Suatu malam di lereng Gunung Muria, udara sangat dingin menggigit tulang. Namun semua itu tak mempengaruhi kekhusyukan para pemuda yang hebat hebat ini,  yang rata rata mempunyai daya linuwih di atas orang awam pada umumnya. Ternyata di malam yang dingin itu tengah diadakan sarasehan dari para pendekar spiritual kelas wahid. Mereka tengah memperbincangkan tentang nasib nusantara ke depan.

Hadir pada malam hari itu ialah Upasaka Ratana Kumaro, Seorang Pandhita muda yang berlatar keilmuan Budhisme.Walaupun masih muda belia, beliau ini telah banyak memiliki pengetahuan yang tinggi. Tentang karma, reinkarnasi, samadhi, hukum alam dan sebagainya dialah pakarnya.Tak ketinggalan hadir pula Ki Sabda Langit, lelaki tampan  dari Ngayugyakarta Hadiningrat ini tak diragukan lagi tentang ilmu kejawennya.Beliau ini sudah cukup kenyang makan pahit manisnya kehidupan. Berbagai pengalaman ruhani sering beliau alami karena perjuangan hidupnya yang selalu diisi oleh tindak hambeg nggayuh kautaman lan kejaten.Hadir pula salah satu sesepuh Gantharwa (dari Kejawen juga) Ki Nata Warga.Beliau ini seorang intelektual muda sekaligus pembimbing spiritual yang cukup disegani.Sahabat2 yang dibimbingnya sangat banyak sekali, dari pengalaman saya ketika bertemu beliau, saya menangkap beliau ini sangat mengerti sekali tentang dunia pedhanyangan tanah jawa.

Hadir pula seorang sakti yang selalu kocak dengan pernyataannya,beliaulah  Mas Hidayat yang masih keturunan bangsawan jawa. Tentang hal hal ghoib beliau ini adalah pakarnya. Tak ketinggalan hadir pula seorang sufi muda dari tanah pasundan Aa Siliwangi. Dialah seorang lelaki muda yang ganteng, berwajah lembut dan sangat bijak tutur bahasanya.Selanjutnya hadir pula Kyai Siti Jenang yang selalu tampil nyentrik namun sangat brilian tentang pemikiran-pemikirannya.Beliau ini punya hobi mateg aji sluman slumun slamet, tiba tiba datang mak bendunduk dan pergi “plas” seperti kilat, penulis suka gemes dibuatnya , untungya dia ini laki laki.Dan samar samar masih banyak yang mengelilingi beliau beliau ini, diantaranya Mas  Eha,Mas wirajaka, Mas Saputro, Pak Sugimo dll.

Sarasehan malam itu sangat meriah sekali, suatu masalah dijabarkan dari sudut pandang keilmuan masing masing. Tema yang dibicarakan malam itu adalah tentang Satrio Piningit, Ramalan SabdoPalon, Jangka Jaya Bhaya dll. Meskipun tampak seperti orang debat tapi ternyata tidak,Sejatinya mereka ini sedang  saling mengisi, mengoreksi dan bertukar tentang pengetahuan atau kawruh. Taukah anda, apakah mereka saling bertemu secara phisik? Ternyata tidak, malam itu hanya badan2 halus yang berada disana, rupanya beliau beliau ini telah janjian untuk meraga sukma.Lalu kemanakah si Ngabehi KM yang suka nggedabul itu? Tentu saja dia tidak berada ditengah2 mereka,…..

Karena dialah yang saat itu tengah bermimpi melihat pertemuan yang sangat bersejarah itu. Andaipun dia tidak tidur dia tak akan ikut pertemuan itu karena ilmu meraga sukmanya masih latihan😀

Namun dia yakin kejadian ini akan benar2 terjadi , suatu saat nantinya……

Mari bangun Nusantara sekecil apapun andil yang bisa kita berikan

Rahayu

Wassalam