Saya dulu hobby masak, saking cintanya pada acara masak memasak, saya berguru kemana saja. Pokoknya tiap ada koki yang terkenal pasti saya datangi untuk belajar tentang resep-resepnya, kadangkala saya langsung diajak praktek atau cuma sebatas teori saja.
Suatu hari ada beberapa tamu datang kerumah, tentu saja saya sangat bahagia karena kebetulan tamu saya tersebut juga hobby masak memasak. Sangking senengnya supaya orang lainpun tambah ilmu memasaknya dan bisa ditularkan kesiapa saja, sayapun mengobral teori memasak saya tanpa tedeng aling-aling secuilpun, tapi rupanya niat saya yang tulus itu tidak pada tempatnya. Suatu hari kawan saya datang menegur saya.
Teman: Kamu tau ndak kalu kawan kita agak jales sama kamu.
Saya : lho, emang salah saya apa?
Teman: Kemarin Firman ngomong sama saya, kamu telah membabar resep masakannya tanpa menyebutkan asal muasal resep itu.
Saya: Waduh biyung , modar aku. Jujur saya ndak bermaksud sejauh itu je, di hati dan kepala saya, saya ndak ada maksud-maksud khusus, saya cuma pengen resep itu bisa diketahui siapa saja.Jadi ndak ada maksud di hati supaya saya ini dianggap koki hebat atau mumpuni terus di subya-subya.
Teman :Lha iya saya tau maksudmu, tapi itu kan etika. Seharusnya kamu sebutin dong kalau kamu dapat resep dari mana?
Saya : Waduh ya mohon maaf, saya lupa sama etika. Menurut saya sesama koki yang katanya telah memilih kesejatian ndak perlu begitu-begituan, seharusnya dengan getaran rasamu kamu bisa bedakan, penjabaran resep saya itu ada muatan-muatan tertentu atau tidak, wealah kok yo kamu sejauh itu to.
Temen: Pokoknya sekali lagi, itu adalah sebuah ETIKA titik, kamu jangan ngeyel aja!!!
Saya : wooo ya sudah saya ngaku salah deh, tapi kamu tau tidak? Ternyata ada beberapa resep ciptaan saya sendiri, juga dibajak orang lain, dan itu juga sahabat sejati saya sendiri, tapi saya malah seneng lho.
Temen: Seharusnya kamu marah dong, atau setidak-tidaknya kamu tegur!
Saya: he he he , buat apa saya marah, saya malah bahagia banget lha wong ternyata resep saya itu juga ada yang suka.Berarti saya kan sudah memberikan manfaat.Saya ini pengen jadi koki sejati, saya ga butuh resep saya dipuji2, diakui atau bahkan di patenkan, atau bila perlu nama saya jadi terkenal. Biarlah nanti Tuhan sendiri yang menilainya, gitu men………
Temen://??????###