Di era pemerintahan pak Harto kita sering mendengar istilah atau ungkapan di atas, hingga sekarang ini banyak orang yang seakan-akan alergi istilah tersebut karena dianggap berbau Suharto. Pada hal ungkapan tersebut adalah petuah leluhur kita yang sangat sarat dengan muatan moral dan spiritual.

Mulat sariro hangroso wani adalah berani melihat diri kita sendiri dengan segala kekurangannya dan selalu siap mendapat kritik dari siapapun dan kapanpun.Dalam ajaran islampun diajarkan bahwa sebagai umat yang lemah ini hendaknya kita selalu bermuhasabah.Sampai dimanakah perjalanan hidup kita? Sudah benarkah perilaku kita, akhlak kita, tuturkata kita dll.Karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna, hingga sering ada yang bilang bahwa kita ini wakil Allah di bumi ini atau juga Tuhan yang bertajali(Dewo Mangejo Wantah).

Pertanyaannya adalah apakah semua orang? Pada dasarnya iya,tapi juga tidak.Terus gimana dong?Dari segi tugas atau misi memang sama yaitu kita ditiurunkan di bumi ini tidak lain hanya untuk memayu hayuning bawana bukan merusaknya.Tapi kebanyakan manusia justru melupakan tugasnya, kebanyakan mereka jadi pengikut setan alas yang kerjanya hanya membuat kerusakan. Lho kok jadi mengkambing hitamkan syetan sih, lha mbok cari alas alasan lain gitu!Tenang dulu, yang saya maksud syetan alas itu ya hawa nafsu kita ini.Karena nggak pernah instrospeksi diri dalam hidup, akhirnya kerjanya hanya bisa nyalahin, bahkan dirinya sendiripun kadang ga kenal, ini pekerjaan jasmani, jiwa atau ruh, jangankan sejauh itu lha wong baik buruk, benar salah saja tidak tau kok,ada juga yang sebetulnya ngerti sih, ya tapi karena masih gedenya nafsu sesatu yang kandang sudah gamblang dan terang malah dimanipulasi jadi remeng-remeng, he he

Terus apa dong yang disebut Dewo mangejo wantah itu? Ya tentu saja Sang Insan Kamil, yaitu manusia yang telah berhasil mengalahkan hawa-hawa nafsunya, yaitu manusia yang benar-benar tau visi misinya hidup di dunia ini.Syarat awalnya adalah membiasakan instrospeksi diri(mulat sariro hangroso wani) baik untuk sesuatu yang mau dikerjakan atau yang telah dikerjakan.Dengan selalu bermuhasabah maka, kedisiplinan, kesabaran, kejujuran dll akan datang dengan sendirinya, Amiin.