( Puji syukur konjuk dumateng Ngarsa Dalem Gusti Allah ingkang Murbeng Dumadi) Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Gusti Allah Maha Pencipta, karena atas izin dan rahmatnya sarasehan yang telah direncanakan beberapa waktu yang lalu bisa berjalan lancar tiada halangan suatu apapun.Walaupun ditengah perjalanan rombongan Ki Sabda diuji harus melawan  hujan angin yang begitu deras, namun tak menyurutkan niat untuk tetap melangkah menuju lokasi sarasehan. Dan Alhamdulillah atas barokah Gusti Zdat Maulana, beliau sampai dengan selamat dilokasi yang teryata terang benderang, bahkan sang Hyang Chandra memancarkan sinarnya yang taram temaram sehingga menimbulkan kias lingkaran yang bulat dan indah.

Sarasehan

Sarasehan

Acara dimulai pukul 21.00 lebih sedikit, dibuka oleh Saudara Ngabehi(penulis-red) sebagai tuan rumah (fasilitator)yang mengucapkan selamat datang dan menyatakan rasa bungah serta bahagianya atas kehadiran saudara saudara sebangsa dan setanah air. Dijelaskan bahwa acara ini  diselenggarakan adalah karena semata mata bertujuan untuk merekatkan tali persaudaraan sejati(silaturahim), membulatkan satu tekad  satu visi misi yakni memayu hayuning bawana alit- ageng,menghargai kebhinekaan dan peningkatan tentang kesadaran rasa sejati sehingga bisa anggayuh kasampurnaning hurip.😛 . Tak Lupa saudara Ngabehi mohon maaf yang sebesar besarnya apabila dalam penyambutan ternyata kurang berkenan dihati para tamu, semua itu bukan disengaja namun karena kenyataan yang ada. Waktu selanjutnya diserahkan penuh kepada Ki Sabda Langit untuk memberikan wejangan, nasehat, ular ular dan pengalamanannya.

A. Tamu yang rawuh (hadir)

1. Ki Sabda Langit dari jogjakarta

2. Mas Untung berserta Adik ( Nimas Ayu……..) dari Bintaro

3. Mas PJ ( A. Yusuf ) dari Balik Papan

4. Kang Boedi RT dan rekan dari Bandung

5. Bang Herry dari Benteng Makasar

6. Bang Hendrik dari Bogor

7. Kang Siliwangi dan Mas Adi dari Bogor

8. Mas Kadaryono dari Banyu Mas

9. Mas Edy P dari Trah Kolo Paking Kebumen

10. Mas Bayu dari Gading Serpong

11. Mas Sohirin dari Semarang

12. Ngabehi sekeluarga

13. Saudara saudara  yang satu persatu tidak saya tulis  di sini , bukan bermaksud mengurangi kehormatan tapi demi cepatnya laporan ini terposting.

4 sekawan dr Teluk Naga

4 sekawan dr Teluk Naga

B. Hidangan

1. Pisang Raja yang bersanding dengan Singkong (bodin), Simbol harapan bahwa pemimpin yang akan muncul diharapkan pemimpin yang merakyat, siap melayani rakyat, menjadi pelindung dan selalu manunggal dengan rakyat. Pemimpin yang sidik paningal berbudi bawa leksana hanyakrawati.

2. Telo Pendem (Ubi), saya sangat berharap semoga khasanah luhur bangsa ini yang telah berabad – abad terkubur bisa terangkat lagi, dan menjadi falsafah hidup bangsa ini, sehingga terwujud negara yang ayom ayem tata titi tentrem karta raharja. Banyak nilai nilai luhur bangsa ini yang telah terkubur bertahun-tahun akibat manusia manusia tak mau mengenal sejarah bangsanya sendiri.

3. Kue Lapis, adalah sebuah doa sekaligus peringatan agar senantiasa sebagai orang orang yang berani memproklamirkan diri sebagai kaum  spiritualis , harus selalu berjuang menembus lapisan lapisan dimensidalam diri  sehingga bisa mencapai puncak pengembaraan yaitu penyaksian tentang Zdat Wajibul Wujud( laa maujuda illallah), yang akhirnya bisa membantu mengurai lapisan lapisan krisis multi dimensi yang menyelimuti bangsa ini  sesuai dengan kodrat dan irodat masing masing.

4.Air minun kemasan gelas cap Tang, Semoga segera tercabutlah dogma dogma, ajaran-ajaran serta faham faham yang mengungkung , mengancam, menjustifikasi manusia(titah) yang ingin memerdekakan diri menggapai kesadaran dan pencerahan. Tercerabutlah kulit kulit kepalsuan yang membungkus bangsa ini, sehingg harus terperosok menjadi bangsa yang irib-iriban.

5. Serta berbagai makanan makanan kecil yang menggambarkan pernak pernik permasalahan hidup baik yang bersifat individu maupun global.

Mas Untung & Adik

Mas Untung & Adik

C. Ular-ular (nasehat, wejangan dll)

1.Ki Sabda Langit :

Tak jemu jemunya beliau selalu menegaskan dan mengingatkan kita semua, bahwa kehidupan kita tak akan pernah terlepas dari jasa para leluhur, hendaknya selalu kita sadari bahwa apa yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil daripada perjuangan nenek moyang kita semua. Mereka telah mengorbankan jiwa raganya demi kesejahteraan dan kebahagiaan anak cucunya. Sudah selayaknya kita harus selalu menjaga amanah dari mereka dengan jalan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan mereka, baik yang masih ada di dunia ini dan mereka yang telah menemukan kamulyan jati serta tansah memayu hayuning bawana yaitu menjaga keseimbangan alam ini.Sungguh perbuatan dosa yang besar sekali rasanya, apabila kita berani mengkhianati dan menelantarkan amanah yang dipercayakan kita semua. berikut ini adalah syair ciptaan Mas Sabda yang menggambarkan kebahagiannya ditengah sarasehan satu hari yang lalu:

Satu kalimat utk seluruh Saudaraku-saudaraku Sebangsa Setanah Air

Malam penuh berkah telah tiba
Tatkala Tuhan mempertemukan kita
Dalam tali rahsa sejati
Sejatiningsun

Telah aku buktikan
Betapa tidak sekedar latah dalam kata
Namun dalam sikap dan perbuatan nyata
Saudaraku Ki Ngabehi/Mas Herjuno
Yang telah berlapang hati
Dalam memfasilitasi silaturahmi
Bersama jerih payah dan kepedulian
Seluruh saudara-saudaraku sekalian
Yang hadir maupun yg belum sempat hadir
Mencari sejatinya rasa sejati
Menggapai akan kesadaran tinggi
Dalam wahana sajaratul makrifat Illahi
Yang multi etnis, multi agama
Perbedaan menjadi anugrah terindah

Malam itu menjadi malam yg penuh berkah
yang menentramkan jiwa
menenangkan hati
Membangkitkan kesadaran kawula muda negeri
Di tengah hiruk pikuknya kehidupan yg penuh kepalsuan
Masih ada seorang saudara sejati
Yang mengerti hakekat kehidupan sejati

Sebuah momentum sejarah telah ditoreh
Para kawula muda yg sadar
Betapa perbedaan hanya di ambang permukaan
sebatas kulit, namun sering melilit
menjadikannya hidup menjadi sulit

Kini, benih telah tumbuh
dan akan semakin tumbuh subur,
kelak akan tiba saatnya
negeri ini menggapai adil dan makmur
Dan kita mengenang tempat Ki Ngabehi
sebagai tonggak bersejarah,
minimal untuk kita-kita yg peduli
membangun kesadaran rasa sejati

Sepatan, Tangerang 4/4/09 21.00 – 04.30 wib

Rahayu, karahayon
Widodo, nir ing rubeda, kalis ing sambekala

2. Pengembara Jiwa :

Sharing dari Mas Pj yang begitu menyentuh kalbu, makin mengingatkan kita supaya lebih berhati hati dalam menjalani kehidupan ini. Bahwa kita hidup tak luput dari program yang sangat rumit yang telah diciptakan oleh Tuhan.Tuhan telah programkan dalam diri manusia dan juga alam semesta ini baik dan buruk telah nyata adanya. Tinggal kodrat irodat manusia sendirilah yang menentukan, mau pilih yang baik atau yang buruk, yang jelas kedua duanya sudah lengkap dengan konskuensi masing masing. Tinggal mampukah manusia membaca program program yang telah digelar di alam semesta ini? Barang siapa yang mampu menyingkap tabir rahasia tersebut,niscaya merekalah orang orang yang mendapatkan nikmat yang besar atau beruntung. Pada hakekatnya perubahan yang terjadi lingkungan ini, di kecamatan ini, di kabupaten ini dan juga dinegara ini tak lepas dari perbuatan manusia itu sendiri. Bila ingin ada perubahan di suatu tempat atau daerah maka jalan satu satunya adalah perubahan pada diri sendiri (individu)dulu. Ketika masing masing individu berusaha keras untuk merubah dirinya menjadi lebih baik, maka  otomatis alam sekitarpun  akan mengikuti juga.

3. KangBoed :

Wah terus terang saya(penulis)agak kerepotan dalam merekam sharing  yang disampaikan oleh KangBoed. Karena ternyata beliau ini persis dengan komentar komentarnya di blog. Hobbynya ngebanyol, walaupun ternyata dibalik banyolannya tersebut mengandung sentilan, sindiran, teguran ataupun petuah.  Menurut beliau KETENANGAN JIWA ataupun JIWA YANG TENANG ini begitu penting artinya dan dahsyat sekali… tetapi sangat disayangkan hal ini sering luput dari perhatian kita semua tentang pentingnya hidup dalam ketenangan jiwa atau hidup yang khusyuk… bahkan di dalam ajaran islam hanya jiwa jiwa yang tenang yang bisa kembali kepadaNYA dengan ridha dan diridhai dan mereka itu dinamakan Hamba Hamba Allah…. Karena semua teori, rumus maupun pemahaman apasaja tidak akan bisa diaplikasikan dengan baik dan menjadi sesuatu perbuatan yang indah tanpa diri ini dalam ketenangan jiwa…. apalah artinya semua yang kita lakukan jika tidak mengantarkan kita kepada ketenangan jiwa tentu seolah sia sia belaka… karena itu poro sedulur ku tersayang mari kita gapai bersama ketenangan jiwa dalam hidup dan kehidupan yang semakin berat menekan ini dan kita bagikan ketenangan ini kesekitar kita… Biarlah kita mendapat Rahmat / Anugerah terbesar dalam hidup dan kehidupan ini agar kita semua bisa menjadi Rahmatan Lil Allamin…, Rasa Hati = Ucap mulut = Langkah perbuatan.

Beliau selalu menekankan sebuah keselarasan ataupun keseimbangan dalam segi apapun, sebagai seorang spiritualis ucapan haruslah sesuai dengan perbuatan (jawa – Gambuh) harus jumbuh, harus sesuai. Sebuah omong kosong, walupun secara pemahaman telah begitu tinggi namun wujud nyata yang bisa diwakili oleh sikap dan perbuatan ternyata tidak ada.

Kang Siliwangi & Kang Boed (kangen kangenan)

Kang Siliwangi & Kang Boed (kangen kangenan)

4. Kang Siliwangi :

Mensinyalir bahwa saat ini tabir antara alam nyata dan alam gaib(khususnya alam jin kafir, siluman dll) sudah begitu tipis, semua itu diakibatkan oleh ulah manusia sendiri yang melupakan tujuan utamanya yakni mencari jalan kembali(mencari Tuhan), namun kebanyakan malah mengumbar hawa nafsunya. Berangkat dari hal ihwal inilah  mereka(energi energi negatif) , jadi semakin leluasa masuk ke ranah kesadaran manusia (manuksmo) sehingga berbeloklah manusia manusia yang tipis iman dari tujuan semula yaitu mencari kesadaran rasa sejati.Karena visi misi Mereka hanya satu, yaitu membelokkan tujuan manusia semula, yaitu mencari dan kembali kepada Zdat Wajibul Wujud (Allah Ta’ala).

Sebetulnya masih banyak saudara saudara yang lain, yang juga memberikan sharing dan nasehatnya.Akhirnya diskusi terus berlanjut, dan tak terasa kalam Ilahi telah berkumandang dari rumah rumah Tuhan , acara ditutup tepat pukul 04.30 pagi. Akhirnya saya ucapkan salam hormat yang setinggi tingginya dan juga rasa trimakasih yang sedalam dalamnya kepada saudara saudaraku yang telah jauh jauh datang ke tempat sarasehan dengan membawa rasa persaudaraan yang tulus. Kami Ngabehi dan keluarga mohon maaf sedalam dalamnya atas kekurangan kami menyambut saudara semuanya.

Mugyo Rahayu ingkang sami pinanggih.Matur sembah nuwun.

Wasalamualaikum. Wr. Wb.