KEMBANG GADHUNG


Ngudi jatining kawruh

(Mencari pengetahuan tentang kesejatian)

Lir ngupaya puspitaning gadhung

(Seperti pencarian terhadap bunga gadhung)

Tanpa tudhuh kedlarung dlarung pinesthi

(Tanpa memakai pentunjuk atau rambu-rambu yang benar hanya akan tersesat)

Tansah mituhu pitutur

(Oleh karena itu dengarkanlah wejangan atau petuah-petuah)

Mring pra suci lan waskitha

(Dari orang-orang yang kau anggap suci dan waskitha)

Sjati gesang puniku

(Sementara hidup yang sejati adalah)

Tindak becik meper hawa nepsu

(Hidup yang penuh dengan kebajikan dengan syarat harus bisa menundukkan hawa nafsu)

Lamun lena pralaya kang den temahi

(Karena bila terlena sedikit bisa menyebabkan kematian)

Mula tansah setya tuhu

(Maka dari itu harus senantiasa setia)

Mring Gusti kang maha Manon

(Kepada Gusti Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu)

Ya ya , menempuh jalan spiritual itu memang sangat susah sekali.Penuh dengan cobaan, penuh lobang, menuruni jurang, mendaki bukit , terkena onak duri dan lain sebagainya. Saya mengumpamakan seperti mencari bunga Gadung.Kenapa kok pakai sanepan kembang gadung, soalnya saya sendiri juga belum pernah melihatnya.Kata temen yang pernah melihatnya bunga gadhung itu tidak ada istimewanya sama sekali. Pernah saya bertanya kepada salah seorang teman  yang berprofesi sebagai dalang, kata beliau bunga tersebut untuk perumpamaan sesuatu yang bagus, indah atau sesuatu yang sangat baik, karena bunga gadhung itu wangi atau harum baunya. Kemudian saya bertanya lagi:” kira kira wangi mana pak dengan bunga kantil?

Beliau menjawab:” ya… tentu saja masih wangi bunga kantil to mas.

Selanjutnya  saya nyeletuk lagi:”kalu begitu suluk pak dalang itu diganti saja begini “wanodya ayu tama ngambar arum, kongas gandane lir kembang kantil angambar, huooooong.

Eh…,dengan nada tinggi temen saya menjawab:” ooo ga bisa begitu mas itu kan  sudah pakem, sudah baku…

Ooo gitu ya..

Kesimpulan saya , bunga gadung itu hanyalah istilah akan adanya  sesuatu yang tidak bisa di gambarkan lagi atau susah diceritakan dengan kata kata, seperti halnya Kanjeng Sunan Kali Jaga yang bercangkriman dengan Kembang Tepusnya.Kalu di dalam Al Quran, seseorang yang akan memperoleh surga itu akan di uji dengan berbagai macam cobaan, diantaranya dengan kemiskinan, penyakit, ketakutan, bencana dsb, seperti yang telah dialami orang2 sebelum kita, yaitu para nabi, wali, orang orang luhur dan lain sebagainya.Tentang surga silahkan didefinisikan sendiri sendiri saya tidak mau mendoktrin tentang hal ini.Terus apa ya hubunganya dengan  dunia spiritual. Ya tentu saja hubungannya baik baik saja sangat jelas sekali. Spiritual dan syurga itu bagi saya sama sama bertujuan untuk membebaskan  manusia dari penderitaan. Karena spiritual itu akan membebaskan manusia dari rasa kemelekatan terhadap gebyar duniawi atau materi yang sifatnya hanya sementara saja. Dan buah dari akibat terlalu mencintai sesuatu yang bersifat material akan membuahkan rasa iri, dengki, sirik, kemrungsung, suka mengeluh dan lain lain.

Jadi menurut saya wajar sekali, kalu ditengah perjalanan seorang anak manusia yang sedang menempuh jalan spiritual  akan menemui berbagai macam rintangan, godaan, ujian atau cobaan. Namun dengan hati yang mantap dan penuh keyakinan serta keikhlasan, semua itu pasti akan bisa dilalui. Lho lho,…. Tuhan kok main uji ujian segala sih?Bukankah manusia itu akan mendapatkan apa apa yang telah diperbuatnya, baik itu perbuatan  yang baik atau yang buruk. Ya memang benar semua memang memetik perbuatannaya sendiri sendiri, bahasa ujian atau cobaan itu hanya berhak disandang oleh hamba hamba Tuhan yang senantiasa berjuang untuk mencariNya, karena mereka benar benar bersekolah, benar benar belajar untuk mengerti.Lalu kalu yang hidup didunia ini  hanya semaunya saja aliyas sembrono meninggalkan rasa eling lan waspada apakah bahasanya juga ujian?Hmmm, untuk mencari jawabannya saya mohon ijin dulu untuk bersamadhi ….:mrgreen: