Dalam sejarah Jawa sampai Bali, seorang tokoh besar masa lalu tak lepas dari kisah pusaka-pusaka yang konon mempunyai daya linuwih yang sangat hebat.Kita ambil contoh, Sutawijaya dengan tombak Kyai Plered, Adipati Penangsang dengan Setan Kober, Sunan Kalijaga dengan keris Kanjeng Kyai Kopek.Orang jawa menyebutnya Sipat Kandel, artinya mungkin sesuatu yang dapat mempertebal keyakinan, keberanian, kekuatan dll.Akan tetapi apakah seorang sekaliber Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati dll masih mempercayai hal-hal yang bisa membahayakan Aqidah.Ataukah semua itu lebih bersifat simbolik, karena dalam legitimasi kekuasan Raja-Raja Jawa tak lepas dari keberadaan sebuah pusaka.Ada apa dibalik semua itu, silahkan saudara berbagi kawruh mengenai hal di atas dengan argumen yang adem dan mendidik!

Iklan