Category: Visi dan Misi


Menitis dan Reinkarnasi

Saudara-saudara kita yang dari Budha mempercayai adanya Tumimbal Lahir (Kelahiran Kembali) dimana seseorang yang belum mampu manunggal dengan Sang Gusti akan terlahir kembali sesuai karmanya.Saya mempunyai pandangan yang mungkin berbeda, yaitu Menitis dan Reinkarnasi.Dalam pandangan saya Menitis adalah warisan kesifatan, karakter dan juga ciri-ciri fisik yang kita peroleh dari orang tua atau kakek nenek kita.Sebagai contoh Anak kita, dia mempunyai ciri-ciri fisik seperti kita, misal bentuk hidung, warna rambut, postur tubuh dan lain-lain.Kemudian dari segi kesifatan ataupun karakter, kadang kita suka kaget ketika menghadapi anak kita yang bandel , keras kepala atau susah diatur dll, pada hal kalu kita telaah semua itu adalah sifat dari kita sendiri. Ingat ketika proses pembuahan kondisi batin dari kedua orang tua akan sangat menentukan keadaan sang anak yang akan terlahir nantinya. Di jawa sering dianjurkan bagi calon pengantin untuk berpuasa sebelum acara pernikahan dilangsungkan, juga tradisi siraman.Sebetulnya bila dikaji semua itu mengandung pesan tentang pembersihan diri sikedua mempelai, supaya saat penyebaran benih nanti, antara ladang dan bibit sudah sama-sama

Menitis

Menitis

bagus dan bersih.Kemudian tentang Reinkarnasi atau tumimbal lahir, menurut analogi saya justru bibit yang paling bagus yang akan mampu hidup kembali(bisa disemai). Dengan kata lain justru orang-orang yang telah mencapai Kemanunggalan yang akan bisa terlahir kedunia lagi sebagai khalifah dimaka bumi.Mohon sharing dari saudar2 semuanya.

Wassalam

Di era pemerintahan pak Harto kita sering mendengar istilah atau ungkapan di atas, hingga sekarang ini banyak orang yang seakan-akan alergi istilah tersebut karena dianggap berbau Suharto. Pada hal ungkapan tersebut adalah petuah leluhur kita yang sangat sarat dengan muatan moral dan spiritual.

Mulat sariro hangroso wani adalah berani melihat diri kita sendiri dengan segala kekurangannya dan selalu siap mendapat kritik dari siapapun dan kapanpun.Dalam ajaran islampun diajarkan bahwa sebagai umat yang lemah ini hendaknya kita selalu bermuhasabah.Sampai dimanakah perjalanan hidup kita? Sudah benarkah perilaku kita, akhlak kita, tuturkata kita dll.Karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna, hingga sering ada yang bilang bahwa kita ini wakil Allah di bumi ini atau juga Tuhan yang bertajali(Dewo Mangejo Wantah).

Pertanyaannya adalah apakah semua orang? Pada dasarnya iya,tapi juga tidak.Terus gimana dong?Dari segi tugas atau misi memang sama yaitu kita ditiurunkan di bumi ini tidak lain hanya untuk memayu hayuning bawana bukan merusaknya.Tapi kebanyakan manusia justru melupakan tugasnya, kebanyakan mereka jadi pengikut setan alas yang kerjanya hanya membuat kerusakan. Lho kok jadi mengkambing hitamkan syetan sih, lha mbok cari alas alasan lain gitu!Tenang dulu, yang saya maksud syetan alas itu ya hawa nafsu kita ini.Karena nggak pernah instrospeksi diri dalam hidup, akhirnya kerjanya hanya bisa nyalahin, bahkan dirinya sendiripun kadang ga kenal, ini pekerjaan jasmani, jiwa atau ruh, jangankan sejauh itu lha wong baik buruk, benar salah saja tidak tau kok,ada juga yang sebetulnya ngerti sih, ya tapi karena masih gedenya nafsu sesatu yang kandang sudah gamblang dan terang malah dimanipulasi jadi remeng-remeng, he he

Terus apa dong yang disebut Dewo mangejo wantah itu? Ya tentu saja Sang Insan Kamil, yaitu manusia yang telah berhasil mengalahkan hawa-hawa nafsunya, yaitu manusia yang benar-benar tau visi misinya hidup di dunia ini.Syarat awalnya adalah membiasakan instrospeksi diri(mulat sariro hangroso wani) baik untuk sesuatu yang mau dikerjakan atau yang telah dikerjakan.Dengan selalu bermuhasabah maka, kedisiplinan, kesabaran, kejujuran dll akan datang dengan sendirinya, Amiin.

Mengerti Tujuan Hidup

TAUHID

Manusia didalam penciptaanya dianugrahkan Allah dengan mempunyai kemampuan / program 20 sifat, dimana dengan sifat inilah apabila digali, dipelajari dan dipahami manusia akan menjadi makhluk yang sempurna dan dapat mencapai kesempurnaan yang hakiki.
Manusia pada dasarnya adalah khalifah di alam semesta ini, artinya bahwa manusia diberi kemampuan untuk membuktikan (melihat, mendengar dan berkomunikasi) kepada seluruh ciptaan Allah. Puncak dari segala kemampuan (energi) yang dimiliki manusia adalah bertemu dengan Tuhannya sesuai dengan kodrat dan irodat yang sebenarnya, dalam pengertian dan pemahaman saya pertemuan tersebut dinamakan Tauhid.Manusia sebagai pengelola Alam semesta apabila tidak mempunyai/memiliki pengetahuan yang sempurna, akan menjadi makhluk yang sangat mengerikan dimana unsur sifat kealaman akan mendominasi setiap keinginan dan perbuatannya.
Sifat 20 adalah unsur sifat Ketuhanan, dimana konsep Tuhan ini suatu program untuk mencapai kesempurnaan dari sifat manusia, untuk mencapainya dibuat pula ukuran-ukuran yang dinamakan IBADAH.Pada prinsipnya ibadah-ibadah yang dilakukan dengan pemahaman dan pengertian yang benar akan menghasilkan kemampuan pikir yang sempurna/ilmu yang sempurna. Ibadah bukan hanya ritual semata, puncak dari kesempurnaan pikir dinamakan Nabi, Rasul, Wali dll. Pemikiran dan ide-ide yang dihasilkan kerap kali tidak dipahami oleh masyarakat awam, kesemuanya itu diawali oleh hidup dan keyakinan yang sangat sederhana.
Hidup dalam pandangan saya adalh suatu proses pemilihan dan pencarian , secara makro kehidupan terbagi dalam 2 bagian yaitu:
1. Pertama Sang Pencipta ( Tuhan )
2. Kedua yang diciptakan (alam semesta )
Dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan suatu pilihan dan pencarian yang sama beratnya, dimana unsur keyakinan yang menjadi kendali utama dalam proses tersebut.
Visi dan misi dalam kehidupan manusia harus jelas, untuk apa manusia diciptakan dan mengapa ada makhluk lain sebagai pembanding.Disini manusia sebagai salah satu makhluk dari ciptaan Tuhan harus pandai menyikapinya, seluruh kemampuan harus di kerahkan baik akal psikis, logika, analogi dll.
Untuk mengenal lebih dalam potensi yang dimiliki manusia, kita harus mengerti lebih dulu apa dan siapa manusia.
Manusia terdiri dari:
1. Jasad (terdiri dari jasad kasar dan jasad halus/bathin/rasa)
2. Ruh (terdiri dari Nur Allah, Nur Muhammad, dan Nur Insan )
Jasad adalah tempat atau media dari Ruh, jasad akan kembali kepada alam karena jasad dibuat dari seluruh unsur yang terdapat di alam semesta.
Ruh adalah pengendali, unsur cahaya ini adalah bagian dari cahaya Allah yang bertanggung jawab penuh kepada visi dan misi hidup dalam mengarungi kehidupan di alam dunia (alam kebendaan).Ruh pada dasarnya telah dibekali(diprogram) dengan seluruh ilmu pengetahuan, di dalam perjalanan kehidupan ilmu pengetahuan tersebut dihijab atau dihalangi oleh nafsu sehingga hanya sedikit sekali ilmu yang dapat berfungsi membantu manusia.
Bagaimana alat bantu yang dinamakan ilmu itu dapat kembali berfungsi??.Bahwa sifat 20 adaalah metode untuk mencapai tingkat yang hakiki sesuai kodrat dan irodat manusia, sifat 20 ini diadopsi dari dalam Al Quran.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.