Hari kamis sore hujan deras mengguyur Jakarta dan Tangerang. Jam telah menunjukkan pukul 4 sore, tak sabar rasanya menunggu hujan reda, karena bisa saja menjelang malam hujan seperti ini baru reda.Kuterobos hujan deras sore itu tanpa menggunakan mantel, alhasil sampai rumah tubuh yang gering ini menggigil hebat. Alhamdulillah, bedug maghrib sudah menggema dengan pelan-pelan kunikmati secangkir teh manis hangat buatan istri tercinta sebelum ia sendiri mangajak putri kecilku pergi ke Mesjid.

Sungguh nikmat sekali rasanya, setelah seharian belajar menahan nafsu makan minum dan nafsu-nafsu lainnya. Setelah makan secukupnya, segera kuhisap rokok kegemarangku sambil menikmati sinetron komedi berseri disalah satu stasiun tv. Wuiiih makin mantab saja, sambil bersandar ke tembok sembari menikmati rokok, serasa dunia ini milikku sendiri…maaf yag lain cuma ngontrak…:mrgreen:

Tiba-tiba ponsel bututku berdering pertanda ada sms masuk. Dengan rasa malas kuambil hpku yang terletak di atas kulkas. Duerrrr, serasa hati ini seperti di hantam palu godam, tubuh saya bergetar setelah membaca sms itu.

“Ass….jangan lupa sholat maghrib ya…..(nama julukan saya di kampung)”

Isi sms itu begitu singkat dan sederhana, namun membuat hati ini tersadar bahwa aku sering berbuat lalai tanpa aku sadari. Aku bisa mengira -ira pasti ini adalah salah satu sahabatku yang di kampung. Tapi siapa ya, tak mungkin rasanya salah satu temen yang kuanggap seperjalanan memanggilku dengan nama julukan (parapan)ku dulu. Yang membuatku heran, dia mengirim sms seperti itu merupakan kebetulan ataukah dia sengaja menerawangku, he he. Ach.., aku tak ambil pusing, tanpa buang waktu segera kutunaikan sholat maghrib. Ba’da sholat maghrib segera kukirim sms balasan,”Trimakasih saya telah di ingatkan, tapi ngomong2 ini nomor  siapa?”

Setengah jam kemudian kuterima sms balasan:

“sami-sami, kula namung ngelikake supaya penjenengan tansah eling kaliyan Gusti Allah”.

Keesokan paginya saya berusaha menghubungi nomor tersebut, setelah diangkat kudengar nada suara seorang laki-laki yang tidak begitu jelas (kemruek, berisik) dan tak berapa lama dimatikan.Yang jelas siapapun anda saudaraku, secara kebetulan atau tidak, saya hanya bisa mengucapkan trimakasih karena telah menyadarkan saya  dari kelalaian yang mungkin sering saya lakukan tanpa saya sadari.