Tangerang, 19 September 2008 , 19:30

Bagda sholat isya masih lengkap dengan baju kebesaran saya (baju surjan pantiyoso dan blangkon jogja metaraman) saya duduk di teras rumah.Malam ini saya ingin membaca sebuah buku usang hadiah dari teman saya cetakan tahun 80 an yang membahas tentang semedhi dan kejawen.Sebatang rokok saya nyalakan dan kadang2 sambil menyeruput kopi yang telah disiapkan istri saya, selembar demi selembar buku itu saya pelototi.Namun baru 30 menit berjalan ternyata sebut saja Pak Marman tentangga depan rumah datang bertamu, tetangga saya ini adalah seorang kebatinan yang masih suka berkutat dengan masalah ngelmu2, jin dan pusaka2.Yaaaach akhirnya buku itu terpaksa saya taruh dan saya terpaksa melayani pembicaraan beliau tentang pusaka2 yang berada di lokasi perumahan kami.Rupanya kegerahan saya segera berakhir, karena Pak RT yang juga sealiran dengan pak marman itu datang bertamu juga ke tempat saya, tapi kalu yang ini agak mending, kalu diajak ngomongin tentang kehidupan masih suka nyambung.Akhirnya kami bertiga terlibat pembicaraan yang ujungnya balik ke pusaka2 tadi, karena pak marman sudah punya lawan bicara, saya lebih banyak diam bahkan saya teruskan membaca buku, dan sesekali menimpali sekenanya.Ditengah pembicaraan yang asyik itu tiba2 pak RT lari keluar pagar sambil bilang:

“waduh pagar rumah saya sudah saya kunci belum ya?” ,

” Memang ada apa Te? tanya saya.

” Ada orang gila mas, laki2 telanjang lagi” sahut pak RT

” Wah tanda-tanda nih, baru diomongin informasinya sudah datang” sambung pak marman.

“yaitu tadi mbah(dia kalu manggil saya suka begitu) yang barusan saya omongin sama pak RT, tentang pusaka yang sedang kita lacak (selendang Mayang).

Akhirnya pak RT kembali lagi dan kami pun ngobrol lagi. Lagi2 mereka menganggap bahwa orang gila yang datang tersebut akan memberikan keterangan tentang pusaka yang sedang mereka lacak, namun Pak Rt ini agak dalem juga, beliau berkata: hati2 lho mas kadang orang begitu bukan orang sembarangan lho, kadang cuma pura 2 gila lho.

Baru asyik2 nya kita ngobrol, tiba2 gantian pak marman yang lari keluar dari rumah saya. Sampai di depan warung persis sebelah kiri rumah saya, beliu berteriak:” wah nyala wadi nich mas, masa’ sekarang dah pakai celana?Mendengar teriakan pak marman, pak rt pun langsung lari menyusul, Aduuuuh ini yang gila siapa sih ? gerutu saya. Karena penasaran saya pun terpaksa menghapiri”.

“Mana orangnya? tanya saya.

“itu tuch lagi jalan lewat depanmu” sahut pak marman.

” Ya Allah saya begitu kaget ketika orang gila itu melintas di depan saya” Yang sungguh2 aneh orang gila itu mempunyai energi yang luar biasa besarnya, jantung saya seperti akan meledak dan kedua kaki saya gemetaran, hampir saja saya jatuh terduduk. Orang itu kemudian duduk di bawah lampu penerangan jalan dan ketika saya amati jemari tanganya selalu bergerak seperti orang lagi wiridan. Tiba2 dalam hati saya ada suara yang begitu jelas sekali” masuklah kerumah dan berilah dia uang, baju dan makanan.

Bersambung…..