IBADAH

Salah satu konsep besar ciptaan Tuhan adalah IBADAH. Ibadah berasal dari kata ABID yaitu yang menyembah, arti yang lebih luas lagi adalah penghambaan (pengabdian ) diri secara totalitas kepada Tuhannya.Kebalikan atau lawan kata dari ABID adalah MA’BUD artinya yang disembah.Ibadah bukan hanya suatu bentuk ritual semata yang bersandar pada kewajiban, lebih luas lagi Ibadah adalah sebuah program multifungsi.

Fungsi terbesar Ibadah adalah:

Pertama ; Ibadah suatu media dengan energi (kemampuan) yang sangat besar untuk merubah budaya yang sifatnya mendunia.Kalau diamati secara seksama setiap negara mempunyai budaya yang berbeda, kultur yang berbeda. Akhir atau muara dari budaya terebut adalah memperturuti hawa nafsu yang bersifat makro ataupun mikro, berskala besar atau kecil, sifat keduniaanya sangat kental, yang dijadikan ukuran adalah bentuk materialistik (kebendaan).

Ibadah akan menyusup keseluruh, kedalam peradapan dimensi manusia tanpa dapat dibendung oleh siapapun, oleh kekuatan apapun dan sampai kapanpun.

Kedua : Penyebaran makhluk di dalam dunia yang menamakan dirinya manusia tentu mempunyai visi dan misi, bukan hanya sekedar jalan-jalan atau tamasya. Alam dunia diciptakan oleh Tuhan bukan tempat bermain-main atau tempat bersenang-senang yang tanpa tujuan yang pasti.Dunia adalah tempat pengembaraan bukan tempat tujuan, dunia suatu medan peperangan, jadi manusia harus sadar sesadar-sadarnya harus mengetahui betul kondisi yang sebenarnya.

Hidup adalah sebuah misteri, dengan kemisteriusannya hidup adalah sebuah tantangan untuk memecahkannya.Untuk membendahnya diperlukan kata kunci yaitu: CARI dan PILIH, sebenarnya apa yang dicari manusia dalam hidup ini???, setelah bertemu dengan yang dicari mana yang dipilih???

a. TUHAN sebagai pencipta

b. Dunia (alam semesta) sebagai ciptaan

Manusia dihadapkan dua pilihan, apakah mungkin manusia memilih dan mencari kedua-duanya.

Visinya memilih Tuhan kemudian mencarinya, misinya menggunakan sarana Dunia (alam semesta) atau sebaliknya.Visinya (Tujuan ) kepada dunia, Tuhan sebagai sarananya.Ibadah adalah perangkat-perangkat untuk mencapai visi dan misi manusia dalam kehidupannya.Tanpa menggunakan perangkat-perangkat atau program-program yang terkandung dalam ibadah hidup hanya sebuah mimpi dan akhirnya terperangkap di dalam misteri hidup yang tak pasti.

 

Ketiga : Fungsi lain dari ibadah untuk kepentingan manusia adalah dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan kemampuan manusia seperti yang telah dijelaskan dalam Sifat 20, dengan ibadah yang benar dan baik seluruh fungsi organ di dalam tubuh manusiapun akan bekerja dengan optimal. Prinsip dasar dari ibadah ialah memotivasi kebiasaan manusia dari skala kecil yang sifatnya individu sampai pada skala besar (makro) yang sifatnya budaya.Kebiasaan-kebiasaan yang terlahir dari pemikiran manusia kemudian berkembang menjadi budaya yang sangat sedikit sekali muatan moralnya.Pada setiap perkembangan suatu bangsa selalu yang menjadi ukuran adalah budaya bangsa tersebut, sebab yang melahirkan karakteristik manusia dalam peradaban suatu bangsa adalah budaya itu sendiri.Tuhan sebagai pencipta manusia, membuat konsep pembanding budaya yang dinamakan ibadah, sebuah proyek multidimensi yang terbesar dalam seluruh peradaban manusia, proyek tersebut diperankan oleh seorang anak yatim piatu yang tidak mengenal bangku sekolah, tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis, tidak ada satu guru yang membimbingnya dalam proses kehidupan.Beliau bernama Muhammad.Tuhan memberi pembuktian dan informasi kepada seluruh manusia, bagaimana seorang Muhammad dengan segala keterbatasannya mampu mencapai gelar Kenabian dan bagaimana Seorang Muhammad mampu berperan dengan baik dan benar di tengah-tengah budaya yang lahir dari hasil pemikiran manusia (Jahiliyah/Kebodohan), dengan program Ibadah Tuhan menjadikan orang nomor satu diseluruh peradaban manusia.Pemikirannya mampu menerobos keseluruh dimensi kehidupan, cara pandang dan setiap kehidupan serta kepribadian yang sangat religius, Seorang anak manusia yang mempunyai kemampuan multidimensi.

Sesungguhnya adalah bagi kamu, pada diri Rasullulloh itu sungguh suri tauladan yang baik, bagi orang-orang yang percaya kepada Allah dan Hari Kemudian dan menyebut nama Allah dengan sebutan yang banyak ( Al Ahzab/33-21)

Katakanlah: tidak lain aku ini melainkan manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa tidak ada Tuhan kamu melainkan Tuhan yang satu, maka barang siapa percaya pertemuan dengan Tuhannya hendaklah ia kerjakan amal shalih dan janganlah ia sekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. ( Al Kahfi,18-110)

Berkata rasul-rasul mereka kepada mereka: kami ini tidak lain melainkan manusia seperti kamu, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang dikehendaki dari hamba-hambanya dan tidak bisa kami bawa keterangan kepada kamu, melainkan dengan izin Allah, dan kepada Allah lah hendaknya orang-orang mukmin berserah diri.(Ibrahim/14-11)

Ibadah adalah suatu kebiasaan yang langsung dibuat oleh Tuhan tanpa melalui pikiran manusia, Sedangkan budaya adalah suatu kebiasaan yang dibuat oleh pikiran manusia secara individu maupun kelompok. Apakah mungkin budaya akan mampu melahirkan manusia sekualitas Nabi Muhammad SAW, dengan memperhatikan sifat-sifat di atas betapa besar potensi ibadah bagi perkembangan hidup manusia, ketika manusia mengikuti aturan main dengan benar maka sudah dapat dipastikan apa yang ia dapatkan. Dari sisi lain Tuhan menginformasikan bahwa manusia sebagai makhluk ciptaannya yang sempurna diantara makhluk lainnya, memiliki kemampuan yang sangat luar biasa apabila dioptimalkan, tinggal bagaimana usaha manusia itu sendiri, tentunya kesemua itu harus dengan kesungguhan dan kerja keras.

“dan sesungguhnya manusia tidak akan mendapatkan melainkan menurut apa yang ia telah usahakan”(An Najm/53.39)

Ibadah adalah suatu media penghubung secara individu yang mana sifatnya sangat pribadi (Hablumminallah) dalam penjalinan hubungan antara seorang manusia dengan Tuhannya.Ibadah akan melahirkan prinsip-prinsip yang sangat profesional dan membentuk suatu bangunan yang konstruktif di dalam jiwa manusia, berupa nilai-nilai pemikiran yang jernih dan bersih yang berkembang menjadi suatu bentuk wacana baru sebagai bahan pemikiran baru yang terus berulang di dalam prosesnya, sampai kepada puncak kesempurnaan bentuk prinsip bangunan itu sendiri.Cermin dari bentuk kesempurnaan bentuk bangunan jiwa akan tergambar melalui kerinduan dan kecintaan kepada Tuhannya, puncaknya adalah bertemunya sang hamba dengan Tuhannya (Gustinya).

Ibadah dan budaya adalah sama-sama suatu prinsip pengulangan (perputaran) yang saling bertolak belakang yang membuahkan nilai-nilai berbeda baik bentuk maupun isinya. Ibadah seperti halnya bumi yang berputar pada porosnya, kemudian mengelilingi matahari yang terus berulang-ulang dengan profesional dan ajeg. Hasil dari perutaran itu, maka terbentuklah atmosfir, oksigen, gravitasi dll.

“sesungguhnya di dalam kejadian langit dan bumi dan pergantian malam dan siang itu, ada beberapa tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai fikiran “ (Al Imron/3.190)

Teori pengulangan atau perputaran yang diabadikan dalam salah satu persyaratan yang bersifat wajib pada proses ibadah haji yaitu yang dinamakan Thawab dan Sa’i, kalau diperhatikan lebih dalam akan bermuara pada suatu kesimpulan yaitu pengulangan atau perputaran akan menghasilkan produk berupa energi dari Ruh kehidupan yang sangat profesional, seperti halnya berputarnya darah di dalam tubuh manusia atau keluar masuknya angin yang berulang-ulang saat manusia bernafas. Ibadahpun adalah intisari dari suatu proses pengulangan makro kehidupan multidimensi alam semesta.

“mereka itu ialah orang-orang yang membeli kesesatan dengan (harga) jalan yang lurus, lantaran itu tidak akan beruntung perdagangan mereka, dan mereka itu bukan orang-orang terpimpin” (Al Baqarah/2-16)