Archive for Juli, 2008


Ada sebuah pertanyaan nakal, bisakah manusia mengubah alam dengan sastra? Membaca salah satu tulisan seorang responden di milist tetangga sebelah, saya jadi terinspirasi untuk membuat coret-coretan.Bila cuma di fikirkan tanpa dibarengi dengan renungan yang mendalam, memang pendapat seperti itu hanya bualan saja.Tapi marilah kita coba kaji sedikit demi sedikit.Dalam pengetahuan spiritual manusia digambarkan sebagai jagad cilik alias mikrokosmos sedangkan alam ini adalah jagad gedhe atau makrokosmos.Kedua-duanya adalah saling berkaitan dan berhubungan, bisa saya ilustrasikan seperti bensin dan api, ketika bensin yang tidak ditutup dengan rapat kemudian didekatkan dengan api, maka akan ada gerakan menyambar yang hasilnya akan muncul api yang besar.

Begitu pula dengan manusia dan alam ini, dimana dalam diri manusia secara pribadi maupun kolektif terdapat reaksi2 baik tindakan , pola fikir, dll, baik itu positif ataupun negatif tentu akan membawa dampak pada alam, baik itu yang kasat mata maupun tan kasat mata. (baca di di siwabuddha.wordpress.com, bencana alam…….). Membaca tulisan dari responden di tetangga sebelah saya ikut mengamini, semoga yang disampaikan beliau ini benar adanya. Disinyalir Seseorang yang mempunyai pengetahuan yang sangat tinggi, dan bahkan ada yang berasumsi bahwa beliau ini SPSW, saat sekarang ini telah berjuang merampungkan sebuah kitab yang diberi judul “BABAD PAMUNGKAS”, setelah selesai buku ini rencananya akan disebarluaskan tidak hanya di nusantara tapi akan disebar luaskan sampai tingkat dunia.Sungguh terobosan yang sangat hebat, karena seperti yang telah saya sampaikan di atas, sebuah tulisan akan bisa mempengaruhi, cara pandang, pola pikir, penalaran, juga spiritual , serta peradaban manusia.Ini baru dikaji dari sisi ilmiahnya saja, kalu dari segi hakekat, tulisan seseorang yang telah mukasyafah, waskitha, agung, sakti dll, tentu mengandung energi rohaniah yang sangat besar, karena seorang yang telah mencapai maqom2 tersebut adalah bisa disebut sebagai wakil Tuhan di muka bumi.Karena di dimensi tersebut semua yang kasat mata (kasar) atau yang tan kasat mata atau ghaib akan mengikuti kehendak sang Pujangga.Seseorang yang telah mencapai tataran MKLG, semua cipta, karsa dan rasanya telah berselaras dengan kehendak Gusti.Mari kita doakan saja mudah2an tulisan tersebut cepat selesai dan akhirnya bisa membawa perbaikan di negeri kita tercinta ini, Amiiin. Wallohualam Bishawab.

Saudara-saudara yang budiman ijinkan saya nggedabul lagi….

Assalamualaikum

Entah kenapa tiba-tiba gairah untuk bikin coret-coretan kambuh lagi.Sering ku dengar orang bercerita tentang masa lalu ataupun masa depan(masa yang akan datang). Ada yang terhantui , ada yang ketakutan, membeci ada juga yang biasa-biasa saja.Masa lalu yang pahit kadang seperti momok yang menakutkan, bahkan tidak sedikit yang trauma untuk mengingatnya.

Bukankah masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang sebenarnya adalah satu dan tak terpisahkan?Adanya kita sekarang ini karena adanya masa lalu dan adanya hari esok karena adanya masa sekarang ini, kenapa harus gundah?Membenci masa lalu yang pahit dan tak mau mengingatnya adalah perbuatan tinggal glanggang colong playu.Masa lalu sebetulnya bisa dijadikan kaca benggala dalam hidup ini supaya kita tidak jatuh di lubang yang sama.Tindakan yang tepat adalah tidak hanyut dan tidak terbenam dalam nostalgila yang pahit maupun yang manis.

Hidup kita ya sekarang ini, sambutlah dengan bahagia apapun keadaanya, mau hidup mlarat, belum laku nikah, belum punya2 anak, dipinggirkan orang, itulah kasunyatan yang harus ditelan. saya yakin kalu dikorek2 dibalik semua itu ada kebahagiaan yang hakiki.Berusaha berontak dari kenyataan hanya akan membuat hati gundah dan kecewa, hidup jadi tak nyaman seperti di neraka.Terlalu memikirkan masa yang akan datang hanya akan mendapati ketakutan, membuat batin keruh dan akhirnya berbuah perbuatan ngawur.Lihatlah para koruptor itu, sebetulnya perbuatan mereka adalah buah dari kebencian mereka terhadap masa lalu dan ketakutanya tehadap masa depan, sehingga masa sekarang diisinya dengan aji mumpung(mumpung saiki aku lagi…, saiki tak ngene, besuk ben ngono kae).Lalu apakah orang tak boleh berencana? ya..ya…, tentu saja boleh dong, tapiii tidak usah berlebihan.Bukankah ketika ditanya orang kita selalu tangkas menjawab” yang ane takuti hanya Gusti Allah”Bukankan Tuhan itu maha segala2nya aliyas Tan Kena kinaya Ngapa”

Jabatan, Titel, uang yang bergepok-gepok, mobil mewah, istri yang semok dan semlohe, bahkan badan ini semua hanya barang pinjaman, kelak kalu sudah diminta yang Empunya kita tinggal mringis menunggu buah nasib perbuatan alias ngunduh wohing pakarti.Yang tinggal cuma namanya, mau harum atau bacin.Mepersiapkan harta yang banyak, pendidikan yang tinggi, kekuasaan, tanpa dibarengi pengetahuan tentang budi pekerti yang luhur untuk anak cucu, bukanlah jaminan keslamatan mereka, bisa2 malah jadi malapetaka.Tinggalilah anak cucu dengan pengetahuan tentang kebenaran, tentang budi pekerti yang luhur dll.

Meminjam istilah keluarga Gantharwa, amalkanlah konsep “Tamburo Maninten”supaya hidup ini tidak gamang dan gampang terombang ambing oleh badai kehidupan.Ketika Arjuna stess berat karena tidak bisa mengalahkan Buto Cakil cs, Ki Semar menasehati”Tanyalah dirimu sendiri Den”karena disana pasti ada jawabnya.Meminjam istilah Kanjeng Siti Jenar, bahwasannya di dalam diri seseorang mau itu bregajulan, orang alim, raja, kere onyik dll, terdapat sang ingsun sejati yang tak pernah bohong, bersikap tegas dan tak kenal kompromi.Karena sang insun sejati ini hanya taat dan tunduk kepada Sang Sejatining Insun.

Sebagai penutup, ringkasnya masa lalu dan hari esuk adalah hari sekarang ini, sampai dimanakah ketenangan kita , kenerimoan kita menerima kasunyatan kehidupan.Keikhlasan adalah buah yang baik dari masa lalu, dan ketenangan, ketentraman adalah benih yang bagus untuk masa depan. Sekiranya banyak kata yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar2nya.

Rahayu, rahayu nir ing sambekala, satuhu

Wassalam

SEJARAH GUNUNGKIDUL

Inilah cuplikan sejarah tentang daerahku!!

Adanya sebagian pelarian dari Majapahit yang kemudian menetap di Gunungkidul, diawali dari Pongangan Nglipar dan Karangmojo, maka perkembangan penduduk di Kabupaten Gunungkidul pada waktu itu cepat di dengar oleh Raja Mataram Sunan Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartosuro. Pada saat itu Sang Raja langsung mengutus Senopati Ki Tumenggung Prawiropekso agar membuktikan kebenaran berita tersebut. Setelah datang ke Gunungkidul, ternyata benar bahwa di Gunungkidul telah banyak dihuni orang-orang pelarian dari Majapahit, antara lain Ki Suromejo. Tumenggung Prawiropekso kemudian menasehati pada Ki Suromejo untuk meminta ijin dulu dengan Raja Mataram di Kartosura,karena daerah ini termasuk wilayah kekuasaan Raja Mataram. Namun tidak digubris, sehingga menimbulkan perselisihan. Perselisihan itu menyebabkan Ki Suromejo dan keluarganya,yaitu Ki Mintowijoyo,Ki Poncobenawi,Ki Poncosedewa (anak menantu) terbunuh, dan Ki Poncodirjo akhirnya menyerahkan diri. Oleh Pangeran Sambernyowo, Ki Poncodirjo diangkat menjadi Bupati Gunungkidul I, namun tidak lama menjabat. Dikarenakan adanya penentuan batas daerah Gunungkidul antara Sultan dan Mangkunegaran II pada tanggal 13 Mei 1831,maka Gunungkidul yang dikurangi Ngawen sebagai enclave Mangkunegaran telah menjadi daerah kabupaten. Menurut buku “PEPRENTAHAN PROJO KEJAWEN” karangan Mr.Raden Mas Suryadiningrat,berdirinya Kabupaten Gunungkidul yang telah memiliki sistem pemerintahan itu, ternyata bersamaan dengan tahun berdirinya daerah-daerah lain di wilayah Yogyakarta, yaitu setahun setelah selesainya perang Diponegoro. Perbedaan yang ada hanyalah untuk pemberian sebutan kepada para pengageng atau penguasa, seperti untuk daerah Denggung yang sekarang Sleman, kemudian daerah Kalasan serta daerah Bantul dengan sebutan Wedono Distrik,sedang untuk wilayah Sentolo dan Gunungkidul dengan sebutan Riyo. Untuk Kabupaten Gunungkidul,setelah melalui berbagai upaya yang dilakukan oelh panitia untuk melacak Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang dibentuk pada tahun 1984,baik yang terungkap melalui fakta sejarah,penelitian dan pengumpulan data dari tokoh masyarakat berhasil menyimpulkan bahwa hari lahir Kabupaten Gunungkidul adalah Hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau Tahun Jawa 15 Besar Tahun Je 1758. BUPATI YANG PERNAH MEMIMPIN KABUPATEN GUNUNGKIDUL

1. Mas Tumenggung Pontjodirjo

2. Raden Tumenggung Prawirosetiko

3. Raden Tumenggung Suryokusumo

4. Raden Tumenggung Tjokrokusumo

5. Raden Tumenggung Padmonegoro

6. Raden Tumenggung Danuhadiningrat

7. Raden Tumenggung Mertodiningrat

8. KRT.Yudodiningrat

9. KRT.Pringgodiningrat

10.KRT.Djojodiningrat

11.KRT.Mertodiningrat

12.KRT.Dirjodiningrat

13.KRT.Tirtodiningrat

14.KRT.Suryaningrat

15.KRT.Labaningrat

16.KRT.Brataningrat

17.KRT.Wiraningrat

18.Prawirosuwignyo

19.KRT.Djojodiningrat,BA

20.Ir.Raden Darmakun Darmokusumo

21.Drs.KRT.Sosrodiningrat

22.Ir.Soebekti Soenarto

23.KRT.Harsodingrat,BA

24.Drs.KRT.Hardjohadinegoro (Drs.Yoetikno)

25.Suharto,SH (Bupati saat ini)

Situs Sejarah:

Pertapan Kembang Lampir (tempat turunnya wahyu kerajaan Mataram Islam)

Pesarehan Ki Ageng Giring IV

Pesarehan R. Bondan Kejawan

Prasasti Ngobaran

dll

Sumber:Pustaka Babad Gunungkidul

Tafakur

Biasakanlah bertafakur walau sebentar.Banyak yang diperoleh kalu kita ikhlas tanpa beban mengerjakannya.

Dengan bertafakur semua akan tersingkap, dengan bertafakur hati menjadi tentram, dengan bertafakur otak menjadi cerdas, dlll

A’uzdu billahiminasyaithonirrajim

Bismillahirrahmanirrahim

Asyhadualaillahaillallah

Wasyhaduanna muhammadarasululllaah

Allahuma shali ala muhammad, wa ala ali muhammad

Astagfirullah hal azdim (minimal 3kali)

Ya Allah yaa Rabbi..

Ampunilah dosa2 hambamu ini, baik dosa masa lalu, sekarang atau masa yang akan datang.Baik dosa-dosa kecil maupun dosa-dosa yang besar.

Ya Allah ya Rabbi , bersihkan dan sucikan bathin ini, hancurkan kemusyrikan dan kebatilan yang ada pada diri hambamu ini.

Ya Allah ya Rabbi, ampunilah dosa kedua orang tua kami, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihi kami sedari kami masih bayi.

Ya Allah ya Rabbi, hijrahkan kami kedalam Qolbu kami,ruhiyah kelangit terdekat, ke Baitullahmu ya Allah , untuk menjadi tamu Engkau, Untuk menyaksikanMu ya Allah.

Lahaula wallaquata illa billah

Lailahaillallah (sebanyak-banyaknya)

Tutup dengan hamdallah

(SEMOGA BERMANFAAT)