Ada sebuah pertanyaan nakal, bisakah manusia mengubah alam dengan sastra? Membaca salah satu tulisan seorang responden di milist tetangga sebelah, saya jadi terinspirasi untuk membuat coret-coretan.Bila cuma di fikirkan tanpa dibarengi dengan renungan yang mendalam, memang pendapat seperti itu hanya bualan saja.Tapi marilah kita coba kaji sedikit demi sedikit.Dalam pengetahuan spiritual manusia digambarkan sebagai jagad cilik alias mikrokosmos sedangkan alam ini adalah jagad gedhe atau makrokosmos.Kedua-duanya adalah saling berkaitan dan berhubungan, bisa saya ilustrasikan seperti bensin dan api, ketika bensin yang tidak ditutup dengan rapat kemudian didekatkan dengan api, maka akan ada gerakan menyambar yang hasilnya akan muncul api yang besar.

Begitu pula dengan manusia dan alam ini, dimana dalam diri manusia secara pribadi maupun kolektif terdapat reaksi2 baik tindakan , pola fikir, dll, baik itu positif ataupun negatif tentu akan membawa dampak pada alam, baik itu yang kasat mata maupun tan kasat mata. (baca di di siwabuddha.wordpress.com, bencana alam…….). Membaca tulisan dari responden di tetangga sebelah saya ikut mengamini, semoga yang disampaikan beliau ini benar adanya. Disinyalir Seseorang yang mempunyai pengetahuan yang sangat tinggi, dan bahkan ada yang berasumsi bahwa beliau ini SPSW, saat sekarang ini telah berjuang merampungkan sebuah kitab yang diberi judul “BABAD PAMUNGKAS”, setelah selesai buku ini rencananya akan disebarluaskan tidak hanya di nusantara tapi akan disebar luaskan sampai tingkat dunia.Sungguh terobosan yang sangat hebat, karena seperti yang telah saya sampaikan di atas, sebuah tulisan akan bisa mempengaruhi, cara pandang, pola pikir, penalaran, juga spiritual , serta peradaban manusia.Ini baru dikaji dari sisi ilmiahnya saja, kalu dari segi hakekat, tulisan seseorang yang telah mukasyafah, waskitha, agung, sakti dll, tentu mengandung energi rohaniah yang sangat besar, karena seorang yang telah mencapai maqom2 tersebut adalah bisa disebut sebagai wakil Tuhan di muka bumi.Karena di dimensi tersebut semua yang kasat mata (kasar) atau yang tan kasat mata atau ghaib akan mengikuti kehendak sang Pujangga.Seseorang yang telah mencapai tataran MKLG, semua cipta, karsa dan rasanya telah berselaras dengan kehendak Gusti.Mari kita doakan saja mudah2an tulisan tersebut cepat selesai dan akhirnya bisa membawa perbaikan di negeri kita tercinta ini, Amiiin. Wallohualam Bishawab.