Aku bertemu Guru dalam mimpi
Oleh Ngabehi K.M
Entah apa yang saya alami waktu itu, walaupun saya ini pernah mengenyam pendidikan yang notabene sekolah keagamaan, namun dihati ini tetap kering kerontang tak pernah mendapatkan kemantapan dalam menjalankan agama. Kejadian ini saya alami bertahun-tahun. Kondisi ini selalu saya diskusikan dengan sahabat saya , yang ternyata juga merasakan seperti apa yang saya rasakan.Akhirnya entah bagaimana awalnya saya mulai menemukan sesuatu yang saya cari-cari selama ini.Filsafat..ya filsafat. Hari demi hari saya lewati bersama sahabat saya ini dengan selalu berdiskusi tentang filsafat. Namun ada perbedaan pada kami berdua, yaitu waktu itu saya masih tetap menjalankan syariat Islam seperti biasa sementara temen saya dengan tegas menolaknya.Jujur aja waktu itu kami merasa seperti orang yang paling tau tentang pemahaman terhadap agama.Hingga saya pernah berkata kepada seorang teman, bahwa saya mau belajar kepada seseorang, bila orang itu mampu memberikan argumen yang tepat dan mampu membuktikan kebenaran tentang apa yang diajarkannya itu (bukan hanya cerita atau dogma).Seperti dalam kisah saja hingga suatu malam terjadilah sesuatu yang sangat berarti dalam kehidupan saya.Waktu itu saya bermimpi dengan jelas, bersama sahabat saya seperti yang saya ceritakan di atas, waktu itu kami seperti tengah menempuh perjalanan kesuatu tempat.Tiba-tiba perjalanan kami terhenti, karena di depan kami terhalang sungai yang amat deras arusnya, lebih mengerikan lagi sungai itu jauh di bawah sana, mungkin ada ratusan meter dari tepi kami berdua berdiri.Namun waktu itu sahabat saya tetap memaksa menyeberangi sungai itu walau sangat besar resikonya.Sungguh yang saya rasakan itu seperti kejadian nyata, waktu itu saya melihat teman saya turun ke bawah dengan merayap pelan-pelan.Karena tak punya pilihan lain sayapun mengikutinya, saya merasakan ketakutan yang amat sangat.Sayapun melihat batu kecil yang menjadi tempat kaki saya berpijak itu berguguran ke bawah.Nah pada saat yang kritis itulah tiba-tiba dari bawah saya melihat wanita yang berteriak2 mengingatkan supaya saya tidak nekat turun kebawah.Saya pun berhenti merayap, namun saya lihat sahabat saya tetap ngotot untuk menuruni jurang itu,Ditengah keraguan saya tiba-tiba ada suara yang memanggil saya.”Mas jangan lewat situ sangat berbahaya!lewat sini saja dijamin aman dan pasti cepat sampai.Begitu saya menoleh kekanan ternyata diatas sungai itu telah tehampar jembatan yang amat bagus dan lebar, dan disana saya lihat ada sesorang Laki-laki berdiri dengan tersenyum sangat ramah, orang itu mengenakan kaos putih yang agak lusuh dengan setelan celana jeans telor asin, saya melihat juga dilehernya melingkar sebuah kalung.Saya pun mengikutinya, dengan ramah dia menggandeng saya meniti jembatan itu, dan tak lama kamipun sampai di seberang kali.Dan Subhanallah ternyata di ujung perjalan mimpi saya tersebut saya menyaksikan pemandangan yang sangat indah sekali.Setelah dua minggu dari mimpi saya tersebut, saya bertemu salah satu teman waktu kami masih kecil, saya menceritakan mimpi saya tersebut. Temen saya hanya bisa menjawab” saat ini saya punya kelompok pengajian , mungkin kamu bisa menanyakan mimpimu itu pada guru ngaji saya.Sesuai waktu yang dijanjikan sayapun bertandang ketempat pengajian temen saya, Dan “Allhuakbar”, guru ngaji temen saya ini ternyata laki-laki yang saya lihat dalam mimpi saya, perawakan, baju, celana, kalung, persis seperti yang terlihat dalam mimpi saya.Dan ternyata seiring dengan perjalanan waktu, beliaulah ternyata Guru yang selama ini saya idam-idamkan, akhirnya belajarlah saya dengan beliau tentang agama sampai sekarang ini.Ya Allah Maha Suci Engkau yang telah menuntunku dari lembah kegelapan.

itulah yang disebut mimpi yang benar mas yang merupakan 1/40 bagian dari kenabian….
bersyukur mas karena mas sudah mendekati dan terhimpun dalam gelombang serta pusaran yang maha kuasa Allah SWT..
banyak pengalaman rohani yang tiap orangnya akan berbeda beda walau satu guru ngaji atau bahkan satu bacaan wirid yang sama…
blog yang menarik mas, penuh kesedrhanaan tapi dari sini mungkin akan tercapai kemuliaan
Rahayu… ,
Salam Penuh Kebahagiaan… ,
Kulanuwun, ndherek pasang iklan… , hehehe… .
Para kadang sekaliyan, saudara Herjuna, saudara Hidayat, dan saudara2 lainnya yang telah mengenal saya di seblog Gantharwa, saya mengundang panjenengan sedanten untuk berkunjung ke weblog saya di = http://ciwabuddha.wordpress.com.
Disana mungkin kita bisa lebih saling mengenal, karena disana saya juga menerangkan siapa diri saya ini, serta silsilah saya dari Sunan Kalidjaga, Paku Buwana IX, dan Hamengku Buwana I, semua saya uraikan dengan cukup lengkap ( dengan keterbatasan wahana tentunya, sehingga sebatas itu yang bisa diungkap ). Bersumber dari silsilah yang ada pada saya dan saya jaga, yang telah diresmikan, terutama oleh pemerintah, dan juga pemerintah Hindia Belanda waktu itu.
Disana ada halaman tempat ngangsu kaweruh Jawa-Kejawen, Buddha-Dharma.
Nanti juga akan saya tambahkan ‘pengalaman spiritual’, termasuk pengalaman saya ketika pada usia 5 tahun bersamadhi dan mendapatkan KERIS PANEMBAHAN SENAPATI yang datang menancap ke lantai di depan saya samadhi. Sekarang keris itu masih saya simpan, saya jamasi, saya beri warangka emas.
Dulu juga saya punya keris KYAI SENGKELAT, tapi disimpan oleh Ketua HPK seluruh Indonesia pada tahun 1994.
Kiranya cukup sekian. Mohon dipenuhi undangan saya ini, untuk mempererat tali persaudaraan kita, untuk lebih saling mengenal, dan untuk melanjutkan diskusi dengan lebih gayeng… .Jangan lupa, : http ://ciwabuddha.wordpress.com lho… .
Rahayu…
Semoga Semua Makhluk berbahagia… .
Salam-Damai dan Penuh-Cinta-Kasih… .
Seuseut batan neureuy keueus.= susah sekali…betulkah itu mimpi ataukah pertanda memang hidup ini susah ditebak
HIDUP bekerja dalam peristiwa2 kebetulan
Ndilalah kersaning Allah
Assalamu laikum sidang pembaca.
Karena adanya kalung dan ending mimpinya sepertiitu. maka dapat kusimpulkan itu hanya
bunga tidur. Bagi mereka yang tidak puas boleh menghubungi saya di 081260784699.
Wassalam
wa’alaikum salam pak Burhan.
saudara waskita sekali sehingga tau ternyata mimpi tersebut cuma bunga tidur.Berarti saudara juga tau kalung yang dipakai guru saya tersebut. Saya tunggu jawabannya.
@ Drh.B.Nasution
Jangan sembarangan jika menilai sesuatu,apalagi masalah mimpi,ga bisa seenak udelnya begitu, dalam menilai mimpi seseorang,seharusnya sedikit banyak jika hendak mengomentari mimpi dan pengalaman batin seseorang itu yah ada baiknya kita juga harsunya bisa menghayati ulang dahulu pengalaman orang itu.Jika belum bisa,enggak pantas untuk ikut turut campur menilai benar salahnya sebuah pengalaman atau mimpi.
Ini bukan di tanah barbar,jadi baiknya dipakai itu tatakrama bergaul supaya ga terkesan ceroboh dan bertingkah sembarangan.
===================================================
Biarkan saja Mas Aji, mungkin beliau ini baru turun gunung, jadi ya wajar lah….
Mas Ngabehi kok tau beliau ini baru turun gunung? udah waskita ya…?hehehe…
Salam kenal saya kira itu suatu petunjuk hendaknya mas selalu bersukur atas semua ini,kalau ndak keberatan mas ketemu guru di mana (pengajian apa) salam kadaryono
Mana nich cambungan celita tentang mimpinya?
Bica nggak aku, aku ikutan belgulu?
Masya Allah, mimpi mas Ngabehi sepertinya ada kemiripan dengan mimpi saya th. 2001. Cuma mimpi mas Ngabehi langsung mendapat jawabannya.
Dalam mimpi saya, saya tinggal di sebuah rumah yg indah mirip istana dan juga punya beberapa istri dan pembantu. Di depan rumah ada taman yg indah. Di ujung taman itu ada jurang yang sangat dalam dan juga ada jembatan menuju gunung di seberang jurang. Dalam mimpi itu hati saya tertarik dan selalu penasaran dengan isi jurang yg sangat ramai, hiruk pikuk kehidupan dan sangat indah. Tapi didalamnya ada seekor ular besar yg sangat ditakuti oleh semua penghuni jurang. Sedang jembatan diatasnya selalu diselimuti kabut tipis sehingga terkesan basah dan licin. Aku tidak berani masuk jurang itu meskipun tertarik dan juga belum berani menyeberangi jembatan yg berselimut kabut karena takut terpeleset jatuh ke jurang.
Dalam dalam perjalanan hidupku hingga hari ini saya belum menemukan jawaban atas segala unek-unek batin saya. Beberapa kali bertemu dengan orang “pintar” secara spiritual dan olah batin tapi belum mnenemukan jawaban yg memuaskan. Misalnya saya dengan seorang teman berkunjung dengan seorang tokoh spiritual lalu kami mengutarakan maksud kami tapi kenyataannya selalu teman saya yang di beri wejangan macam2 sedang saya sepertinya selalu dihindari. Entah ada apa dalam diri saya. Sampai hari ini saya masih “sabar ” menemukan air kehidupan yg akan melepaskan dahaga saya.
Tentang filasafat memang bagi yg tidak kuat secara spiritual sebaiknya dihindari kerena terbukti banyak yg malah mengingkari keberadaan Tuhan padahal tujuan awalnya mencari Tuhan.
===============================================
Sebaiknya memang Mas8nur tak perlu melihat jurang itu, tapi langsung menyebrangi jembatan di atas jurang itu. Mas8nur takut menyebrang sebetulnya bukan karena takut jembatan yang licin, tapi masih sayang dengan istri2 yang cantik dan taman yang indah tadi, ha ha. cuma becanda lho mas
Lha terus pripun….pengin raosipun manah, madhep mantep ngolah rasa lan meguru. Nyuwun pandonganipun mas Ngabehi nggih.
nuwun sewu, penjenengan menika sampun krama menapa dereng? menawi dereng , menika rak gegambaran ingkang nyata, menawi tiyang2 ingkang sampun mbangun bale wisma menika raosipun langkung awrat menawi nedya ngupadi kasampurnan, langkung kathah reridhunipun, benten kaliyan tetiyang ingkang maksih legan,bebasan ombo jangkahe , banter playune lan jembar kalangane. mbok menawi mekaten masnur, nuwun sewu menika namung pemanggehipun tiyang cubluk kemawon.
wassalam
Dear mas Behi
Kulanuwun …
Mas Behi, saya tertarik dengan kalimat anda dibawah ini :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ijin memberi komentar ya mas
. Namun saya [modifikasi] persempit menjadi : antara MENIKAH dan SELIBAT ( jadi bukan seorang yang LEGAN karena belum menikah, tapi karena memang berikrar tidak menikah ).
Jadi, komentar saya ini tidak spesifik mengomentari komentar mas Behi, hanya bersangkut-paut dengan komentar mas Behi diatas, dan terutama juga berhubungan dengan artikel terbaru yang saya tulis di blog saya.
Boten punapa-punapa to mas ?
Mas Behi, mengenai kedua hal tersebut diatas , masing-masing ada plus-minusnya.. .
1. MENIKAH, berat , karena memikirkan kebutuhan rumah-tangga. Karena itu memang seperti yang mas Behi utarakan, sudah pasti dan sudah jelas, akan lebih ‘susah’ menempuh kehidupan spiritual ( sebab kehidupan spiritual itu “masuk-kedalam” diri sendiri, dalam kesendirian, tidak “keluar” ), meskipun tentunya tetap masih bisa ( walau akan terus-menerus sering terganggu oleh hiruk-pikuk duniawi, tinggal bagaimana seorang perumah-tangga bisa mengatasi dan mensiasatinya ).
Tapi menikah itu ENAK, karena mempunyai hiburan, misal tawa-riang / keceriaan anak-anak, dan yang terutama… BELAI-MESRA istri tercinta, seperti tulisan mas BEHI terbaru (tembang SINOM) , dan berbagai komentar mas Behi disana ( tentang “greng”-nya dengan istri, dll
).
2.SELIBAT, itu TIDAK-ENAK, karena seorang yang selibat bertempur mati-matian dengan nafsu-indriya-nya. Seseorang yang selibat :
1. TIDAK boleh melalukan MASTURBASI. Jika melakukan, maka ia telah terkalahkan, dan itu merupakan buah-karma-buruk bagi seseorang yang sudah berikrar.
2. TIDAK boleh mempunyai pikiran dan berbagai bentuk-bentuk batin yang mentoleransi bagi tumbuhnya nafsu.
3. TIDAK berucap yang mengandung nafsu-keindriyaan.
Jadi seorang yang selibat berbeda dengan seorang perumah-tangga yang masih memperkenankan hal-hal tersebut diatas.
Seorang yang selibat juga sangat tidak-enak, sebab, seperti lagu dangdud tempo-doeloe :
SEPI, SUNYI, itu tidak-enaknya.
Tapi, SELIBAT itu ENAK ; bagi yang sudah “bersinergi” dengan kehidupan selibatnya, dia tidak akan merasakan hal2 seperti ini lagi, karena dia justru menemukan kebahagiaan yang sangat dalam dari kesendiriannya itu, kebahagiaan dari keSUNYIan.
Disinilah, ia kemudian bisa masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi ke kehidupan spiritual, hingga pada akhirnya sampai pada yang terdalam dari spiritualitas tersebut.
Apalagi bagi seseorang yang menempuh Jalan-Buddha, akan semakin menemukan makna dari keSUNYAan, sebab justru disitulah inti dari Buddha-Dhamma ; pelepasan-agung
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Nyuwun sewu, mas Ngabehi, jika agak Out Of Topic (OOT) … Tapi sepertinya juga cukup significant dengan tema halaman ini, “Perjalanan-Rohani”.
Semoga bermanfaat dan berkenan di hati..
Peace & Love, to All, especially mas Behi
wah…maturnuwun sekali Mas Ratya, penjelasannya sangat gamblang sekali. Mungkin maksud saya seperti yang penjenengan tulis itu, tapi berhubung keterbatasan saya , sehingga hanya bisa bikin sedikit coretan tadi.Semoga yang dituliksan njenengan itu makin berguna untuk perjalanan Mas Nur mengenai mimpinya.Mas… sampeyan kalu nulis komentar disini kok agak takut2 to? emangya saya galak ya ha ha, santai mawon mas.
Dear mas Behi
Nggak takut2, biasa saja kok mas Behi
Peace & Love, mas Behi
Hebat sekali pemikir-pemikir muda kita ini. Ki Ngabehi dan begawan Mas Ratana, keduanya menampilkan sisi yg berbeda namun saling melengkapi. Kita tahu, di dunia ini serba berpasangan, ada siang -malam, panas dingin, kuat lemah, baik buruk, laki perempuan, sebagaimana prinsip Yin Yang, sebagai hukum atau kodrat alam. sekali lagi KODRAT ALAM. Menikah menurut saya pribadi bagaikan BARTER dengan masa lajang. Ada pengorbanan baru, ada pula penghargaan/anugrah/nikmat baru. Masa lajang ada pula pengorbanan dan ada pula kenikmatannya. Keduanya merupakan “lakuning ngaurip” yg bisa berat dirasa, bisa juga dirasakan ringan tergantung prinsip dan perspektif masing-masing orang.
Ada “tamsil” yg mengatakan, hidup adalah pengorbanan. namun ada pula yg bilang, hidup adalah rahmat dan anugrah Tuhan. Nah masing-masing, yakni SELIBAT dan MENIKAH merupakan bentuk pengorbanan untuk meraih tataran kemuliaan dan anugrah hidup yg lebih tinggi. Tetapi, masing-masing juga sebagai upaya meraih kemuliaan/rahmat dan kenikmatan hidup dalam bentuk yg berbeda jalan yg ditempuhnya. Keduanya sama-sama bertujuan meraih anugrah dan kemuliaan hidup. Dengan kata lain, jalan boleh berbeda, pengorbanan juga berbeda, namun hakekat tetaplah sama. Kita sadari banyak sekali ragam syariat di dunia ini, meskipun berjuta ragamnya, namun tetap saja, ada nilai universal yang tdklah berbeda. Hanya saja kadang manusia terjadi berselisih faham karena beda syariat. Padahal hal itu terjadi hanya karena masing-masing belum menuntaskan tugasnya dalam menelusuri makna hakekat di balik beragamnya syariat (sembah raga).
Mohon maaf bila penjelasannya mungkin terasa OOT juga, tetap peace..!!
salam asah asih asuh
===========================================
Betul sekali Ki, dalam suatu pernikahan banyak sekali hikmah2 ataupun pengetahuan yang kita dapatkan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Karena dalam pernikahan kita berangkat dari dua insan yang berbeda jenis, yang tentu saja banyak perbedaan baik sifat, pola fikir, nalar dsb.Nah di sini kita dituntut untuk saling bisa menundukkan ego masing2, tidak boleh nggolek butuhe dewe, menange dewe dan benere dewe.Keluarga adalah gambaran suatu negara, dimana seorang suami berperan sebagai raja yang harus bisa memimpin negerinya.Dari uraian di atas kita bisa mengira-ngira, betapa rumitnya sebuah keluarga, banyak permasalahan yang datang dari istri, anak, mertua, orang tua dan sebagainya. Nah bisa kita bayangkan alangkah hebatnya bila seorang suami ataupun seorang istri yang sudah begitu repot menghadapi tetek bengek permasalahan kelurga, tetapi masih mampu untuk berjuang mengenal diri dan tuhannya, berjuang memayu hayuning bawana alit ageng.Namun merupakan anugrah bagi seorang bujangan yang permasalahannya belum se kompleks orang yang telah berumah tangga, akan tetapi telah memperoleh kesadaran untuk berjuang menggapai spiritualitas demi kebahagiaan dirinya duni akhirat.Maaf Ki Ini hanya celotehan orang yang suka ngelamun aja, bukan sabda pujangga atau waskita.Maturnuwun atas kunjungannya.
rahayu
Hmmmh napas panjang…………………..membaca penjelasan-penjelasan tokoh spiritual di atas.
@mas Ngabehi:
Waktu mimpi itu masih lajang mas, tapi sekarang sudah digondeli 2 anak je…………….. tapi tak menyurutkan ku untuk mencari jati diri. Insya Allah ada jalan, meskipun sudah meikah dan tantangan menjadi lebih berat.
Mungkin perbandingan di bawah ini bisa jadi cerminan saya pribadi:
“Mulia mana seorang santri yang berdzikir khusuk di dalam masjid dengan seorang pengembara yang berzikir ditengah pasar sedangkan ia sambil belanja sesuatu.”
Salam sejahtera dan rahmat Allah untuk kita semua. Amiin.
==============================================
lah ini perumpamaan masnur malah bagus sekali, ya begitulah makin berat beban hidup ini, jika kita mampu menyelesaikannya dengan baik plus kita tetap ngudi kasampurnaning ngaurip, menurut saya maqomnya lebih tinggi. Selamat berjuang Mas..
Dear mas 8Nur, mas Sabda, dan mas Behi.
Tergantung tujuannya.
Jika yang dituju adalah TUHAN dan SURGA , maka tidak perlu melepaskan keduniawian.
Tidak perlu berdzikir khusyuk di masjid dan tidak menikah ; tetap berkeluarga seperti mas Behi dan mas 8Nur, mas Sabda dan lain2nya, ya tetap bisa masuk surga dan menuju Tuhan. Jalannya ya seperti yang dijalani mas 8Nur, mas Sabda, dan mas Behi.
Tapi jika yang dituju adalah NIRVANA, maka mutlak harus melepaskan keduniawian,
Ini memang hal yang susah dipahami. Sebab selama ini orang keliru pemahaman, menyamakan NIRVANA dengan SURGA tempat Tuhan berada.
Perbedaan mendasar ini pula yang menyebabkan mengapa para suciwan Buddhis melepaskan keduniawian, sedangkan para rohaniwan non-Buddhis masih mentoleransi keindriyaan dan pemuasannya.
Saya ada diskusi menarik dengan mas Zal,
Silakan mas Behi, mas 8Nur dan mas Sabda kunjungi ini :
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/05/26/nafsu-indriya-penghalang-yang-harus-dilenyapkan/#comment-973
Peace & Love, May All Beings Be Happy and Free from Suffering
May All Beings Attain Enlightenmet
untuk suci harus melenyapkan nafsu? wah…berat ah. saya ikut jalan standard aja deh, itupun belum tentu sesuai dgn jalan-Nya.
iya kang ratanakumoro lebih sulit lagi anglebeti/masuk ke tempat VALHALLA apalagi LANGSEM
Untung mas, panjenengan tidak terus turun ke sungai. Perjalanan panjenengan masih panjang, setidaknya bisa mengupas tuntas siapa dan apakah jembatan yang panjenengan lewati.
Betul mas Robit, semoga atas doa penjenengan,saya senantiasa dibimbing oleh Gusti Allah.Trimakasih telah sudi mampir.
Alhamdulillah…..
Saya juga pernah mengalami mimpi yang mirip, tapi bukan bertemu dengan penunjuk jalan tapi ditunjuki isyarat oleh seseorang yang saya tidak tahu sampai sekarang siapa orang itu. Mimpinya baru sekitar 2-3 minggu y.l. Dalam mimpi itu saya dihadapkan pada satu mahluk yang menjijikan sekaligus mengerikan. Bentuknya seperti prisma segitiga tapi cenderung bulat. Warnanya coklat muda kemerahan (seperti daging), urat-uratnya terlihat jelas berwarna merah darah. Mulutnya menghadap ke atas dan bergigi tajam. Saya berusaha menjauhi mahluk itu karena jijik dan ngeri….tapi, dari arah belakang saya ada seseorang yang menunjuk ke arah mahluk itu dan seakan memberi isyarat ke batin saya bahwa mahluk itu sangat erat hubungannya dengan diriku. Sambil ragu, saya peluk mahluk itu dengan memalingkan muka karena jijik dan ngeri. Saat saya memeluknya, mahluk itu bersendawa dengan keras. Tambah senewen saja batin saya. Setelah itu saya terbangun dan termenung mimpi apa saya? Kalau mimpi yang mengerikan biasanya hati ini berdebar dan nafas terengah-engah, tapi badan dan hati saya tidak merasakan itu.
Ah, saya coba lupakan mimpi itu, karena kudapan (snack) malam sudah dihidangkan. O ya, mimpi itu saya alami saat sedang melakukan kegiatan kantor, tapi saya tertidur karena kelelahan, waktunya setelah maghrib menjelang isya. Lalu, saya mengudap (minum teh dan makanan ringan yang dihidangkan panitia). Setelah itu, saya salat isya. Saat salat isya itu, tak lama setelah takbiratulikhram dan kedua tangan saya sedekap ke perut, saya bersendawa….Astaghfirullah, rupanya ini isyarat dari mimpi saya. Mahluk yang mengerikan dan menjijikan itu ternyata lambung saya sendiri. Saya diingatkan lewat mimpi itu untuk menjaga perut saya dari kekenyangan dan dari makanan haram. Padahal, dua hal itu sudah sering saya dengar lewat ceramah-ceramah dan buku-buku agama. Ternyata, lewat mimpi itu lebih meresap dan menyentuh batin saya.
Semoga dapat menjadi pelajaran untuk kita semua.
@bahtiarian
Trimakasih atas kunjunganya Mas,Memang sebetulnya petunjuk2 Gusti Allah tergelar nyata di alam ini, baik yang kasat mata maupun tak kasat mata.
salam karaharjan.
Mas Ngabehi, kalau boleh tahu pengajiannya dimana?
Yth, Mas Murid
Sebetulnya bukan kelompok pengajian mas, tapi semacam acara kumpul-kumpul (sarasehan) begitu, tempatnya di kawasan jakarta timur.
maturnuwun
iya deh sarasehan, hehehe.
sama seperti mas ngabehi, saya juga punya harapan dibimbing seorang guru ngaji seperti itu. tapi sampai sekarang belum ada jodoh.
@Murid
coba aja mas neges kepada Tuhan dengan cara yang mas yakini, misalnya sholat sunah, puasa, semedi ata apalah…Insyaallah suatu saat pasti dipertemukan dengan Guru wujud seperti yang mas idam-idamkan selama ini,
maturnuwun
mmm…gitu ya. sering shalat & puasa, tapi knapa gak kepikiran hajat begitu ya, hehehe.
matur nuwun mas ngabehi, saya udah diingatkan.
Sama-sama mas Murid, sebagai sedulur bisanya hanya saling mengingatkan dan saling berbagi. Trimakasih selalu mampir di gubuk reyot ini.
salam rahayu
wassalam
Wah, kalau Jakarta Timur, dekat tempat kerja saya dong…boleh tau lokasi tepatnya tdk? kalau boleh kirim aja melalui komentar di blog saya (saya moderasi, jadi tidak langsung tampil). Insya Allah saya silaturahim….
insyaallah nanti saya kirimkan alamtnya mas, mangga datang ke tempat kami untuk menambah paseduluran.
matur nuwon, saya tunggu kirimannya…
Mohon ijin ingin ikutan komentar :
Salam sejah tera bagi kita semua, parasedulur kabeh utamanya mas Ngabehi dan para sahabat semua, saya ucapkan salam kenal….
Mas Ngabehi…., mengenai mimpimu itu adalah benar …. meski gurumu itu tidak berpenampilan layaknya Ulama , yang seneng pake Games dan bawa tasbih kemana mana, tetapi kedalam tingkat spiritual gak ada hubungannya dengan penampilan luar. so … menurutku lanjut aja gak usah ragu, yang namanya ilmu itu harus terbukti, harus ada rasanya yang dirasakannya sendiri.
He..he..he… menurutku jika kita mau menapaki dunia spiritual, jika masih terikat dengan aturan harus begini dan begitu dan belum merdeka, maaf umpamanya gak perlu nikah, gak makan daging dan harus vegetarian…. !! aku khawatir malah akan menghambat perkembangan laku spiritual kita, karena semua yang ada dialam semesta ini diciptakan untuk kepentingan manusia itu sendiri untuk memenuhi ke 4 unsur utama manusia.
Dan Tuhan menciptakan manusia dan alam semesta ini amat seimbang, jadi gak boleh kurang dan berlebihan.
Diatas saya membaca tentang Nirvana, surga , neraka…. he..he..he… mohon maaf bagiku semua hanya istilah saja, yang intinya jika masih berupa tempat… ya itu masih wilayah mahluk/ciptaan, he..he..he.. kenapa gak menuju ke yang menciptakannya saja….?
sehingga yang didapat cuma Rasa Nikmat….!!! dan ketika kita dah merasa Nikmat, tentu dah gak ingin apa apa lagi… lawong udah nikmat…!!
para sedulur aku Mohon maaf jika komentarku gak nyambung….
Salam kerahayuan…
Wah aku setuju banget mas karo sampean,surganya siapa … nerakanya siapa … lah kenapa gak ketemu langsung sama yang punya … kan gak usah pake hitung-hitungan kayak orang dagang aja pake untung dan rugi … iyo opo ora … walah , malah nyleneh kabeh
Katur mas Ngabehi…………
sedikit tentang mimpi dan fakta….saya pernah bermimpi………………..dan hingga saat ini pelipis kiri saya kadang berdenyut ( keduten ) sering sekali…kira2 1 jari……..mohon penjelasannya
Salam likum Ki, numpang curhat aja nih…..th 2006 saya sudah tikah, th 2008 saya juga udah asal usul, ………tapi masih juga belum menjumpai kententraman bathin, malah saya sekarang seperti orang linglung, apalagi banyak murid lain yang lebih senior malah gak nggenah lakunya, mau fokus ke perjalanan spiritual masih belum mampu, kasih komen dong ki…………
@Mas lalang segoro
Wa alaikum salam
Segala sesuatu datang dari niat. Niat yang bersih tentu akan menghasilkan sesuatu yang baik dan bersih pula. Banyak orang yang terjun ke dunia spiritual hanya menemui kebuntuan dan kehampaan. Semua bermula dari niat yang masih campur aduk, ingin karomah, ingin disegani, sebagai pelarian ,dll. Sehingga ketika hal-hal tersebut tidak bisa diraih, maka kelelahan dan kebosanan yang timbul dalam diri kita. Pada hal puncak pendakian spiritual adalah menemukan dirinya sendiri atau mengenal dirinya sendiri, bukan menjadi manusia super seperti dalam cerita-cerita komik.
rahayu
Assalammu’alaikum,
Murid, gurune pribadi
Guru, muride pribadi
Pamulangane, sengsarane sesami
Ganjarane, ayu lan arume sesami
pring pada pring, payung kula namung Gusti, aji-aji kula injih Gusti, hi hi
Kathah tiang ngimpi tapi durung weruh menopo niku ngimpi
Kathah tiang memahami ngimpi mimurut Akale’ lan Ilmune piyambek-piyambek
Ingkang melek lan ingkang merem ugo diarnni ngimpi
Ingkang mboten melek lan ingkang mbothen merem uga di arani ngimpi
Ingkang saget memahami ngimpi inggih ingkang gawe ngimpi sak lintune mbothen saget.
Ingkang nbothen ngangge syariat inggih leres ,Ingkang ngangge syari’at inggih leres.
Leres sedhoyo mboten wonten ingkang salah.
Nyuwun ngapunten kalih panjenengan (urun wicoro)
sing jenenge tafsir lan takwil niku kan maceem2 tergantung sinten sing nafsiri lan nakwili. kalau melihat ngimpi sampeyan niki bukan masalah angsal guru enggal tapi berhubungan sama pekerjaan. jadi pekerjaan sing cocok jago pukule or mucikari tempat prostituussi, mengke klau udah dijalani hati lan roso tetap menyang gusti Allah meskipun kerjone eleng mekaten baru nemu ilmu lan guru sing cocok.
saben diten mimpi lah kapan ora mimpi,yen ngimpi terus lah kapan nyatane,yen wews nyoto yo ora ngimpi,heheheh,urip meniko ora mimpi,urip meniko nyoto anane ,ora gegeden agen agen lan keinginan,kepemilikan neng AKU dewe kedoyan lan kemilikan wkwkwkwkwwk rahayu slamet wilujeng kagem sedoyo terno budoyo hhihihiih
intinipun tiyang menika kan pakem’impun piyambak2 nggeh to… dipun wangsulaken dumateng tiyangipun piyambak. menika jawaban saking pertanyaan, “mengapa hanya islam yang dijamin masuk surga?” bkn krn agamanya, tp pakemnya. menawi nasrani pakemipun kan saking vatikan, ( sae sanget menika menawi kula tingali) menawi islam wangsul dumateng pribadi, menawi sae nggih surgo, menawi ala nggeh dados intipipun neroko, kamongko surgo neroko menika ingkang pundi?? hehe.. blog menika menawi kepanggih FPI, HTI,dkk gawat lho mas.. kula kaliyan njenengan2 sedoyo saget dados korban gebuk, langkung parah dados korban bom. hehe
Kasih tau dong dimana dia,siapa dia karena keadaan sayapun hampir sama
assallamualaikum saudara. Saya juga mau bercerita tentang Mimpi saya. Saya gak tau Ini Mimpi Hanya bunga tidur saya atau tidak saya benar2 kagak tau.. Saya sering bermimpi disuatu tempat yg asing buat saya pribadi.. Suatu tempat yg sejatinya tidak pernah saya ketahui dan saya datangi.. Daerahnya itu gersang kering rata2 tanahnya berwana orange pokok nya serba orange.lah!. & saya merasa damai di dalamnya! Ditengah2 daerah ini ada semacam kota kecil paling2 kayak kota kecamatan gitulah ada pasar tradisional nya toko2 kecil & sebagainya sejak saya hitung sampai sekarang sudah 11 tahun ini saya sering mimpi yg sama !! Paling2 kalau gak seminggu 2x mungkin sebulan 6x
Assalamu’alaikum salam kenal….lour…sepuh anem ingkang kulo tresnani……khususipun Ms.NGABEHI..
Alkhamdulillah tambah yakin laku niki kpanggeh sdulor wonten mriki….rahayu…rahayu…rahayu…sdanten…..amiin
Wa’alaikumusalam
Salam pitepangan ugi kagem Ki Suprapto, maturnuwun sampun kersa mampir wonten gubuk kula ingkang awon menika.Mangga kula aturi leyeh-leyeh sinambi ngrahapi sesegahan sakwontenipun.