Akhir-akhir ini saya punya cara baru dalam meditasi, yaitu dengan mancing di laut. Lho kok jauh banget, masa’ mancing disamakan dengan meditasi. Ya’ bagi saya mancing dan meditasi sama saja, yaitu belajar pasrah menerima dan mengikuti kehendak pikiran kemana akan pergi yang akhirnya akan mengkristal atau menep dan akhirnya lahirlah jiwa yang tentram seperti air telaga yang sejuk dan tenang. Seperti hari nyepi kemarin, saya pergi ke laut berangkat jam satu malam, ohhh begitu indahnya berada di tengah laut, semilir angin laut yang berhembus kencang, ribuan bintang gemintang dan juga ikan-kan yang hilir mudik berenang, membawa nuansa tersendiri, hingga diri ini makin larut dalam merenungi kebesaran Tuhan.
Banyak sekali hikmah yang kita dapat dalam memancing,
1.Melatih kesabaran.
Ketika kita melempar umpan, bila nasib lagi mujur maka langsung terjadi strike, namun kalau lagi apes bisa berjam-jam kail kita tidak disentuh ikan. Nah disini kesabaran kita sering diuji, banyak para pemancing marah-marah setelah berjam-jam umpanya tidak disetuh ikan, alih-alih mancing yang tujuannya bisa membuat fikiran menjadi fresh justru malah menjadi stres.
2. Pasrah
Ketika kita telah memulai aktivitas ini maka harus dilandasi sikap pasrah. Yakni siap menerima hasil apapun,ketika kail telah dilempar maka kita tidak bisa kuasa apa-apa kencuali hanya menunggu umpan dimakan ikan. Kita tidak bisa memerintah ikan supaya buru-buru makan umpan, yach paling banter hanya bisa mengalunkan mantra-matra pemanggil ikan yang hanya bermodal keyakinan.
3. Ikhlas
Ikhlas menerima hasil sepahit apapun. Jangan pernah menghitung-hitung modal yang telah kita keluarkan, atau waktu yang telah kita luangkan untuk kegiatan yang satu ini.Misalnya dengan membandingkan modal yang telah kita keluarkan dengan hasil yang kita peroleh. Bila kita berfikiran seperti ini maka yang terjadi adalah rumus dagang, yaitu untung dan rugi. Kalau untung kita senang, kalau rugi kita stres. Sekali lagi tujuan rekreasi mancing adalah fikiran menjadi segar kembali dan syukur-sukur dapat ikan banyak.
4. Bertemu Barang Alus
Nah ini dia yang agak serem. Bagi pemancing mania yang suka mancing di alam bebas, jangan kaget kalau sewaktu-waktu melihat fenomena gaib. Seperti yang pernah saya alami ketika mancing di pantai anyer, waktu itu hari menjelang maghrib, suasana pantai sudah sangat sepi, tiba-tiba beberapa puluh meter di depan saya muncul sosok seperti ikan yang gedenya sebesar manusia, warnanya hitam dan punya rambut yang panjang, sayang saya tidak punya ponsel kamera untuk mengabadikannya.Sosok itu muncul beberapa saat di atas air kemudian menghilang lagi.
Nah dari beberapa poin di atas dapat kita jadikan suatu pertanyaan. Apakah yang bisa di dapat dari kegiatan memancing?
Maka jawaban saya adalah, dengan memancing yang baik maka lahirlah sifat-sifat mulia, yaitu kesabaran, kepasrahan, keikhlasan dll.
salam mancing
Senenga yen lagi mancing ning aja seneng mancing-mancing lan aja gampang kepancing.



saya juga seneng mancing di kali Opak, tapi sekarang ndak lagi karena ndak ada temennya
itu mancing dikali Opak daerahnya namanya Grembyangan, ikannya banyak tapi susah dipancing
jian ini membutuhkan olah kesabaran tenan, saya ndak mau ikut2an pake ombyokan atau pake banyak pancing sekaligus…..one man one pancing…halah
lha iyo kang, nek pakai obyokan mangkane di jenengke mancing nggarong, ora sabaran, ben gelis dapet banyak terus ngegarong, he he. Sebagai pemancing , saya juga belum pernah mancing dengan sistem nggarong.
suatu pemikiran yang bagus… aku salut sama anda.
Trimakasih atas pujiannya, saya yakin andapun orang yang bijak.
Gaya mancingnya kok gak berubah mas, masih sama seperti kita macing wader di kalen dulu ya!
nggeh Mas Meot, lha isih kebiasaan mancing neng kalen, he he
Sepakat ki, sepakat… pengennya memancing tapi nggak hobi ki. Pernah mencoba, tapi kok nggak dapat ikan… akhirnya ya nggak mancing. Cukup beli ikan buat lauk namun kadang kalau nggak punya duit ya diam saja menahan lapar. Nuwun pencerahanipun ki.
Lha ya itu Ki Wong Alus, kalu mancing kadang nggak dapat ikan, makanya saya kemarin sms minta mantra pemanggil ikan, barang kali sampeyan punya. Dulu ada cerita, waktu Kyai Pransoeh berkunjung disuatu daerah, kebetulan sampai dipinggir kali, tiba2 beliau singsot (bersiul) dari dalam kedung bermunculan ikan lele pating gligut naik kedaratan, dapat beberapa tenggok dan dibagi-bagikan ke warga sekitar.
kalo kata temen saya yg asal luar jawa….intinya adalah ketika mancing kalo kita dapat apapun harus dimakan…..ini temen saya itu gampang dapat ikan….kadang ya saya sendiri juga gitu pernah mancing di Glagah dapat keting malah di buang….duh kok jadi malah ndak bersyukur yah
Mungkin maksudnya suruh bawa pulang mas tono, jadi ga harus dimakan. Wong sya kemarin pas di pulau laki tiba-tiba pancing saya nyangkut, giliran saya tarik(betot) dapat karang yang bentuknya persis tulang tangan manusia je, masa’ suruh goreng ha ha ha.
ya memang maksud saya adalah tidak disia siakan….kalo dibawa pulang tapi abis itu dibuang ya sami mawon
kalo dapat sepatu ya sapa tahu solnya masih berguna, kalo dapat karang ya sapa tahu bisa dipajang di akuarium
nyuwun sewu ki, barang alus engkang tampil meniko menopo jin ki….
Njih komplit kangmas Hidayat, sing jin yo katah, sing alus-alus nganggo konde juga ada, intinya jangan sampai terpancing(tergoda), he he
he he he, matur suwun mas… walah kok dangu to kang mas njawab ipun, kulo rantos pun gangsal dinten, …… suwun pareng…
nyuwun pangapunten, awit blog menika sampun jarang dipun tuweni, lha nembe sibuk mancing wonten sakmadyaning jalanidhi, he he
Nderek koment Mas…
Mbok bilih leres mancing saget nglatih sabar. Lha bibar mancing, dumugi ndalem, menawi mboten kepeneran, pikantuk ulat peteng saking keng garwa,hehehe
lha menika malah dados ujian maleh, menawi taksih sabar tegesipun sampun lulus, he he
yen aku senenge mancing kondhe…hihihih
opooooooo iki????…
inggih mas ngabehi …. mancing memang bermanfaat seperti mas sebutkan itu… dan bisa juga di trapkan pada kehidupan nyata …. mudah2an pancingan kita disambar ikan eh orang yang sedang butuh…. hehe
salam kagem para sedulur kabeh,
selamat mampir lagi mas, pripun kabare? sae to?.Pripun itu saudara laki2 yang gendut imut-imut kok ga ada kabarnya?
Diam
Merintih
Tertunduk
Membisu seribu bahasa
Keheningan Mencekam Jiwa
Menembus dalam Relung Sukma
Menghancurkan Seluruh Ego
Membongkar rata kedirian yang tersisa
Aku.. aku.. aku.. aku.. aku..
Siapakah aku ini..
Bisanya selalu mengaku dan mengaku
Bisanya selalu merasa dan merasa
Dengan sombong berdiri tegak seolah mampu
Dengan gagah membusungkan dada seolah kuasa
Seakan diri bisa dan merasa bisa melakukan sesuatu
Berkarya.. mencipta.. berbuat dan berusaha..
Hmm.. semua itu semu
Semua itu palsu
Semua itu bohong belaka
La hawla walla quwata illa billa
Aku ini lemah ya ALLAH…
Lemah Tiada daya dan upaya..
Bahkan untuk bergerakpun ku tiada mampu
Apalagi untuk mencipta dan berkarya..
Sungguh yaa Allaaaaaah..
Kusadari dengan sesadar sadarnya kelemahan diri ini
Semua terjadi hanya karena IZINMU yaaa ALLAAAH
Tiadalah diri ini selain Engkau yang berkehendak dan berkuasa
Tanpa semua itu adalah KEBOHONGAN BESAR
Tanpa semua itu adalah diri diri yang Tertipu
Yaaa Allaaaaah
Dalam Kelemahan ini ku terdiam Memuja KebesaranMU
Dalam Kefakiran ini ku tertunduk Membersihkan KakiMU
Dalam Kehinaan ini ku tertegun Melihat KemulianMU
Dalam Kepapaan ini ku menangis Terpesona KebesaranMU
Dalam Kegaiban ini ku hilang lenyap dalam Penyaksian..
La hawla walla quwata illa billa
Yaa Allaaaah.. inilah diriku yang sebenar benarnya
La hawla walla quwata illa billa
Yaa Allaaaah.. inilah aku.. aku.. aku..
Datang ke dunia sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..
Pulang nantipun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..
Sesungguhnya Hidup di duniapun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..
Mengapa.. mengapa.. begitu bodohnya aku..
Seolah hidup Kuasa dan Memiliki segalanya
Semua Duniawi tersimpan erat kuat dalam hati
Padahal HATI hanya untukmu ya ALLAH
Padahal HATI bukan untuk DUNIA
Begitu bodohnya aku selama ini ya ALLAH
Begitu Tolol tiada menyadari semua ini..
Diam
Merintih
Tertunduk
Membisu seribu bahasa
Keheningan Mencekam Jiwa
Menembus dalam Relung Sukma
Menghancurkan Seluruh Ego
Membongkar rata kedirian yang tersisa
Akhirnya kumengetahui
Akhirnya kumengerti
Akhirnya kumemahami
Akhirnya kutemukan frekwensi bathinnya
Akhirnya kutemukan frekwensi dalam Hidup yang meliputi
La hawla walla quwata illa billa
Lemah.. lemah.. semakin lemah tiada daya dan upaya
Lenyap.. lenyap.. akhirnya lenyap.. dan lenyaaaap
Hilang semua hanyalah sebuah KETIADAAN yang ABADI..
~~~080~~~
Salam Sayang dan Kangen
KangBoed
Matur nuwon ungkapan tauhidnya…
selamat datang kembali kangBoed, bagaimana kabarnya?Tak terasa telah lam kita ndak saling bertegur sapa, yaaaach kepenatan dunia ini mngkin penyebabnya. Semoga kangBoed selalu dalam rahmatnya.
salam kangen selalu.
amieeeeeeeeeeeeeen matur nuwun mas Ngabehi nyang Guanteng.. kapan ke Bandung tak tunggu yoo mancing bareng.. mancing ikan yang pake anting yaaa..
salam sayang dan kangen
xi xi xi, mana ada ikan pakai anting kang, setau saya ikan2 sekarang lebih seneng pakai tatto dari pada pakai anting, ngemeng-ngemeng di bandung banyak ya, wakkakakak
Yth. mas ngabehi.
betul sekali postingan jenengan, dgn memancing juga merupakan salah satu perjalanan ketauhidan plus begitulah seharusnya hidup ini.
asal gak memancing di air keruh aja, hick,, hick,,,,,,
o, ya mas ,beberapa hari ini ,rasanya kok kaya lain ya alam ini, tp semoga baik 2 aja adanya,
@santrigendeng
o, ya mas ,beberapa hari ini ,rasanya kok kaya lain ya alam ini, tp semoga baik 2 aja adanya,
==============================================================
Ya memang begitulah mas adanya, alam ini selalu mengikuti semua peristiwa yang terjadi di dalamnya. Saat ini ulah manusia makin tidak karuhan, pemaksaan kehendak, kedengkian, ketidak jujuran dll makin makin meninggi skalanya, yang akhirnya menyebabkan alam ini makin panas, sumuk, sumpek dll. Hanya berusaha meningkatkan eling lan waspada sebagai penangkalnya. Trimakasih sudah sudi mampir di gubuk saya, rahayu.
Ngati-2 Pak dhe yen mancing, eling kalih sing teng griya nggih…. gur ngelik-e mawon ampun ngantos pamit mancing malah kepancing randa kembang… ha ha… nderek guyon nggih Pak Dhe, salam kenal saking ki ageng.
sugeng tetepungan Ki Ageng, nun injih mugi2 tansah kayoman dening Gusti Allah saengga kalis nir ing sambekala. Wah cerkak2 penjenengan menika jan sae-sae saestu. Saget ndadosaken manah dados nglangut, trenyuh, gemes lsp. Selamat berkarya terus mas.
salam perkenalan Mas Behi…
wah.. rame sanget, blog yang meriah..
saya suka avatar wayangnya itu lho..
salam sukses ndoro Behi..
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Salam kenal juga mas jatee..
mangga dibuka2 arsip blog ini, barangkali ada setitik kebenaran yang bisa di pungut.
wassalam
salam kenal mas ngabehi
setuju sekali mas …. mengingat memancing adalah hoby saya, jadi ada benarnya kalau memancing adalah salah satu media untuk meditasi, yang terpenting sabar, sabar , dan sabar selalu
rahayu
salam kenal kembali mbak/mas lulu…
selamat datang di gubuk yang sederhana ini…
ya seorang pemancing memang harus dituntut untuk belajar sabar, pasrah, ikhlas dll..dll
btw….kapan bisa mancing bareng nich…
waaakaaakakakakak.. mancing bareng sama si mbaaaak ikutan dunk.. kabuuuuuuuuuuurrrrrrrrr
asem ki,…durung mangkat wis ketahuan kangboed…ngga jadi ach…
kangmas ….
sampai saat ini …lu2 masih feminim loh …
salam kasih
/lu2
waaahhh…monggo kalau mau strike ( istilah buat penggila mancing) biasanya mancing ikan di laut apa ikan yang udah di darat ..salam kenal semua untuk rekan2 …kangmas ngabehi , saya masih feminim sampai saat ini loh .. numpang promosi ya kangmas … untuk saudara2 yang mau lebih kenal monggo mampir baca2 di gubuk puualing sederhana dengan suasana yg beda di blogspot saya .
rahayu
Mangga mbak lulu, jangan sungkan2 bertamu di pondok ini.Silahkan buka-buka arsipnya, mudah2an ada setitik kebenaran di gubuk reyot ini.
rahayu
tapi memang kadang2 medeni … klo aku pernah sih ngliat putri canbtik buanget aku pikir ya beneran … tapi aku di kayaknya dibimbing tuk ngliat bagian kakinya .. krn ortu dulu ngajarin liat aja kakinya napak ngga … klo napak ya itu tandanya orang … tapi pas kuperhatikan bukan napak lagi krn yang ada dibagian kainya ternya seekor buaya yang cukup besar … pas kulihat lagi ke atas nya eh putrinya ilang… cabuuut lariii klo buaya yang ginian soalnya ngga berani
Saya belum pernah macing di laut, asyiik nggak ? Bagi pemula di laut, apa dimana paling cocok macing ? persiapannya apa saja ya ?