Dalam sejarah Jawa sampai Bali, seorang tokoh besar masa lalu tak lepas dari kisah pusaka-pusaka yang konon mempunyai daya linuwih yang sangat hebat.Kita ambil contoh, Sutawijaya dengan tombak Kyai Plered, Adipati Penangsang dengan Setan Kober, Sunan Kalijaga dengan keris Kanjeng Kyai Kopek.Orang jawa menyebutnya Sipat Kandel, artinya mungkin sesuatu yang dapat mempertebal keyakinan, keberanian, kekuatan dll.Akan tetapi apakah seorang sekaliber Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati dll masih mempercayai hal-hal yang bisa membahayakan Aqidah.Ataukah semua itu lebih bersifat simbolik, karena dalam legitimasi kekuasan Raja-Raja Jawa tak lepas dari keberadaan sebuah pusaka.Ada apa dibalik semua itu, silahkan saudara berbagi kawruh mengenai hal di atas dengan argumen yang adem dan mendidik!
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

saya sedang bikin tugas akhir tentang tosan aji.
boleh tidak saya minta tinjauan filosofis tosan aji untuk melengkapi referensinya?suwun…
Secara umum tosan aji diciptakan tidak hanya sebagai senjata tapi juga sebagai sifat kandel bagi pemiliknya, Yaitu sesuatu yang dapat membangkitkan keberanian, keyakinan dll bagi pemilik tosan aji tersebut.Tosan aji diciptakan untuk berbagai kebutuhan, contoh ada keris yang bisa dipergunakan untuk membantu pertanian, rentenir, untuk kekuasaan dll, tergantung energi dari sang pencipta keris untuk apa keris itu dibuat, makin tinggi tingkat spiritual dari sang empu makin hebat pula kekuatan keris yang diciptakan.Tapi untuk sekelas wali keris lebih bersifat untuk identitas diri saja dan sebagai media pengajaran bagi masyarakat, karena dari dulu masyarakat jawa sudah sangat akrab dengan masalah mistik.Hingga muncullah istilah-istilah curigo manjing warongko, warongko manjing curigo dll.semoga terinspirasi, salam mod.
Komentar oleh Ajidharma — Maret22, 2008 @ 2:27 am
Rahayu… ,
Salam Penuh Kebahagiaan… ,
Kulanuwun, ndherek pasang iklan… , hehehe… .
Para kadang sekaliyan, saudara Herjuna, saudara Hidayat, dan saudara2 lainnya yang telah mengenal saya di seblog Gantharwa, saya mengundang panjenengan sedanten untuk berkunjung ke weblog saya di = http://ciwabuddha.wordpress.com.
Disana mungkin kita bisa lebih saling mengenal, karena disana saya juga menerangkan siapa diri saya ini, serta silsilah saya dari Sunan Kalidjaga, Paku Buwana IX, dan Hamengku Buwana I, semua saya uraikan dengan cukup lengkap ( dengan keterbatasan wahana tentunya, sehingga sebatas itu yang bisa diungkap ). Bersumber dari silsilah yang ada pada saya dan saya jaga, yang telah diresmikan, terutama oleh pemerintah, dan juga pemerintah Hindia Belanda waktu itu.
Disana ada halaman tempat ngangsu kaweruh Jawa-Kejawen, Buddha-Dharma.
Nanti juga akan saya tambahkan ‘pengalaman spiritual’, termasuk pengalaman saya ketika pada usia 5 tahun bersamadhi dan mendapatkan KERIS PANEMBAHAN SENAPATI yang datang menancap ke lantai di depan saya samadhi. Sekarang keris itu masih saya simpan, saya jamasi, saya beri warangka emas.
Dulu juga saya punya keris KYAI SENGKELAT, tapi disimpan oleh Ketua HPK seluruh Indonesia pada tahun 1994.
Kiranya cukup sekian. Mohon dipenuhi undangan saya ini, untuk mempererat tali persaudaraan kita, untuk lebih saling mengenal, dan untuk melanjutkan diskusi dengan lebih gayeng… .Jangan lupa, : http ://ciwabuddha.wordpress.com lho… .
Rahayu…
Semoga Semua Makhluk berbahagia… .
Salam-Damai dan Penuh-Cinta-Kasih… .
Komentar oleh Siwa Buddha — Juni28, 2008 @ 9:19 am
rahayu…
begini mas kalam .. saya punya 5 keris satu ada yang kecil, saya beri nama condrik naga kecil asli empu….
2 tombak ampuh…. peninggalam leluluhur.
menurut pedagang keris, keris itu ada 2 jenis yaitu:
1.keris empu : yaitu asli buatan mpu jaman dahulu
2. keris proses: yaitu keris proses buatan orang sekarang maksudnya dibawah 100 th yang lalu.
satunya luk 13 dan 9 persis kiyai sengkelat, ketika itu saya dicegat orang dan diberikan kesaya, seingat saya senin legi,. setelah saya tanya tukang jualan keris harganya bisa ratusan ribu katanya.
pertanyaan saya.
bagaimana mas cara memperlakukan / merawatnya, sekarang benda-benda itu saya bungkus tas keresek dan sy taruh dbawah meja.
bagaimana memperlakukan keris , saya takut sekali dikatakan sirik kalau saya taruh didalam lemari.
saya pandang hanya sebatas benda seni. nilai seninya menurut mas hidayat adalah karena keasliannya ”’kapan kapan kalau sempet tak tampilkan di friend ster ,benar-benar seperti sentuhan tangan, bukan palu. dan gelombang wajah-dapurnya begitu indah.
mas kalam wadi pernah enggak dengar pusaka namanya ” MUSTIKO JATI”… mohon dibantu , bener ini nanyanya.
wass wb
Komentar oleh hidayat — Juni28, 2008 @ 2:39 pm
Mas Hidayat…
Seperti telah saya uraikan di atas, pusaka adalah bisa sebatas senjata atau juga sipat kandel. Untuk orang2 yang masih mengandalkan sipat kandel diluar dirinya mungkin bisa dikatakan belum kenal dirinya(tidak percaya diri), namun untuk kalangan spiritualis pusaka keris lebih condong di maknai filosofisnya.(silahkan cari link tentang keris).Merawat pusaka tinggalan leluhur, tidak berarti syirik, kita harus sadar bahwa semua itu adalah hasil kreativitas nenek moyang kita yang adiluhung, karena proses pembuatan pusaka sendiri melalui ritual yang sangat berat, kita harus menghargai semua itu , kita wajib melestarikan peninggalan leluhur yang nilainya tiada terkira ini, dengan merawat dan menjaganya agar jangan sampai jatuh ke orang-orang yang mengabdi kepada rupiah.Pernah saya ngobrol dengan teman saya yang dosen mata kuliah Metalurgi Fisik, beliau memuji-muji kehebatan para empu jaman dulu yang dengan peralatan yang sangat sederhana ternyata mampu menghasilkan senjata2 yang berkualitas melampui jamannya.Di negara2 maju justru mereka melakukan eksplorasi budaya secara besar-besaran. Seperti kata temen saya”ambil positifnya aja cing”
rahayu
Komentar oleh Kalamwadi(Ngabehi K.M) — Juni29, 2008 @ 1:34 am
rahayu…
keris katanya tersusun lebih dari 2000 lapisan logam
makanya menjadi kuat, jika dibandingkan dengan logam yang sama tebalnya tapi terdiri dari satu jenis dan satu lapisan…..
iyoni yang terkandung lebih banyak diterka dengan dogma dan latarbelakang penerka yoni keris, yoni adalah ghoib yang mengikuti pusaka sendiri…
bisa diterka dengan kata-kata:
1. ghoib pembuat/empu
2,.ghoib jin yang ikut
3. ghoib khodam
4.ghoib siluman yang baik dan jahat
5.ghoib jin muslim
6.ghoib jin pesugihan…dlll
mari kita bahas tentang pusaka sejauh kita mampu,
kita mungkin punya kelebihan sedikit yang terlewat walau ada situs yang mengulas tentang keris sedemikian banyak dan kayaknya sempurna….
sampun matur suwun
wassalam wb
Komentar oleh hidayat — Juli1, 2008 @ 1:54 pm
Salam mas hidayat….
Bicara tentang yoni sebuah pusaka, saya punya pendapat demikian.Saya kasih ilustrasi sederhana, suatu malam saya mengambil sehelai daun jagung, kemudian daun itu saya babat pakai pisau, cras ….daun itu putus (kancras=bahasa jawa, tertebas dengan sempurna) . kemudian saya kosentrasi sebentar dan saya salurkan energi saya sesuai yang saya kehendaki, sesudah itu daun jagung tersebut saya babat dengan pisau yang sama dan dengan tekanan yang sama, hasilnya daun tersebut putus tetapi tidak kancras(bahasa jawanya) daunya seperti patah. jadi kesimpulannya sebuah keris adalah mewakili kehendak sang empu, Kalu ada yang bilang yoni sebuah keris bisa dipakai untuk menambah kadigdayan, kawibawan, pesugihan, kunci wahyu keprabon dll, maka saya jawab itu benar.Seperti sebuah Personal Komputer, Perangkat kerasnya disebut hardware (bentuk fisik keris) dan piranti lunaknya disebut software (yoni sebuah keris), Yang membedakan adalah energinya(saya lebih seneng menyebut energi), tinggal keadaan sang empu, dominan ke energi yang manakah suwaktu proses pembuatan pusaka tersebut.
rahayu
Komentar oleh Nagbehi K.M — Juli2, 2008 @ 3:02 am
Ada yang pernah mendengar Pusaka Nusantara, kemungkinan ada 3 ? Apa saat ini telah muncul…???? Salam….
Komentar oleh saputro — Agustus20, 2008 @ 9:31 am
wah servernya jamnya nggak cocok tuh mas….
Komentar oleh saputro — Agustus20, 2008 @ 9:33 am
kulo nuwun..
nyuwun sewu meniko kulo bade derek nyuwun pirso dumateng sederek kadang …
saya mendapat warisan leluhur berupa keris berjumlah 4 buah dari almarhum bapak mertua, menurut beliau keris itu peninggalan sejak dari kerajaan majapahit..itu juga cerita dari mbah2 dulu,sekarang kondisinya ingin saya rawat, yang ingin saya tanyakan bolehkah kita jamasi sendiri dan caranya bagaimana?apakah tidak berbahaya?
matur nuwun sakderengipun..
Komentar oleh mas heru — Agustus22, 2008 @ 12:51 am
Buat Mas Heru:
Boleh saja mas, tapi di mandiin saja tak usah diwarangi, karena kalu ndak tau tekniknya bisa berbahaya dan juga mengakibatkan perubahan pada bagan2 keris.Karena warangan itu salah satu tujuannya untuk merawat keris dari karat dan juga pengikisan.Setelah njamasi cucilah tangan anda dengan bersih.
Komentar oleh Ngabehi K.M — Agustus22, 2008 @ 1:18 am
mas Kalam,
hari ini saya baca koran, disitu disebutkan, ternyata orang luar negeri mulai menyukai dan mengoleksi keris ….., budaya dan pusaka negeri ini.
Dilain pihak, orang-orang kita sendiri takut untuk mengoleksi karena dianggap sirik ……. identik dengan kejawen dan dukun.
(termasuk aku sendiri dulu tidak berani merawat keris yang dulu orang tuaku punya, akhirnya enggak tahu kemana).
Fenomena apa lagi ini mas …….
salam,
Komentar oleh 3yoga — Agustus28, 2008 @ 2:09 am
inilah yang sangat sangat disayangkan mas 3Yoga
dimana kebudayaan negri kita ini lebih dihargai oleh orang luar dibandingkan dengan bangsanya sendiri mungkin karena isu syirik atau semacamnyalah yang akhirnya membuat orang was2x atau semacamnya.
sebetulnya kalau kita mau jujur banyak sekali kebudayaan kebudayaan negri kita ini kalau digali lebih dalam mengandung falsafah dan aturan hidup yang kalau dikonversikan ke Ajaran Islam sebenarnya masuk akan tetapi dikarenakan sudut pandang yang sempit akhirnya ya beginilah jadinya.
Sedikit cerita…………..
Dulu dicirebon kedatangan seorang kiayi dari tasikmalaya yang tidak percaya akan hal2x ghaib dan menganggap semua itu adalah permainan jin.
untuk membuktikan ucapannya bahwa gunung ciremai itu tidak ada apa apanya akhirnya dia naik sendiri keatas gunung itu dan apa yang terjadi kiayi tersebut hilang tak bisa kembali sampai saat ini.
sewaktu dikonfirmasi sama penguasa ghaib gunung tersebut jawabannya hanya satu ” Biar dia belajar dari kesalahannya dan kesombongannya “.
jadi seyogyanya jikalau kita ini tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sebaiknya mending diam saja daripada kita tidak tahu akan tetapi seolah2x tahu ini sangat berbahaya sekali.
ini ada wejangan dari seorang Nenek kepada saya :
“ulah saomong-omongna lamun lain omongkeunana jeung ulah sok ngomongkeun hiji perkara lamun hidep teu nyaho elmuna ”
( janganlah kamu berkata sesuatu kalau hal itu memang bukan untuk dibicarakan dan janganlah kamu membicarakan sesutu ilmu padahal kamu sendiri tidak tahu/punya ilmu tersebut ).
dan semenjak diwejang seperti itulah saya hanya berbicara apa adanya berdasarkan ilmu dan pengalaman yang saya punyai tidak kurang dan tidak lebih.
Salam
Semoga bermanfaat
Komentar oleh Siliwangi — Agustus28, 2008 @ 4:13 am
mas Kalam,
hari ini saya baca koran, disitu disebutkan, ternyata orang luar negeri mulai menyukai dan mengoleksi keris ….., budaya dan pusaka negeri ini.
Dilain pihak, orang-orang kita sendiri takut untuk mengoleksi karena dianggap sirik ……. identik dengan kejawen dan dukun.
(termasuk aku sendiri dulu tidak berani merawat keris yang dulu orang tuaku punya, akhirnya enggak tahu kemana).
Fenomena apa lagi ini mas …….
salam,
==============================================
kalau bahasa sekarang udah ga PD lagi mas Tri, ga percaya diri,ga punya keberanian dan keteguhan hati lagi sehingga akhirnya cuma ikut2an budaya bangsa lain, , mau itu budaya jelek atau bagus yang penting keren begitu kata anak2 sekarang.Jadi PR kita sebagai oramg2 tua untuk mendidik anak2 kita supaya bisa tahu jatidirinya dan bangsanya, begitu pendapat saya
wassalam
Komentar oleh Ngabehi K.M — Agustus28, 2008 @ 4:39 am
kalau bahasa sekarang udah ga PD lagi mas Tri, ga percaya diri,ga punya keberanian dan keteguhan hati lagi sehingga akhirnya cuma ikut2an budaya bangsa lain, , mau itu budaya jelek atau bagus yang penting keren begitu kata anak2 sekarang.Jadi PR kita sebagai oramg2 tua untuk mendidik anak2 kita supaya bisa tahu jatidirinya dan bangsanya, begitu pendapat saya
————————————
hiks …. hiks…. malu ati aku (sembari senyum kecut)…. karena dulu waktu mudaku juga seperti itu, maunya nge band, nge rock, …. gak mau klenengan.
yah memang tugas kita semua untuk membimbing dan menyadarkan putra-putri kita untuk mencintai budaya bangsa sendiri.
salam,
Komentar oleh 3yoga — Agustus28, 2008 @ 6:57 am
Rahayu
ada beberapa faktor ketidak menariknya budaya sendiri, salah satu usaha senibudaya kita harus tampilkan kepiawaianya dgn menarik..kurangnya penyampaian informasi ke masyarakat
was wb
Komentar oleh Hidayat — Agustus30, 2008 @ 6:26 am
Malam2 teman2 smuanya.salam sejahtera slalu.sy trus terang penasaran dgn daya lineuwih benda pusaka.sy pernah ditawari sebuah pusaka ‘kembang kuncung wijaya kusuma’ tnp mahar bentuk spt kepompong & berbahan kuningan,dpt mengeluarkan jarum pd kuncup atas.mnrt tmn sy yg phm ktnya ‘benda’ tsbt berkhasiat u/pengobatan,kebal senjata tajam & teluh bg penggunanya.diburu o/ para jendral.salah satu org yg memiliki adl almarhum pak harto.hrgnya sgt mahal.apakah smua itu benar adanya?mhn teman2 mungkin dpt memberikan & membagi pengetahuaannya.wassalam
Komentar oleh Satria — September21, 2008 @ 12:15 pm
Satria, di/pada September 21st, 2008 pada 12:15 pm Dikatakan:
Malam2 teman2 smuanya.salam sejahtera slalu.sy trus terang penasaran dgn daya lineuwih benda pusaka.sy pernah ditawari sebuah pusaka ‘kembang kuncung wijaya kusuma’ tnp mahar bentuk spt kepompong & berbahan kuningan,dpt mengeluarkan jarum pd kuncup atas.mnrt tmn sy yg phm ktnya ‘benda’ tsbt berkhasiat u/pengobatan,kebal senjata tajam & teluh bg penggunanya.diburu o/ para jendral.salah satu org yg memiliki adl almarhum pak harto.hrgnya sgt mahal.apakah smua itu benar adanya?mhn teman2 mungkin dpt memberikan & membagi pengetahuaannya.wassalam
==================================================
saudara satria, seperti telah diuraikan diatas, yoni yang terkandung di dalam sebuah pusaka itu hasil dari olah ritual sang empu juga merupakan hasil dari kehendak batin sang empu, seperti sebuah PC ada softwarenya kan?
Komentar oleh Ngabehi K.M — September22, 2008 @ 1:03 am
aku kurang setuju dengan pendapat mas ngabehi.
Komentar oleh mahesa — November6, 2008 @ 7:30 am
mahesa, di/pada Nopember 6th, 2008 pada 7:30 am Dikatakan:
aku kurang setuju dengan pendapat mas ngabehi.
==========================================
Mungkin mas mahesa punya pendapat lain yang lebih akurat dan valid, silahkan ditulis mas.Mudah2an menambah wawasan saya.
Komentar oleh Ngabehi K.M — November6, 2008 @ 7:51 am
saya kurang setuju bukan berarti pendapat kang mas ngabei salah…namun hanya menambahkan….. saja…
bagaimana jika empunya pembuat tosan aji itu disuruh…katakan lah jika pembuat software itu mendapat order dari suatu toko obat untuk membuat data base barang dan penjualan serta keuntungan dan kerugiannya..itu kan artinya disuruh/diminta dan itu bukan kehendak hati..sehingga si pembuat software ini harus meneliti dan faham tentang perdagangan di toko tersebut…tapi jika dikatakan itu hasil dari kehendak batin sang empu…rasanya kurang tepat
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Lho bukannya hati itu ada yang murni dan ada yang sudah ditumpangi kepentingan, mungkin jika sang empu itu waktu meng up load daya pusaka tanpa disuruh pihak manapun artinya dia mengikuti perintah hatinya untuk membuat pusaka, ya pasti daya linuwih yang terdapat di pusaka itu sesuai dengai maqom ruhaniah sang empu,lha kalu dia disuruh seseorang membuat pusaka katakanlah untuk menambah kewibawaan, ya sang empu akan mengisi pusaka itu dengan daya kawibawan, ini yang dinamakan dengan kehendak bathin artinya sudah ditumpangi kepentingan di sana (ingat lho mas manusia itu sudah lengkap, dicipta tuhan dengan sempurna, manusia mempunyai energi positip dan negatif, tinggal pilih mana yang mau digedein volumenya)
Rahayu.
Komentar oleh mahesa — November6, 2008 @ 9:14 am
mAssalamualaikum. mas ngabehi, sy numpang tanya. apa betul ada keris namanya Nogo Gini ?
Komentar oleh karebet — Januari28, 2009 @ 1:58 pm
Wa’alaikumsalam mas karebet, wah lama banget ga muncul, kemana saja? Keris Nogo Gini? saya baru denger tuh, setau saya naga sasra, naga welang dll. Kalu mas punya fotonya kirimkan saja via email nanti saya posting di sini, tk.
Komentar oleh Ngabehi — Januari29, 2009 @ 1:11 am
keris nogo gini??? wah, pasti ini gara – gara kebanyakan nonton film atau mbaca komik wiro sableng…
Komentar oleh katrok — Februari16, 2009 @ 8:01 am
Assalamualaikum Wr. Wb.
Langsung saja ke pointnya ya ga basa basi
, di rumah saya di depan pilar rumah ada sebuah keris namanya Kiyai Kanjeng “Luk 5, pamor banyu mili”, awalnya keris ini belum wujud masih gaib, tetapi kemudian saya share sama saudara yang kebetulan tau cara gimana mewujudkan, hari ini jam 20:00 kerisnya di wujudkan dari jarak jauh, ini baru pertama saya mendapat keris tapi pikiran saya simple aja “meneruskan adat budaya” daripada diambil bangsa asing kenapa enggak kita sendiri yang melestarikan benda budaya ini, yang penting ga nyalahi syariat. emang pamor banyu mili kui opo to kang ?
Komentar oleh Ery — Maret18, 2009 @ 4:13 pm
@Ery
Pamor adalah guratan2 atau ornamen yang terdapat pada bilah keris, ada pamor yang sengaja dibuat atau dibentuk oleh si Empu secara sengaja, tapi ada juga yang membentuk secara alamiah dan ini yang disebut pamor tiban. Pamor keris, blarak sineret, udan mas, beras wutah dll. Coba ditayuh saja mas, kira kira tuah apa yang terdapat di keris sampeyan itu.
suwun.
Komentar oleh Ngabehi K.M — Maret19, 2009 @ 1:23 am
rahayu..
urun rembuk ya mas Ngabehi… pamor banyu mili mungkin sama dengan beras utah.
====================================================
Sepertinya beda to mas, kalu banyu mili itu agak mirip pamor blarak sineret, tapi tak sejelas blarak sineret.
masalah keris tidak sirik kalau tidak dimintai kekayaan atau untuk sombong-sombongan juga tidak boleh untuk membunuh orang dijaman merdeka begini, tapi kalau terpaksa untuk nusuk pencuri saat kepepet ya bolehlah, keris sebagai benda seni, benda budaya yang perlu dirawat.
wass wb
====================================================
iya seharusnya tetap diuri uri, karena itu tinggalan leluhur yang sangat tinggi nilainya, soal pencuri ga usa di tusuk mas, tapi dipukul dengan ajian jala rante, kalu udah tobat tobat baru dilepasin..
Komentar oleh hidayat — Maret19, 2009 @ 1:24 pm
assalamualaikum , Mas Ngabehi,dalem badhe nyuwun pirso. gimana caranya agar kita bisa ketemu dengan isi keris kita (Khodam)?terus terang mas, saya yang punya gak pernah jumpa/ketemu dengan yoninya, tapi kalau orang lain kadang pernah terpandang sekilas seorang berjubah putih lewat sekelebat gitu aja waktu baring – baring di rumah saya.
======================================================
Waalaikum salam mas karebet…
Menurut cerita mbah saya dulu, bagi yang batinnya belum terolah dengan baik untuk mengetahui sebuah yoni pusaka cukup dengan ditayuh.Caranya bila akan tidur pusaka ditaruh di atas kepala atau ditutup dengan bantal, kemudian di jawab, intinya ingin mengetahui atau ingin di temui yoni di dalam pusaka tesebut. Nah biasanya si khodam akan menemui kita dengan media mimpi atau alam bawah sadar. Saya sendiri waktu mau dapat warisan pusaka dari Pak Dhe saya, seminggu sebelumnya sudah sering didatengi yoni pusaka tersebut. Kurang lebih begitu mas…
Komentar oleh nas karebet — Maret22, 2009 @ 12:58 pm
Salam….
Hai manusia anak bangsa, makhluk Tuhan sempurna……….
Luangkanlah sedikit waktumu dari kesenangan dunia yang sudah dinikmati……
Renungkanlah makna hidupmu kini…………..
Apakah usiamu hanya untuk kesenangan dunia saja ?…….
Dimana dunia ini tidak kekal …………………….….
Tidak lama lagi akan binasa …………………………
Kiamat sudah dekat,…………………….. sudahkah kau benahi dirimu ?
Untuk hidup di keabadian sejati
Segeralah kembali pada Tuhan Allah mu
Yang sudah memberi banyak kenikmatan baik lahir maupun bathin
Sejak usia mu nol bulan sampai kini
Ingatlah kau bisa seperti ini karena kasih sayang Tuhan
Bukan karena makhluk ciptaannya
Tuhan sudah begitu banyak memberi apa saja pada mu
Tetapi coba lihat kedalam hatimu, cari disana dan tanyakan apa yang sudah kau beri untuk Tuhan sang pencipta
Apakah dihatimu ada banyak isinya, yaitu selain Tuhan diantaranya Kekasih, Pangkat, Jabatan, Kedudukan, Iri, Dengki, Egois, Amarah, Nafsu, Dendam, Rasa Takut, Cemas, Harta benda.
Sayang sekali, jika roh manusia diisi oleh hal hal tersebut, maka hidupnya akan sia sia dan merugi dihadapan Tuhan
Manusia ini hanya akan mendapatkan dunia yang akan membuatnya binasa di akhirat nanti
Alangkah ruginya ia ketika di akhirat nanti Tuhan mengatakan : AKU TIDAK MENGENAL MU !!!
Sebelum penyesalanmu terlambat, mari hai manusia kita kembali mengenal Tuhan yang Maha Kasih dan sayang yang telah memberi peringatan padamu untuk segera ber tobat yang sungguh sungguh, mari kenali dirimu maka kau akan mengenal Tuhan , ALLAH mu
Kenali dirimu yang terdiri dari jiwa raga dan roh didalam ragamu terdapat banyak unsur senyawa senyawa zat Tuhan yang membuat dirimu hidup
Tuhan memberi naluri kasih yang sama pada setiap manusia ketika ia baru lahir
Seiring berjalannya waktu jiwa, raga manusia lebih dominan maka roh menjadi tak berarti
Sesungguhnya roh sebelum dimasukkan dalam janin , ia diminta untuk kembali pada Tuhan karena jiwa, raga menduakan Tuhan
Itu manusia
Ketampanan, kecantikan, pangkat, jabatan, kekayaan, kepandaian, janganlah membuatmu angkuh, semua tak berarti jika hatimu tidak mengenal dirimu, apalagi mengenal Tuhanmu.
Hai sahabat
Segeralah kenali dirimu sebelum ajal menjemput
Salam……..
Mknr
Salam ………
UNTUKMU SAHABAT
Kenikmatan telah tampak dihadapanmu, sahabat…
Puji syukur telah kita panjatkan…
Lantunan dzikir telah kita kumandangkan…
Silaturahmi telah terjalin, persaudaraan semakin erat…
Perisai diri telah ditanamkan…
Beragam petualangan telah dialami…
Firman-firman telah dituangkan…
Rambu-rambu telah diberikan…
Kebesaran Allah telah diperlihatkan…
Ketetapan telah disyahkan…
Sarana dan prasarana telah diperuntukkan…
Sahabat…
Pengorbananmu begitu besar…
Kau tanggalkan kenikmatan dunia…
Untuk meraih cinta Allah…
Ternyata…
Tak mudah untuk meraihnya… sahabat…
Kalian dihujat, kalian dihina dan kalian dikucilkan…
Dahi kalian mengerut, hati kalian berkata ragu…
Tuhan… benarkah jalan yang kami tempuh…
Seiring bergulirnya waktu, akhirnya sahabat menyadari…
Inilah jalan lurus, yaitu jalan untuk menjadi kekasih Allah…
Hujatan, hinaan, tidak menggoyahkan keyakinan para sahabat…
Pancaran kebahagiaan telah terlihat dari wajah para sahabat…
Berbekal keyakinan dan keikhlasan pada Allahurobi…
Para sahabat siap menjalankan amanah yang Allah titipkan…
Kata demi kata yang telah sahabat simak, adalah ungkapan…
Rasa kasih sayang dan ucapan terima kasih kami padamu sahabat…
SM
Komentar oleh mknr — Mei20, 2009 @ 2:19 am
Mas, Mhn bantuan-nya untuk mendeteksi keris2 warisan saya. Jika berkenan saya minta alamat emailnya untuk mengirim foto2 keris tsb. Matur sembah nuwun sebelumnya..Wassalam
Komentar oleh beras wutah — Oktober5, 2009 @ 1:37 pm
Coba di kirim ke email ini mas, nanti kita bantu semampunya. kalamwadi@plasa.com
Komentar oleh Ngabehi — Oktober6, 2009 @ 1:47 am