabah sedaya niat penjenengan ingkang luhur.
      rahayu ingkang sami pinanggih.

    • Bener mas!Budaya tradisional banyak di cap “kuno” atau malah lebih parahnya “syirik”. padahal dari tadisi warisan nenek moyang itu lah bangsa ini menjadi bangsa yang maju. tetapi dengan generasi bangsa yang sudah hilang “jati diri”-nya, bangsa ini di jual kepada bangsa lain, lebih cinta budaya bangsa penjajah, lebih hebat kalo menguasai budaya bangsa lain atau lebih parahnya..dengan alasan “Sunnah Rasullah”..budaya bangsa di lecehkan dan di tinggalkan seperti “sampah”. Allah menurunkan identitas melalui budayanya setiap bangsa untuk bisa saling mengenal.

  2. pamuji rahayu..
    Kanjeng Kyai Sengkelat…,
    pamornya memang luar biasa…,
    yang penting adalah laku dari si Empu…,
    untuk nggentur laku supaya menjadi
    manusia pinunjuling apapak…
    menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,
    lingkungan, alam didalam gumelaring jagad.
    menjadi lakon, figur dan maslahat
    menjadikan NKRI yang kerta tata raharja…, menggali kesejatian diri, sebagai negeri paugeraning Jagad.
    terima kasih kadhang mudho Ki Ngabehi,
    sangat bermanfaat.. untuk selalu eling waspadha..,
    salam sihkatresnan.
    rahayu..
    ==========================================
    Sengkelat dapat ditafsirkan juga sebagai simbol hasil lelaku prihatin, Orang yang senantiasa menempa diri dengan laku tapabrata yang didasari dengan keikhlasan dan ketulusan, akan melahirkan pengetahuan2 yang bermanfaat. Kang Mas Hadi ingkang minulywa, mudah mudahan kita termasuk orang2 yang bisa memberikan manfaat untuk sesama dan dijauhkan dari tindakan buruk yang merugikan orang lain.
    salam sihkatresnan.

  3. Cerita keris sengkelat yang dapat kita baca dalam Kitab Babad Demak mengandung nilai2 filosofi yang tinggi
    Ketika itu sandyakalaning Majapahit para ningrat bangsawan feodal ingin melanjutkan kekuasaan status quonya dengan bersekutu dengan para ulama “condongcampur” namun mendapat tantangan dari para pemuda rakyat jelata “sengkelat” & kaum borjuis “sabuk inten”
    Konflik ini secara filosofis dimenangkan oleh kaum muda rakyat kecil *Jaka Supa* yang diembani oleh mata air sumber penghidupan *Eyang Kalijaga* semua umat manusia berasal dari mata air Hidup yang sama.

    Sengkelat lambang perjuangan kaum muda semoga menjadi sipat kandel pemuda Indonesia merevolusi mental budaya — berTRIWIKRAMA BUDAYA berjuang menuju kedaulatan bangsa & negara yang sejati dalam wadah NKRI.

    Bathok Bolu Isi Madu Rembesing Madu Iku Kang Mastani Sudah saatnya menyumbangkan & berkorban sejati kepada Hidup dan Kehidupan

    PARA MUDHA KUDU ANJANGKAH MRIH JANGKA BISA DADI SUYASANING RAGA-LUMARAS. WUS SAYEKTINE, PARA MUDHA KUSUMA TUWUH RUNGKEB-RUMENGKUHE MARANG BUMI PERTIWI

  4. Dalam Spiritual Jawa dikenal Ngelmu Sejati kang tuwuh saka kodrat pribadi, sejalan dengan pemahaman manunggaling Kawula Gusti Jumbuhing Jagad Gedhe lan Jagad Cilik.
    Nah keris sengkelat ini dalam jagad pribadi terletak di iga kiwa kang pungkasan, saat kita sujud sembahyang ndumuk iga kiwa pungkasan itu kita membangkitkan keris sengkelat pribadi
    Cuma sekedar berbagi Kangmas semoga kita masing2 pribadi bisa membangkitkan Keris Sengkelat lambang pribadi Bathok Bolu Isi Madu sehingga donga pangestu Simbah segera terlaksana

    Konon, kelak dinusantara ini akan muncul *berjuta* sosok pemuda yang sederhana, tapi ketinggian ilmu lahir batinnya luar biasa, dia berasal dari keluarga biasa, yang lebih aneh lagi pemuda tersebut mempunyai pusaka Kanjeng Kyai Sengkelat sebagai tanda bahwa ia adalah pengemban amanat leluhur. Pemuda tersebut akan berjuang membangun Nusantara menjadi negeri yang aman, adil dan makmur.

    • Wealah mas Tomi ini kalu dalam hikayat timur tengah adalah si Abu Nawas. Cerdik, cerdas dan waskita. Kalu saya nulis cangkriman selalu “disuwek reketek jagung”. Nggih maturnuwun sanget awit sampun saget njlentrehaken panguneg-uneg kula kanthi cetha wela wela. Dan semoga tidak hanya sesosok pemuda yang muncul, tapi berjuta pemuda dengan sengkelat ditangannya akan bermunculan diseluruh penjuru nusantara.

      PARA MUDHA KUDU ANJANGKAH MRIH JANGKA BISA DADI SUYASANING RAGA-LUMARAS. WUS SAYEKTINE, PARA MUDHA KUSUMA TUWUH RUNGKEB-RUMENGKUHE MARANG BUMI PERTIWI

  5. Sebuah tulisan yang mencerahkan Mas, membangkitkan patriotisme saya *halah*
    Untuk itu *bukan unthuk (umpluk) itu* perkenankan saya berpuisi untuk Indonesia kita :

    kekudung teja kekuwung,
    mentalang salumahing sela gilang,
    kunarpaning Sang Aji Narpati,
    sumunar tatas ambabar turas,
    waspa ludira tumiba bantala,
    dadya rabuk wor lan kisma,
    tuwuh-tuwuh salaksa puspa,
    maujud mayuta canda bhirawa,
    anawung kridha ungguling yudha,
    satriya bandawalapati…!!!
    satriya bandawalapati…!!!

    ***
    terpatri selalu & tak akan pernah lekang
    terus membara dalam dada penerus bangsa
    cita-cita luhur Pendiri Negara
    sebagai bahan bakar penggerak jiwa
    darah yang tertumpah membasahi bumi
    telah menyuburkan seluruh negeri
    menumbuhkan tunas-tunas baru
    mati satu tumbuh seribu
    berjuang mewujudkan cita-cita bangsa yang merdeka berdaulat adil & makmur
    para pejuang penerus bangsa merevolusi diri
    ciptakan budaya tandingan, habitus baru sebagai bangsa yang bermartabat
    bebaskan diri dari korupsi, kolusi & nepotisme
    Dirgahayu Indonesiaku…!!!

  6. Salam kenal…
    Keris punya nilai histori yang cukup dlam ya…?

    • Salam kenal kembali mas masher,
      Keris memang mengandung filosofi yang sangat dalam.Jaman dulu keris bisa menjadi simbol kejantanan, status sosial bahkan simbol legitimasi kekuasaan.
      -pengantin pria yang berhalangan hadir bisa diwakili sebilah keris
      -seseorang yang diberi mandat, jabatan dll kadang disimbolkan melalui penyerahan sebilah keris dari sang raja.
      - dalam spiritual jawa dikenal istilah curiga manjing warangka atau warangka manjing curiga
      -Pak Dirman yang panglima besar TNI selalu menyelipkan sebilah keris dan memakai udeng(iket-iketan).
      dan masih banyak misteri dari dunia keris bila kita mau menggalinya.
      salam

  7. wah bagus sekali mas ngabehi……memang banyak sekali pesan dari para leluhur kita utk kita perhatikan dan semoga bisa selalu tanggap ing sasmita….memang yg kelihatan jelek belum tentu jelek isinya bahkan bisa cenderung baik…dan mata kita sering ketipu dgn hal2 yg bersifat lahir atau fisik….maka dari tiu perlu utk menajamkan hati atau bathin agar kita tidak mudah ketipu dgn hal2 yg lahir….o ya keris kanjeng kyai sengkelat itu yg asli ada dimana yah?? apa yg di kraton itu asli apa gak yah?….

    nuwun

    • wah kalau yang asli bikinan beliau sudah susah mencarinya Mas, kebanyakan sudah puteran (duplikat), kalau yang bikinan murid2nya atau tedhak turun beliau mungkin masih banyak, Pak dhe saya punya satu buah, tapi sepertinya buatan tahun 1700 san.

  8. Nderek ngaji bab hakikat kyai sengkelat ki. Mugi tansah dados pepeling bagi kita yang ingin memiliki semangat kyai sengkelat di dada untuk membela tanah air.

  9. Nderek nimbrung Ki…
    Perilaku seseorang yg tampak secara lahir meskipun sedikit akan mencerminkan apa yg ada dalam hatinya. Namun perilaku yg tampak ternyata juga TIDAK mencerminkan apa yg ada di dalam hati seseorang. Kalau lahir berbanding lurus dg batin, mgk kaidah ini tampak wajar secara umum. Kalau lahir seakan-akan berbanding terbalik dg batin, itulah yg sulit, berarti melakukan itu dg kesadaran dan berarti perlu ilmu kehidupan yg tdk mudah.
    Apa yaa seperti itu yaa Ki…

    Salam nasgithel:-)

    • Betul sekali mas sapto, untuk pendapat penjenengan yang nomer dua itu sangat susah sekali dipraktekan dalam kehidupan sehari hari, kecuali orang yang benar benar telah terbebas dengan rasa keakuan. Karena sekecil apapun kita masih butuh pengakuan dari orang lain, pengen diakui kalau kita mampu, pengen diakui kalu kita bisa dan istilah empan nggawa papanpun ternyata masih berhubungan dengan “pengakuan ” orang lain terhadap kita. Contohnya, siapa sih yang tak keberatan kalau tiba tiba Mas Sapto datang kondangan ke tempat saya dengan memakai kaos oblong yang compang camping dan bersendal jepit selen, he he.

  10. Keris yang meliuk2 itu..

    Kerenbnnnnnnn

  11. @bocahbancar
    trimakasih atas kunjungannya mas.

  12. WONG KANG TUMINDAK SALAH…BAKAL SELEH.
    WONG KANG TUMINDAK BECIK…BAKAL KETITIK.

    Halaaaaaaaahhh…pener gak iki Kang mas tulisane.

    Kyai Sengkelat = Simbol KESADARAN URIP.
    Kyai Condhong Campur = Simbol KEAKUAN.

    Rahayu
    =============================================
    Di tafsir ngono yo keno kang, pokoke fleksibel :D
    Sugeng rawuh dugubuk saya
    rahayu

  13. Membaca posting ini, mengingatkan masa kecil saya yang sangat nge fan dengan cerita cerita yang di sandiwara radio kan, seperti satria madangkara dan saur sepuh.

    Tiap tiap pulang sekolah saya ngga sabar untuk men tune program sandiwara radio ini :)

  14. Saudaraku…,
    Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan Nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.

    Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka, mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.

    Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.

    INGAT… Saudara…!!!
    Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :

    1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
    2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
    3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
    4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
    5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.

    Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
    ————————————————-
    Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:

    1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
    2. KAMU HIDUP DIMANA ?
    3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
    4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
    5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
    6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!.
    Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.

    Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
    Akhir kata:
    “Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.

    Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.

    Salam.
    NKRI HARGA MATI….!!!!
    JAYALAH INDONESIAKU…!!!

  15. Salam,

    Salam kenal, Salam Asih & Salam Silaturahim

    Sungguh luar biasa cerita & peninggalan sejarah para leluhur kita yg begitu Arif & Bijaksana serta Berbudi pekerti luhur, suatu nilai filosofis yg sangat tinggi dgn membuat maha karya melalui cerita / babad / zaman dan disertai dgn bukti peninggalan sejarah diantaranya Keris Kanjeng Kyai Sengkelat dan lainnya.

    Sedikit demi sedikit nilai sejarah terkuak & bukti peninggalan mulai bermunculan, sebagai pertanda perputaran zaman & perjalanan babad yg tercantum dlm cerita maha karya para leluhur.

    Semoga kami generasi muda dapat meniru & termotifasi nilai” filosofis yg tinggi yg telah diajarkan oleh para leluhur. Amiin

    Mohon maaf bila ada salah kata & salam Rahayu
    ================================================
    Salam kenal juga Mas Ari dan salam persahabatan juga.
    Memang bener mas, kisah kisah masa lalu sebetulnya penuh dengan simbol simbol yang mengandung nilai filosofis, atau juga memang sengaja disamarkan. Mungkin semua itu menyesuaikan diri dengan kondisi politik zaman itu. Pertama untuk alasan keslamatan sang pujangga dan yang kedua, bisa juga untuk merangsang daya berfikir para generasi penerus, supaya tidak menjadi anak turun yang kenyang dicekoki doktrin sehingga seperti burung beo yang mahir menirukan apa saja namun tak mengerti yang diucapkannya.Intinya para leluhur berharap, semoga anak cucunya menjadi generasi yang kreatif, inovatif dan mandireng pribadi.
    salam spiritual
    rahayu ingkang sami pinanggih.

  16. Dibalik kesederhanaan biasanya ada sesuatu yang tersembunyi rapi dan ngidap-idapi.
    Jadi sengkelat juga perlambang bagi orang yang kelihatannya “ora ndayani” tapi begitu bicara atau bertindak benar-benar mengagumkan.
    Jadi jangan remehkan orang yang kelihatannya lemah, selalu ada rahasia di dalamnya.

    Ngomong-ngomong itu gambar kerisnya mantep banget Kang.

    • @mas8nur
      para leluluhur memang mengajarkan seperti itu, terbukti orang2 jawa yang masih njawani itu rata2 low profil, ra seneng umuk, lebih suka meneng dan lain sebagainya.

  17. Keris ini menuai banyak kontroversi :
    1. Meskipun namanya sengkelat, namun sebenarnya keris ini tidak berdapur sengkelat.
    2. Sengkelat berasal dari kata sengkel atine atau dongkol hatinya.
    3. Tidak dibuat dengan api.
    4. Sebenarnya pisau untuk menyembelih binatang, pesanan Sunan Kalijogo.

  18. Kulo nembe moco kemawon..
    dereng saged komentar ingkang kathah-kathah

  19. Yth. Kimas Ngabehi,

    Salam kenal Ki,
    Tertarik dengan artikel ini, karena ada unsur sejarah apalagi menyangkut Majapahit, Demak, serta peperangan didalamnya.
    Bahwa keris ternyata sarat dengan makna simbolis-filosofis, termasuk juga politis dalam arti perebutan kekuasaan…

    Yang belum jelas(bagi saya) adalah keris kyai Condong Campur yang memiliki aura begitu negatif, sebenarnya karya mpu siapa? Jika berkenan mohon pencerahan utk hal ini.
    Matur nuwun ki.

    Rahayu…Karaharjan

  20. condong campur sebetulnya didesain memang untuk menyerang, karena memang didesain sebagai senjata perang, lain halnya seperti sengkelat dan sabuk inten , kedua pusaka ini lebih tepatnya disebet sebagai sipat kandel. Sebetulnya bukan condong campurnya yang jahat, tetapi kondisi kerajaan majapahit kala itu sedang carut marut lahir batin, maka disimbolkan pula dengan mengamuknya condong campur,(lambang aset2 bangsa yang tidak terurus hingga akhirnya membangkitkan krisis multi dimensi) Untu Empunya, saya baru berusaha menelusurinya.
    trimakasih mas DBO atas kunjungannya.

  21. Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    • yess kanboed, mudah2 dibulan ramadhan ini kita bisa dibangkitkan dari alam kematian dunia ini sehingga menjadi insan-insan yang “hidup”.I love u fuuuul.

  22. Yth.kimas Ngabehi,
    Terimakasih atas pencerahannya, walau saya masih menunggu sang mpu dari condong-campur, he..he..he..
    Memang mengikuti carut-marut pada akhir masa kejayaan Majapahit, saya sendiri ikut merasa prihatin. Konon munculnya ‘reog’ juga akibat dari suasana carut-marut tsb.
    Tapi menurut saya, carut-marut ini sdh mulai muncul sejak zaman Singhasari/Kertanagara akibat kedatangan (utusan) Khu Blai Khan…

    Sekali lagi matur nuwun

  23. Kangen Kang, mampir maca komentar sinambi nunggu buka, hehe… Mugi tansah rahayu.
    =====================================================
    Lha mangga mas, yen buka aja kebanyakan minum es, ya :D

  24. Salam kasugengan Ki Ngabehi ingkang dahat luhuring budi.
    Saya sudah baca comment panjenengan di blog saya, ya..memang ada yang wigati dengan keadaan tersebut. Agustus punika wiwitipun malih, september kedah langkung waspada. Memang arahnya datang dari Ina bagian utara (khatulistiwa). termasuk titik koordinat wilayah sumbar. Kala ing titiwanci, Hawa panas bebendu tansaya makempra kobaring jagad. nanging Ing titi wanci sanes, adem njekut ndadosaken jagad lelimengan.

    Sugeng nglampahi ibadah wulan suci, mugi berkahing Hyang Widhi tansah kajiwa kasarira dumateng kula panjenengan sedaya.

    salam karaharjan
    ===============================================
    Maturnuwun Ki, sampun kersa rawuh lan ugi paring pandonganipun.Pinangka jejering titah ingkang tanpa daya, kula namung nderek nyenyuwun dateng sihing Gusti Ingkang Akarya Jagad, mugi kita sedaya tansah kalis ing rubeda, rahayu nir ing sambekala.Mari tetap saling mengingatkan dan tetap eling lan waspada.
    Rahayu

  25. coel beweh karo sayur
    mangan piza isih mentah
    siki traweh ngesuk saur
    awan puasa nggolet berkah
    nginum susu jaluk tambah
    nyegah nepsu kebak ibadah

    sugeng siyam Ki Herjuno ingkang bagus dewe sak pitung kecamatan
    ==================================================
    Menyang kali umbah umbah
    Kaline asat gari watune
    Rina wengi tansah ngibadah
    Lamun tamat tepung Gustine

    weh Mas Tommy sing bagus dhewe sak kabupaten, ternyata hobby berpantun ria, sugeng rawuh :)

  26. Ngaturaken Sugeng Siyam Ramadhan 1430H dumateng Ki Ngabehi, para sesepuh lan rencang-rencang.
    Timun Pelem Srikaya Sirsat
    Nyuwun pangapunten sedaya lepat
    ============================================
    Sugeng siyam ugi Mas Sapto, semoga dengan puasa ini kita tergolongkan menjadi orang orang yang selamat donya akherat, amiin.

  27. pamuji rahayu…

    Ki .. nyuwun gunging pangaksami lahir bathin rehne sampun sauntawis mboten tilik blog panjenengan… mugya sadayanipun kanthi kasugengan karaharjan .., lan sugeng hanetepi lan mapag wulan ramadhan meniko kanthi kekiatan lahir bathos.. mugya panjenengan sakluargi wonten ing kahanan sarwa endah…,
    matur sembah nuwun
    salam sihkatresnan
    rahayu..,
    =================================================
    Ngaturaken sugeng rawuh dumateng Kangmas Hadi Wiro Jati, Maturnuwun awit saking paring pandonganipun.Nun injih kangmas, mugi ing saklebetipun wulan ramadhan punika kula lan penjenengan sami kaparingan hidayah inayah, sahingga sakmangkeh dados jalmo wakilipun Gusti Allah ing madyapada menika lan katebihna saking sifat awon ingkang namung dados memalaning bumi.
    salam sih katresnan.

  28. para pemuda yang membawa keris itu telah hadir dan telah menyihir pemuda negeri ini dengan aura melankolis, dia tak lain dan tak bukan adalah …keris patih…

    heheheh intermezzo dikit 0(^_^)0

    mantap mas… lanjutkan…
    =================================================
    He he he, lama ga nongol, sekali dateng guyonan

  29. Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  30. setelah mpu Jeno wafat…kira2 ada penggantinya gak yah ki…sayang banget kalo mpu di jawa dah gak ada…..

  31. Katur Mas Ngabehi,
    Sangkelat meniko kagungan arti menopo njih?
    Menopo wonten gothak-gathuk-ipun kalih mencelat?
    Nyuwun pangapunten, kulo taksih sinau boso njawi ingkang kromo inggil. Sinau wonten njawi longkangan.

    Salam Katresnan.

  32. @kangBoed
    ya kang, setiap saat saya selalu menyimak wejangan kangBoed diblog sampeyan. selamat menebar kasih sayangnya.

    @Mas tono
    Ya mungkin penggantinya ada mas, tapi sudah tak sehebat beliau. Sepertinya Ki Jeno memang sengaja memutus keturunan empu supa dengan jalan hidup selibat sampai beliau meninggal.

    @Lambang
    wah ya beda sekali to mas, kalu mencelat itu artinya terpental. Sedangkan sengkelat berasal dari kata ’sengkel’ atau mangkel.
    trims, kunjungannya.

  33. sugeng dalu pak de

    nyuwun sewu lajeng tangklet sekedik kalian pak de,sak janipun keris meniko wonten pinten ten ndonyo niki?ten pundi-pundi sajar asli KERIS KYAI SENGKELAT,nopo rumiyen MPU SUPO ndamelipun katah??????matur nuwun sanget pak de

    • @Bayu putra
      sugeng dalu ugi, pak Bayu.Lha menawi lajeripun njih setunggal, nanging puteranipun kathah sanget. Puteran menika saget leres damelanipun Empu Supa piyambak, nanging saget ugi damelanipun empu sanes, ugi saget para siswanipun.Kados dene motor, satu seri nanging barangnya banyak sekali.

  34. Sae sanget menika Mas Ngabei, sinaosa dereng nate sumerep kanjeng kyai sengkelat, ketingalipun ngadahi pamor kebak wewarah. Wonten pundi dunungipun kanjeng kyai sengkela punika?

  35. Menawi dunungipun ingkang kelebet lajer, mbok menawi ingkang ngasta para trah saking Mataram, saget kasultanan jogjakarta utawi kasunanan solo.

  36. saya pernah diberi seseorang keris yang luknya 13, kata beliau itu keris senklet sumonocarito, sampe sekrng masih sya simpan. memang saat ini sya raskan aroma mistiknya, setiap saya berbicara seolah – olah yang mendengarkan terdiam. orang yang mau marah kepada saya menjadi tenang dan suka, pernah disuatu saat sya memohon tidak hujan dengan sya minta ridho allah swt lewat lantaran kodam keris yang ada didalamya. alhmdulilah beberapa kali saya buktikan dikabulkan.

    ttd
    muhdhor

  37. p masih penasaran dengan keris lekuk 13, manfaatnya apasih ku jadi bingung

  38. MMMmmm…saya kagum ternyata msh ada generasi muda yg peduli dg..warisan nenek moyangnya…bagi saya orang jawa keris bukan saja sbg senjata..tpi byk..makna yg tekandung di dalamnya…tpi saya sgt kecewa pada jaman sekarang keris bisa di perjual belikan dg mengganti mahar atau apapun dri org yg katanya sakti mandra guna…atau org yg mengerti akan keris..lalu saya mempunyai pemikiran..payah ..tuh keris..brg dagangan..buat pajangan..aja.alias tdk berbobot..maaf apabila kata2 saya agak kasar..bagi saya keris adalah jatidiri..dan tdk bisa di perdagangkan…dan klo keris itu jodoh pasti ikut dgn sendirinya..saya sangat mempercayai hal tsb..saya kebetulan org jawa yg beragama islam dan bukan org arab yg beragama islam…jadi saya punya prinsip ttg pandangan budaya dan agama…apapun komentar saya saya ingin lebih tau tentang keris..apalagi bisa mewujudkan mimpi saya… dpt memegang keris yg panjangnya satu meter memancarkan sinar putih silau ke langit….

    • Mas Roy, betul kata sampeyan.keris merupakan mahakarya para leluhur yang adiluhung. Untuk perdagangan keris, dari dulu pun sudah ada. Jaman Sultan Agung budaya keris ini disosialisasikan, sehingga munculah istilah keris jajanan.Eyang2 saya dulu suka bercerita, bahwa sering ketemu pedagang keris yang berkeliling dari desa ke desa, maka dari itu tak heran jika di desa2 banyak orang tua kita yang memiliki keris, dan ternyata setelah diselidiki asal muasal mereka memiliki keris, adalah dari hasil membeli.Karena untuk sekelas para petani pedesaan tak mungkin mampu untuk memesan keris kepada seorang empu yang mana diperlukan dana yang tidak sedikit untuk sekali pembuatan sebilah keris.Jadi singkatnya, perdagangan keris justru membantu memasyarakatkan budaya yang adiluhung ini, tapi dengan catatan dalam sebuah transaksi janganlah meninggalkan nilai etika dan estetika yang telah di ajarkan para leluhur juga harus dilandasi kejujuran dari kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli.Begitu sakralnya tentang keris ini, sehingga muncul istilah maskawin, melamar, ijab dsb, keris bgi orang jawa seperti bagian dari dirinya sendiri, suwun.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar